----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 6 Juli 2000

Kejaksaan Agung tak Gentar Hadapi Aksi Teror Bom

JAKARTA (Media): Jaksa Agung Marzuki Darusman menyatakan tidak
akan kendur menghadapi teror ledakan bom di kantornya. "Kalau
teror itu artinya kita akan kendur. Ini malah kejaksaan akan
kompak dan bertekad menyelesaikan kasus-kasus yang ada," katanya
kepada pers seusai sidang kabinet di Bina Graha, Jakarta,
kemarin.

Marzuki Darusman menilai peledakan bom di Gedung Bundar
Kejaksaan Agung, Selasa malam lalu itu, merupakan aksi teror
berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.
Termasuk juga dua bom yang tak sempat meledak, yang ditemukan
Tim Gegana Mabes Polri, di lantai III Gedung Kejaksaan Agung,
kemarin.

Kembali ditemukannya dua bom itu, jelas membuat situasi
Kejakgung makin tak menentu. Kapuslabfor Mabes Polri Brigjen MA
Erwin, MAP menegaskan, Kejakgung belum bisa dinyatakan aman. Tim
Gegana masih akan terus melakukan sterilisasi.

Situasi tidak aman itu diakui dan dirasakan JAM-Pidsus Ramelan.
Namun ia menegaskan, berbagai kegiatan pemeriksaan kasus KKN di
Gedung Bundar tidak akan dipindahkan ke gedung lain. Diakui
juga, kegiatan pemeriksaan jelas terganggu.

Mengenai rencana pemberkasan kasus mantan Presiden Soeharto yang
sebelumnya dinyatakan dalam dua minggu selesai, Ramelan bilang
mudah-mudahan jadwalnya tidak terganggu. "Sesegera mungkin kalau
sudah dinyatakan aman kita akan bekerja kembali," ujar Ramelan.

Sementara itu, pakar hukum pidana Prof Loebby Loqman menilai
pengeboman kantor Kejakgung merupakan aksi teroris yang memang
sudah ada sejak dulu di Indonesia. Hal itu, menurutnya, terjadi
akibat tak tersalurkannya aspirasi. Loebby menegaskan sebaiknya
kinerja Kejakgung tak terpengaruh kasus-kasus seperti ini.

Berkenaan dengan terjadi ledakan bom tersebut, tampak tidak ada
peningkatan pengamanan dari pihak kepolisian terhadap keamanan
lingkungan Kejaksaan Agung. Menurut Kapolda Metro Jaya Inspektur
Jenderal Nurfaizi, dalam kondisi Jakarta seperti saat ini tidak
bisa semua tempat dijaga oleh polisi. "Antisipasi keamanan kan
nggak selalu oleh polisi. Kan di kantor Kejaksaan sudah ada
petugas pengamanan dalam," katanya kepada pers seusai rapat
Muspida DKI di Gedung DPRD DKI, kemarin.

Dalam pandangan pengamat politik Marwadi Rauf, kasus pengeboman
di Kejaksaan Agung menunjukkan sistem politik Indonesia berada
dalam ketidakwajaran dan sangat tidak menentu. Kata dia, arah
pengeboman itu tidak jelas. Bisa jadi memang berkaitan dengan
pemeriksaan Tommy, tetapi ada juga yang bilang berasal justru
dari lawannya Tommy.

Marwadi mengatakan seharusnya pemerintah berusaha membereskan
pemeriksaan terhadap keluarga Cendana sejak awal sehingga
reaksi-reaksi seperti ini tidak perlu terjadi.
(Sad/Yat/Emh/Hot/CR-15/P-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Jul 2000 jam 10:59:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke