----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Sahetapi: Mereka Melakukan Onani Politik

Jakarta - 03 Jul 00 15:35 WIB (Astaga.com)

Pengamat hukum Prof JE Sahetapi mengatakan, sekarang ini setidaknya ada dua
orang sutradara yang menjalankan skenario politik demi meraih kepentingan
sendiri. "Kedua orang itu banyak bicara ngalor-ngidul, bicara macam-macam di
koran dan sebenarnya melakukan onani politik," katanya dalam dialog publik
bertajuk "Evaluasi Transisi Demokrasi Bidang Hukum dan HAM" di Jakarta,
Senin (3/7).

Ditambahkan Sahetapi bahwa sebenarnya tidak ada alasan bagi mereka untuk
melakukan manuver-manuver politik, karena mereka lah yang dulu paling getol
mengorbitkan Gus Dur.

Ketika didesak menyebutkan nama, Sahetapi menolak. "Saya tidak banyak uang
untuk membayar bermilyar-milyar kalau dituntut," katanya berkilah.

Sahetapi juga mempertanyakan kemampuan Bakin dan BIA karena kedua orang yang
disebutnya sebagai sutradara tersebut dapat melakukan manuver politik secara
leluasa.

Ia mengibaratkan situasi sekarang ini tak ubahnya seperti wayang yang hanya
kelihatan bayangannya, sementara orangnya sendiri tersembunyi.

Ditambahkannya, tanpa bermaksud membela Gus Dur, ia menegaskan siapapun yang
berkuasa tidak mungkin menyelesaikan kasus korupsi begitu cepat.

"Australia saja menghabiskan waktu 25 tahun untuk menuntaskan kasus korupsi.
Padahal skala nilai sosial budaya, dan struktural negara itu lebih
memudahkan transparansi dan penegakan hukum," jelasnya.

Penyelesaian kasus korupsi di Indonesia menurutnya membutuhkan waktu lama.
"Masyarakat kita sedang sakit siphilis yang belum ada obatnya. Tidak mungkin
hari ini disuntik, besok bisa sembuh," sambungnya.

Malah, katanya, sekarang ini tampaknya korupsi lebih merajalela sekarang
dibanding zaman Soeharto. "Walaupun ini mungkin karena masyarakat lebih
terbuka dibanding dulu," demikian Sahetapi.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 06:40:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke