----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Presiden Tak Datang di DPR
Tak Hadir Maupun Hadir Ada Masalah

Entah komentar apalagi yang akan 'diberondongkan' kepada  Presiden
Abdurrahman Wahid. Soalnya dapat dipastikan Presiden Wahid tidak akan hadir
di DPR untuk memberikan jawaban terhadap hak interpelasi anggota Dewan.
Sebab, yang dipersoalkan oleh sebagian besar wakil rakyat itu, yakni
pencopotan Yusuf Kalla dan Laksamana Sukardi dari jabatan menteri, sudah
pernah disampaikan olehnya dalam rapat konsultasi dengan pimpinan DPR.
Selain itu, apa yang dilakukan Gus Dur itu juga merupakan hak prerogatif
presiden.

Kepastian tidak hadirnya Presiden Gus Dur memberikan jawaban langsung kepada
DPR itu disampaikan oleh anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI
Arifin Djunaedi kepada wartawan di Jakarta, Selasa petang kemarin.

Ditanya soal kemungkinan muncul masalah baru jika Gus Dur tidak mau datang
ke DPR, Arifin Djunaedi mengatakan, semua menimbulkan masalah.
"Presiden datang ke DPR akan menimbulkan masalah, dan tidak datang ke
DPR juga akan menimbulkan masalah, sama saja. Maka lebih baik Presiden
memutuskan tidak usah hadir memenuhi panggilan DPR, dan akan menunjuk salah
seorang menteri yang mewakili," katanya.

Namun sampai sekarang, lanjut Djunaedi, Presiden belum menunjuk menteri
siapa yang akan mewakilinya datang ke DPR 13 Juli nanti untuk memberikan
jawaban atas nama Presiden di depan lembaga legislatif itu.

Ketua Umum DPP PKB Matori Abdul Djalil mengemukakan, Presiden Abdurrahman
Wahid tidak harus datang sendiri ke DPR untuk menjawab pertanyaan
(interpelasi) DPR berkaitan dengan pemecatan Yusuf Kalla dan Laksamana
Sukardi.

"Presiden tidak harus datang sendiri karena substansi pertanyaan tidak cukup
berkualitas," tegas Matori menjawab pers seusai membuka Seminar Nasional
Pra- Muktamar PKB, di Jakarta, kemarin.

Ditanya apakah tidak akan menimbulkan interpretasi macam-macam bila Gus Dur
tidak hadir langsung memberikan jawaban, dia mengatakan, hal itu terserah
kepada tiap-tiap orang.

"Terserah saja, tetapi pertanyaannya cuma itu. Karena itu, dalam hal ini
saya katakan bukan tidak setuju interpelasi, melainkan substansi masalah
yang dipertanyakan itu memang tidak bermutu," ujarnya.

Sedangkan Sekjen PKB Muhaimin Iskandar mengharapkan Presiden bisa datang
langsung ke DPR untuk memenuhi undangan lembaga tersebut. Namun PKB juga
bisa memahami bila Presiden mewakilkan karena kesibukannya.

"Secara prinsip kami minta Gus Dur bisa datang langsung ke DPR, tetapi PKB
bisa memahami atas kesibukan Presiden apabila beliau mengirim orang atau
wakil," kata Muhaimin di Jakarta, Selasa, ketika ditanya harapan PKB kepada
Gus Dur soal undangan DPR.

Sementara itu, pengamat politik UI Arbi Sanit menurut {Suara Merdeka}
mengatakan, penggunaan hak interpelasi oleh DPR tidak tepat karena sistem
pemerintahan di sini adalah presidensial, bukan parlementer.

"Lebih baik dipakai angket. Kalau ada suatu masalah di eksekutif, hal itu
diperiksa oleh legislatif, dengan begitu diketahui kebenarannya," ujar Arbi
Sanit.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Jul 2000 jam 08:44:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke