----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, 3 Juli 2000

Timteng dan ASEAN Dukung Investasi di RI

Nusa Dua, Kompas

Pertemuan informal tingkat menteri di Nusa Dua, Bali, hari Sabtu
(1/7), mencapai kesepakatan bahwa pemerintah sembilan negara
Timur Tengah dan ASEAN akan mendorong swasta untuk melakukan
investasi di Indonesia. Investasi akan diarahkan pada bidang
pertambangan, perbankan, manufaktur dan pertanian, prasarana,
telekomunikasi dan pariwisata, serta perhubungan.

Mereka yang mengadakan pertemuan itu adalah Menlu Alwi Shihab,
Menteri Keuangan Bahrain Abdilla Saif, Deputi Menlu Brunei
Darussalam Mohammad Ali, Deputi Menteri Telepon dan Telegraf
Iran Mehdi Tabeshian, Menlu Malaysia Hamid Albar, Menlu Oman
Yusuf bin Alawi bin Abdullah, Menteri Urusan Luar Negeri Qatar
Ahmad Al-Mahmoud, Menteri Urusan Luar Negeri Singapura Ow Chin
Hock, dan Dubes Uni Emirat Arab Mohammed Sultan Al Sowaidi.

Pertemuan Nusa Dua itu merupakan kelanjutan dari pertemuan
serupa di Jakarta, pada awal Mei. Hanya saja, pada pertemuan
Sabtu itu, Arab Saudi dan Kuwait tidak hadir.

"Indonesia setuju untuk menyiapkan serangkaian proposal proyek
dan informasi terkait untuk dikirimkan terlebih dulu kepada
kalangan sektor swasta di negara-negara peserta pertemuan," kata
Shihab. Ia menambahkan Indonesia juga segera mengirim misi ke
negara masing-masing.

Masih menguntungkan

Sementara itu, menanggapi komentar pengusaha Ciputra yang
mengatakan banyak pengusaha lari ke negara lain karena alasan
keuntungan atas investasi (RoI/Return on Investment) di
Indonesia yang rendah, ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM)
Anggito Abimanyu mengatakan tak setuju.

Menurutnya, peluang investasi di Indonesia masih menguntungkan
(profitable). Di pasar saham, dengan harga saham yang sangat
murah sekarang ini, mestinya para investor sudah mulai membeli
aset-aset yang ada di Indonesia (time to buy).

Namun untuk investasi langsung, memang investor asing harus
mencari mitra strategis (strategic partner). Anggito sendiri
melihat, sebenarnya banyak perusahaan atau mitra dari Indonesia
yang cukup baik, yang sudah beroperasi sekian lama dan terbukti
bersih. "Jadi investor sebetulnya tidak perlu takut," katanya.

Soal tingginya RoI itu sendiri, menurut Anggito, lebih
disebabkan karena risiko investasi yang dinilai masih tinggi,
sehingga investor masih wait and see, atau bahkan wait and
worry. Sikap ini, menurut dia, ditunjukkan baik oleh investor
yang sudah ada di Indonesia yang ingin melakukan ekspansi,
maupun oleh investor yang baru akan masuk.

Secara terpisah, pengamat ekonomi Hartoyo Wignyowiyoto
mengatakan, RoI sangat ditentukan biaya dan pendapatan. Kalau
biaya besar, sementara pendapatan kecil, maka ROI rendah.
Perubahan arsitektur politik dan ekonomi yang sedang berjalan di
Indonesia, mengakibatkan munculnya calo-calo politik dan calo-
calo ekonomi. Akibatnya, biaya investasi menjadi bertambah
besar.

Selain itu, menurut Hartoyo, saat ini banyak perusahaan yang
mengalami kapasitas menganggur (under utilizer), akibat
kesulitan modal kerja, karena perbankannya belum jalan. Untuk
ini, menurut Hartoyo, pemerintah harus segera membenahi
kelembagaan. (vik/po9)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Jul 2000 jam 07:21:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke