---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Ada Usaha Genjot Eksekutif SU MPR Dijadikan Arena Peradilan Presiden Abdurrahman Wahid mengungkapkan, ada orang tertentu yang tidak menyukai pemerintahannya kemudian menggunakan DPR untuk mengadilinya dalam Sidang Umum Tahunan MPR bulan Agustus mendatang. "Ada orang-orang yang berusaha menggenjot eksekutif, mengadili pemerintah di Sidang Umum Tahunan MPR mendatang. Silakan saja," kata Gus Dur ketika membuka Forum Komunikasi Alim Ulama dan Kiai se-Jabar dan Jateng di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jabar, Rabu. Kepala Negara yang didampingi Gubernur Jabar R Nuriana dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen Slamet Supriyadi, kemudian menegaskan pemerintahannya siap menghadapi persoalan tersebut. "Selama kita berpegang pada konstitusi, kita tidak perlu takut," kata Gus Dur kepada sekitar 200 kiai dan ulama dari Jabar dan Jateng. Para kiai dan ulama diminta untuk tidak marah atau khawatir terhadap usaha-usaha untuk mengadili pemerintah dalam Sidang Umum Tahunan MPR itu. Sebelumnya, Gus Dur mengadakan dialog dengan para tokoh masyarakat Kodya Cirebon di Keraton Kasepuhan. Pada kesempatan itu, Gus Dur menyebutkan tindak kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah akhir-akhir ini terutama disebabkan ketidakarifan sejumlah tokoh masyarakat (Media, 06/07. "Sejumlah pemimpin masyarakat bersikap tidak arif. Mereka ini kayak kurang kerjaan saja," kata Gus Dur. Karena itu Presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama pemerintah mengatasi secara bersama-sama berbagai tindak kerusuhan tersebut. Dalam acara dialog tersebut, seorang peserta mempertanyakan kelambanan aparat TNI dan Polri mengatasi berbagai kekerasan di Tanah Air. Ketika menjawab itu, Gus Dur menyebutkan masalah yang dihadapi TNI dan Polri adalah kurangnya tenaga. "Tapi berapa pun jumlah anggota TNI dan Polri, kalau masyarakat tidak bersikap arif, persoalan itu tidak akan bisa diatasi," katanya. Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Kabinet Marsilam Simanjuntak mengatakan hingga saat ini Presiden belum menerima undangan dari DPR untuk menghadiri rapat yang berkaitan dengan interpelasi itu. Dengan demikian, kata Marsilam, pihaknya belum bisa memberi tahu apa yang diputuskan, baik isi jawaban maupun cara menjawab pertanyaan DPR nanti. Sedangkan Guruh Soekarnoputra mengatakan penggunaan hak interpelasi oleh DPR diduga sebagai permainan politis dari mereka yang ingin melengserkan Presiden Abdurrahman Wahid.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Jul 2000 jam 06:39:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
