----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 7 Juli 2000

Pasukan Keamanan Digelar Pekan Depan. Penembak Jitu Sikat 7
Penjahat

JAKARTA (Media): Gelar pasukan untuk menjamin keamanan dan
ketertiban Kota Jakarta akan dimulai pekan depan. Kendati
demikian, dalam sepekan terakhir pihak kepolisian sudah menembak
mati tujuh penjahat jalanan.

"Saat ini kami sudah menyebar penembak jitu di pusat-pusat
kerawanan kota," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal
(Mayjen) Nurfaizi kepada pers usai Rapat Muspida DKI di Gedung
DPRD DKI, Rabu (5/7).

Dalam kesempatan itu Nurfaizi mengungkapkan keengganannya
menggunakan istilah sniper untuk penembak tepat. "Terlalu seram.
Pakai istilah penembak jitu sajalah," katanya. Lagi pula, ia
menegaskan, setiap polisi yang bertugas seharusnya memang
penembak yang jitu.

"Kalau syarat penembak jitu tidak dimiliki, jangan-jangan yang
ditembak kaki, kena kepala. Pas ngincer kepala malah kena tukang
cendol," kata Nurfaizi sambil berkelakar.

Terpenting dalam pelaksanaan pengamanan kota, jelas Kapolda,
para penembak jitu yang diterjunkan ke lapangan mengikuti kaidah
operasi sesuai Konvensi Jenewa dan UU yang berlaku di Indonesia.

Dengan berpegang pada dua aturan itu, aparat kepolisian dalam
sepekan terakhir ini melakukan tindakan tegas terhadap penjahat
jalanan. Setidaknya pengutil kaca spion, pelaku pencurian
kendaraan bermotor, dan perampokan dalam sepekan terakhir
dilibas aparat kepolisian.

"Saya sudah instruksikan kepada anggota saya agar sekarang
jangan ragu-ragu untuk bertindak tegas," ungkap Nurfaizi.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD DKI Edy Waluyo menegaskan
dukungannya terhadap tindakan tegas yang dilakukan pihak
kepolisian. "Demi keamanan Jakarta, kami mendukung penuh pihak
kepolisian. Kami berharap pada masa datang keresahan masyarakat
bisa diatasi," tegasnya.

Edy mengungkapkan dukungan penuh terhadap tindakan tegas polisi
diambil setelah mendengarkan keluh kesah Kapolda dalam rapat
itu. Selain terbatasnya dana dan personel, pihak kepolisian di
lapangan sering merasa serbasalah. Di satu sisi aksi kejahatan
semakin sadis dan membutuhkan tindakan tegas, namun di sisi lain
masih ada sekelompok orang yang selalu mempertanyakan dengan
mencari-cari alasan untuk memojokkan polisi bila bertindak
tegas.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang juga Ketua Muspida
DKI mengungkapkan, secara serentak gelar pasukan untuk
mengamankan Jakarta akan dilakukan pekan depan. Sebelumnya,
Jumat (7/7) besok, para pejabat Muspida DKI yang terdiri dari
aparat Pemda DKI, kepolisian, kejati, pengadilan tinggi, dan TNI
akan melakukan rapat teknis pelaksanaan gelar pasukan itu.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Pusat Pengendalian
Gangguan Sosial (Pusdalgangsos) DKI Suprianto mengungkapkan
dalam rapat teknis itu akan dibahas berbagai kemungkinan
penanggulangan gangguan keamanan. Misalnya melalui berupa razia
terhadap para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Dalam rapat teknis itu dipersiapkan pula beberapa instansi
terkait untuk menindaklanjuti hasil operasi yang dilakukan
aparat. Meski begitu, dalam jangka pendek sasaran utama dalam
gelar pasukan yang akan dimulai pekan depan adalah mengupayakan
suasana aman di Ibu Kota.

Soal semakin meningkatnya intensitas aksi kejahatan, seorang
warga DKI, Djoko Rahardjo berpendapat, kejahatan di Jakarta kini
bukan lagi dilakukan oleh pelaku kriminal, melainkan massa yang
mengambil kesimpulan sendiri dan menganggap tindakan mereka
benar.

Menurut pialang di BEJ itu, bila seseorang ingin menyelesaikan
masalahnya melalui birokrasi yang ada, sudah bisa dipastikan
hasilnya tidak akan baik. Apalagi melalui aparat kepolisian yang
dinilainya tidak becus dalam menangani persoalan. "Bagaimana mau
ngurusin yang kecil, yang besar-besar saja tidak terurus."

Menurut dia, masyarakat yang frustrasi menampakkan kecenderungan
untuk melakukan tindakan penghakiman sendiri oleh karena itu
masyarakat ingin menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri.

Lain halnya dengan pelaku kriminal murni yang melakukan tindak
kriminal. Menurut Djoko, para pelaku kriminal itu melakukan
tindak kejahatannya pada saat pengawasan dari aparat sedang
longgar.

Ketika ditanya tentang imbas kejahatan yang terjadi di Jakarta,
kata Djoko, hal itu sama sekali tidak mempengaruhi pasar modal
atau bursa saham di BEJ. Hanya pernyataan para elite politik di
Indonesia sempat mengguncang pasar, walaupun cuma sebentar.

Sedangkan pialang yang lain, Arie Sugiarto, mengatakan bahwa
baik isu-isu politik atau pernyataan para elite politik dan
tingkat kriminalitas sama sekali tidak mempengaruhi pasar.
Menurutnya inverstor sudah imun terhadap hal yang terjadi di
Jakarta.

"Bahkan berita tentang bom meledak di Kejaksaan Agung tidak ada
pengaruhnya. Hari ini index malah naik," katanya. (Sad/CR-18/J-
2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Jul 2000 jam 10:57:47 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke