---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Gedung Graha Niaga pun Diancam Bom Jakarta (Bali Post) - Sehari setelah gedung bundar Kejaksaan agung diledakkan, Rabu (5/7) kemarin penelepon gelap mengancam akan meledakkan Gedung Graha Niaga di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Namun, ancaman itu ternyata hanya gertak sambal. Pekerja yang berkantor di gedung itu berhamburan keluar. Mereka panik karena penelepon gelap itu dengan meyakinkan mengancam akan meledakkan gedung tempatnya bekerja dalam tempo sepuluh menit. Petugas Polda Metro Jaya yang menyisir ke seluruh ruangan gedung itu tak menemukan bom. "Polisi langsung bertindak meski sebatas ancaman, karena kita tidak mau ambil risiko. Sementara peledakan di Kejaksaan Agung tidak ada ancaman sebelumnya, sehingga polisi tidak bisa bertindak cepat," kata Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol. Nurfaizi di Jakarta, Rabu kemarin. Selain itu, lanjutnya, polisi tidak terlalu berkonsentrasi mengamankan gedung Kejakgung, sebab di lembaga itu sudah ada kamdal (keamanan dalam) yang tugasnya tentu lebih serius dalam mengamankan kantor itu. Kapolda menilai terjadinya ledakan itu bisa jadi akibat kamdal yang kurang waspada dan tidak peka dalam mengawasi lingkungan gedung itu. Bahkan, kamdal tidak mampu mendeteksi tiap orang yang masuk gedung lembaga vital itu. "Saya mengimbau pihak-pihak aparat yang bersangkutan hendaknya mencurigai masuknya tiap orang yang tidak dikenal. Apalagi membawa barang yang mencurigakan, perlu ditanyakan secara serius," kata Kapolda. Menurut Nurfaizi, peledakan yang terjadi di Kejakgung bisa terjadi di mana saja. Di luar negeri, katanya, risiko seperti itu malah bisa terjadi tiap saat. Ditanya apakah peledakan itu ada kaitannya dengan pemeriksaan Tommy Soeharto, ia menjawab, ''Bisa ya bisa tidak. Segala kemungkinan pasti ada. Namun terlalu dini untuk mengatakan demikian, masih membutuhkan waktu panjang untuk mengungkapkannya. Temuan di lapangan setelah peledakan di Kejakgung sampai kini masih diteliti di Labfor Forensik Mabes Polri," kata Kapolda. Peledakan di Kejakgung, katanya, sudah direncanakan secara matang. Namun, pelakunya agak terburu-buru sehingga salah satu bom yang ditemukan di lantai dua tidak jadi meledak karena kabel detektornya tidak nyambung. Kapolda menegaskan, polisi tidak menyelidiki motif politis peledakan bom di Kejakgung. Tugas polisi, katanya, mengungkap latar belakang peledakan itu dan mencari pelakunya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Jul 2000 jam 06:39:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
