---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Para Elit Jadi Drakula Politik Berisi Orang Culas dan Cecunguk Pengamat politik UI Arbi Sanit menyesalkan sikap para elit politik yang dinilainya lebih memikirkan kekuasaan katimbang menyelesaikan masalah-masalah rakyat. Hal ini dikemukakan Arbi saat berbicara pada seminar bertajuk {Langkah Lanjut Demokratisasi; Memperkuat Pijakan Politik untuk Recovery Ekonomi} yang diselenggarakan Panitia Muktamar I Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, kemarin. "Mereka sibuk sendiri dengan kursi dan jabatan. Karena itu, mahasiswa jangan hanya memfokuskan demo-demonya kepada Pak Harto. Demolah pada ke-4 elit politik yang ada, agar mereka bekerja lebih efisien dan bertanggung jawab," papar Arbi. Ditegaskan Arbi, elit politik hendaknya sadar tewasnya para mahasiswa beberapa waktu lalu telah memberikan legitimasi politik kepada mereka, dan diharapkan para politikus memikirkan rakyat. "Tapi ternyata mereka hanya menjadi drakula politik, mengisap darah rakyat dengan tidak menyelesaikan masalah rakyat. Itu menunjukkan elit politik kita hanya berisi orang-orang culas dan cecunguk," katanya. Arbi menunjuk soal esensi persoalan yang tengah diinterpelasi oleh anggota DPR. Menurut dia, dalam sistem presidensial pemberhentian seorang menteri tidak bisa diinterpelasi. "Sebaiknya itu dibawa ke pengadilan saja. Ini kan bisa terjadi karena sistem presidensial kita dibangun dengan sistem multipartai dan membentuk kabinet dengan sistem parlementer," katanya. Sementara pakar politik CSIS J Kristiadi menyatakan perlunya revitalisasi di lembaga perwakilan (DPR). Dikatakan, ada beberapa alasan sehingga hal tersebut diperlukan. Pertama, katanya, DPR hasil reformasi ini masih terbagi antara kelompok kader yang telah lama terkooptasi kekuasaan Orba, serta kader-kader dari partai yang sebenarnya belum sempat tumbuh sebagai partai yang sebenarnya. "Ke-48 partai itu {kan} semuanya dadakan, sehingga tidak memiliki waktu memilih kader yang betul-betul memiliki integritas moral dan berkemampuan," katanya. Kristiadi lalu mengkritik sebagian anggota DPR yang ternyata hanya menjadi priayi baru dan melupakan rakyat pemilihnya. Dia juga menyerukan agar para anggota DPR melakukan {up grade} diri dalam menjalankan amanah yang telah diemban sebagai wakil rakyat. Pada kesempatan terpisah KSAD Jenderal Tyasno Sudarto mengatakan pertarungan elit politik yang makin memanas belakangan ini akan melemahkan kekuatan bangsa dan negara. Dia mengimbau, agar seluruh elit politik yang menjadi bagian masyarakat bisa menahan diri. "Mereka sama sekali tidak menyadari kalau hal itu membuat bangsa ini lemah. Namun, yang lebih penting bagaimana kita bisa melakukan introspeksi," kata Jenderal Tyasno menjawab pers seusai serah terima jabatan Danjen Kopassus dari Mayjen Syahrir MS kepada Mayjen Amirul Isnaini di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, kemarin. Jenderal Tyasno menyebutkan pengaruh globalisasi bisa positif dan bisa pula negatif. Dampak positifnya yang berkaitan dengan demokrasi, HAM, dan penghargaan terhadap lingkungan. Namun, juga membawa pengaruh negatif. Misalnya, membuat erosi terhadap nasionalisme di kalangan masyarakat baik itu masyarakat bawah maupun kalangan elite politiknya. Sementara itu, Pejabat Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi`i Ma`arif menjamin eskalasi politik yang makin tinggi belakangan ini tidak akan sampai menimbulkan benturan di tingkat massa. "Saya jamin massa Muhammadiyah dan massa NU tidak akan bersinggungan, meskipun elit politiknya bersimpang jalan, karena massa Muhammadiyah berada dalam komando," katanya. Dia yakin kalangan NU juga memiliki perasaan yang sama terhadap Muhammadiyah ({Media}, 05/07). Apalagi, selama ini hubungan kelembagaan antara keduanya cukup baik.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Jul 2000 jam 08:44:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
