----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

KAPAL LASKAR JIHAD DITANGKAP DI MALUKU

        AMBON, (SiaR, 4/7/2000). Sejak meletusnya kembali pertikaian di
wilayah Maluku dan Maluku Utara, TNI-AL telah menjaring puluhan kapal
motor mengangkut senjata dan senjata tajam. Sementara itu Armada Gugus
Keamanan Laut (Guskamla) Armatim berhasil menahan KM Star Obis saat
menuju Galela, Maluku Utara. Kapal yang berangkat dari Ternate itu
berisi sekitar 285 penumpang dan membawa granat serta senjata lainnya.

        Penangkapan kapal itu terjadi bermula ketika Komandan Guskamla pada
Minggu pagi (2/7) melakukan pencarian lewat udara untuk menemukan
penumpang KM Cahaya Bahari yang dikabarkan tenggelam di sekitar
perairan Morotai. Saat mendekati Morotai, pilot melaporkan adanya
kapal berpenumpang penuh. Komandan Guskamla itu mencurigai kapal itu
karena melintas di saat KRI Multatuli sedang tidak berada di lokasi
yang sudah ditentukan bagi pemeriksaan seluruh kapal yang melintas di
sekitar Maluku Utara.

        Kelompok massa yang menggunakan KM Star Obis tersebut diduga keras
sebagai  Laskar Jihad. Selama ini diketahui secara rutin Laskar Jihad
menggunakan KM Star Obis untuk transportasi utama mereka dalam
memobilisasi massa. Dari laporan pemilik kapal kepada aparat keamanan
laut, diketahui pemilik kapal tersebut tidak bisa berbuat banyak
karena tekanan. Dan ia mengaku kapalnya tersebut sudah digunakan
beberapa kali oleh kelompok Laskar Jihad.

        Sementara itu TNI AL belakangan mengerahkan 12 kapal perang untuk
mengamankan perairan di sekitar Propinsi Maluku. Ke-12 KRI itu,
dikerahkan khusus untuk melakukan penyekatan guna menghindari masuknya
kapal-kapal yang membawa senjata api mengingat kedua kawasan tersebut
sampai sekarang masih dilanda pertikaian. Kapal-kapal perang tersebut
merupakan bagian dari 20 kapal yang dikerahkan untuk menggamankan
wilayah perairan Maluku dan Irian Jaya. Delapan KRI lainnya selain
melakukan operasi rutin juga patroli keamanan laut.

        Sedangkan dari Ambon dikabarkan, sekitar 800.000 butir peluru serta
823 pucuk senjata api milik Polda Maluku yang dijarah massa dari
gudang senjata Polda Maluku dan Ksatrian Brimob Tantui selama
kerusuhan di kawasan itu dua pekan lalu, hingga kini baru puluhan saja
yang berhasil ditarik kembali. Karenanya Penguasa Darurat Sipil
mengeluarkan maklumat supaya masyarakat mengembalikan senjata dan
melakukan razia di rumah-rumah. Kegiatan razia itu telah berhasil
mengumpulkan berbagai jenis senjata api seperti satu pucuk MK III,
tiga pucuk Sten Madsen 56, tiga pucuk SKS, dua pucuk MO 50 Komando, 53
buah granat MO 5, enam peti peluru serta 67 buah granat MO 80 dan 19
buah granat MO AE.

        Hasil razia gabungan itu juga menemukan 195 buah MO gas air mata,
satu peti MO Smoke MN, satu kotak GP 8 MRT.3.50, tiga buah granat
tangan sejenis gas air mata, 32 buah masher, sembilan buah tameng PHH,
satu tongkat PHH, tiga buah topi Pakaian Dinas Umum (PDU), 13 buah
magasen MK III, empat buah magasen Madsen dan satu buah kuda-kuda
senapan mesin jenis mini.

        Sedangkan senjata rakitan yang diamankan adalah 13 pucuk dari jenis
laras panjang dan 11 pucuk laras pendek. Selain itu, disita juga tujuh
buah peluncur bom rakitan, 12 buah parang, 62 anak panah dan empat
pucuk tombak. ***

- ------------------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 11:34:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke