---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 3 Juli 2000 ARMATIM TANGKAP KAPAL BERISI GRANAT YANG MENUJU GALELA Manado, 3/7 (ANTARA) - Armada Gugus Keamanan Laut (Guskamla) dari Armatim berhasil menahan KM Star Obis yang berisi sekitar 285 penumpang, menyusul ditemukannya sejumlah granat dan senjata api di kapal tersebut saat menuju Galela, Maluku Utara. Komandan Guskamla Laksamana Pertama Djoko Sumaryono di Manado, Senin pagi, membenarkan pihaknya sedang memeriksa kapal yang berangkat dari Ternate tersebut dan masih melakukan penyelidikan intensif atas motif ditemukannya granat itu. Namun Djoko menolak berkomentar lebih jauh mengenai tindakan apa yang akan diberikan kepada penumpang tersebut. Penangkapan kapal itu bermula saat Komandan Guskamla melakukan pencarian lewat udara Minggu pagi (2/7) untuk menemukan ratusan penumpang KM Cahaya Bahari yang dikabarkan tenggelam di sekitar perairan Morotai. Saat mendekati Morotai, pilot melaporkan adanya kapal berpenumpang penuh, namun setelah dilaporkan ke Djoko, Komandan Guskamla lantas mencurigai kapal yang sarat penumpang itu karena melintas saat KRI Multatuli sedang tidak berada di lokasi yang sudah ditentukan guna memeriksa seluruh kapal-kapal yang melintas di sekitar Maluku Utara. Tindakan itu dilakukan guna mencegah meluasnya kerusuhan yang diakibatkan mobilisasi sekelompok orang tertentu, sedangkan kondisi darurat sipil sedang diberlakukan di propinsi tersebut. KRI Multatuli sendiri saat itu sedang mengarah ke lokasi penyelamatan penumpang KM Cahaya Bahari, namun akhirnya memeriksa kapal itu lebih dulu. Dikabarkan kelompok orang tersebut merupakan Laskar Jihad yang secara permanen menggunakan KM star Obis untuk mempermudah mobilisasi kelompok itu. Dari laporan pemilik kapal kepada aparat keamanan laut, diketahui bahwa pemilik kapal tidak bisa berbuat banyak dan sepertinya sudah dipergunakan beberapa kali. "Tugas kami hanya mengamankan dan mencegah setiap upaya yang dapat menggagalkan darurat sipil di Maluku Utara," kata Djoko Sumaryono. (F.PTE02/SU04/B/ND05/ 3/07/:0 11:02) 0307001106 NNNN ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 07:19:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
