---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- POLRI LANGSUNG DI BAWAH PRESIDEN, HARUS LEBIH KERAS JAKARTA, (TNI Watch! 4/7/2000). Hari Bhayangkara ke-54 tahun, merupakan hari bersejarah bagi Polri, karena ditandai dengan pemisahan Polri dari Dephan dan TNI. Kelak Polri akan langsung di bawah kendali Presiden, yang berlaku efektif mulai 1Januari 2001. Masa enam bulan ke depan, adalah periode persiapan. Salah satu bentuk persiapan yang kini tengah dilangsungkan adalah, pelatihan dan pendidikan bagi anggota Polri, yang nantinya akan menjadi personel Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden). Mereka dilatih keras di Lembaga Pendidikan Polri di Serpong, Tangerang. Nantinya Paspampres akan diisi sepenuhnya oleh anggota Polri. Ini mengingatkan kita pada zaman Bung Karno dulu, di mana pengawal pribadinya terdiri dari anggota kepolisian, yang tergabung dalam kesatuan DKP (Detasemen Kawal Pribadi), yang kala itu dipimpin Letkol Mangil. Sementara untuk calon komandan Paspampres mendatang, telah disiapkan, yaitu Brigjen Pol Sylvanus Yulian Wenas, kini masih menjabat Kapolda Papua. Presiden Abdurrahman Wahid dalam amanatnya pada peringatan HUT Polri hari Sabtu lalu (1/7), mengharapkan agar dengan mandirinya lembaga itu, berarti Polri dapat melaksanakan tugas pengamanan dan ketertiban lebih efektif, sesuai harapan masyarakat. Hal itu bisa diukur nanti, bagaimana tingkat kriminalitas di masyarakat, makin naik atau makin turun, atau sama saja dahulu dan sekarang. Setelah mandiri, harus ada perubahan pola operasi yang signifikan. Bila dulu polisi selalu di bawah bayang-bayang TNI, hingga malah mengganggu kinerjanya. Kini bayang-bayang itu sudah tidak ada lagi, maka polisi tidak perlu "sungkan" lagi pada TNI. Bagaimana bentuk kongkretnya? Untuk menekan angka kriminalitas, Polri tidak perlu segan-segan bertindak keras, termasuk aktivitas kriminal yang dibeking oknum TNI, atau dibeking anggota Polri sendiri. Sudah bukan rahasia lagi, kegiatan kriminal seperti peredaran obat terlarang, kasus uang palsu, perjudian, prostitusi, dan kegiatan kriminal berkedok bisnis hiburan, selalu melibatkan anggota TNI. Seperti kasus uang palsu, yang kini sedang disidik Polwiltabes Surabaya, diketahui melibatkan Kol CPM Purn Soemarjono (mantan Komandan POM Kostrad). Polisi juga jangan ragu bertindak keras terhadap "premanisme politik". Premanisme politik dimaksud adalah tindak kekerasan bernuansa politik, yang sekarang marak terjadi, seperti yang dilakukan oleh FPI (Front Pembela Islam). Juga kerusuhan bernuansa SARA, sebagaimana terjadi di beberapa tempat, utamanya di Maluku. Aktivitas yang dilakukan FPI lebih mengundang keresahan masyarakat, ketimbang rasa aman, maka tindakan FPI harus dihentikan. Kalau perlu sampai ke markasnya di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hendaknya perubahan itu lebih pada kualitas dan pola operasi, bukan sekadar sebutan pangkat dan seragam. Namun perlu diketahui juga sebutan kepangkatan yang baru di tubuh Polri: Derajat Perwira Tinggi: 1. Jenderal Polisi (bintang empat) 2. Komisaris Jenderal Polisi (bintang tiga, disingkat Komjen Pol) 3. Inspektur Jenderal Polisi (bintang dua, disingkat Irjen Pol) 4. Brigadir Jenderal Polisi (bintang satu, disingkat Brigjen Pol) Derajat Perwira Menengah: 1. Senior Superintendent (disingkat Sr Supt, setingkat Kolonel) 2. Superintendent (disingkat Supt, setingkat Letnan Kolonel) 3. Asisten Superintendent (disingkat Ass Supt, setingkat Mayor) Derajat Perwira Pertama: 1. Senior Inspektur Polisi (disingkat Sr Insp Pol, setingkat Kapten) 2. Inspektur Polisi I (disingkat Iptu, setingkat Letnan Satu) 3. Inspektur Polisi II (disingkat Ipda, setingkat Letnan Dua) Bintara Tinggi: 1. Ajun Inspektur Polisi I (disingkat Aiptu, setingkat Peltu) 2. Ajun Inspektur Polisi II (disingkat Aipda, setingkat Pelda) Bintara: 1. Sersan Mayor Polisi (disingkat Serma Pol) 2. Sersan Kepala Polisi (disingkat Serka Pol) 3. Sersan Satu Polisi (disingkat Sertu Pol) 4. Sersan Dua Polisi (disingkat Serda Pol) Tamtama: 1. Bhayangkara Utama I (disingkat Bharutu, setingkat Kopral Kepala) 2. Bhayangkara Utama II (disingkat Bharuda, setingkat Kopral Satu) 3. Bhayangkara Utama Muda (disingkat Bharumud, setingkat Kopral Dua) 4. Bhayangkara Kepala (disingkat Bharaka, setingkat Prajurit Kepala) 5. Bhayangkara I (disingkat Bharatu, setingkat Prajurit Satu) 6. Bhayangkara II (disingkat Bharada, setingkat Prajurit Dua) *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ------------------------------------------------ SiaR WEBSITE: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Jul 2000 jam 12:14:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
