----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 7 Juli 2000

CROSSBOY DPR

PARA anggota DPR bisa diibaratkan bertingkah laku seperti
'crossboys' dalam mengajukan hak interpelasi. Mereka sedang
berusaha mengeroyok Gus Dur, karena dianggap telah mengganggu
kawan mereka. Yang berlaku dalam semangat mengeroyok seperti itu
bukanlah pencarian kebenaran, tapi "memukuli dan mengalahkan".
Dalam konteks ini, apapun kelak jawaban Gus Dur, akan tidak
memuaskan mereka. Ini karena ukuran kebenaran telah ditetapkan
sendiri dan secara sepihak oleh mereka berdasarkan tujuan khusus
untuk mempermalukan presiden.

Saya menilai fenomena keroyokan politik dan 'crossboys' di DPR
ini menunjukkan betapa kita membutuhkan bukan hanya pemerintah
yang baik, tapi juga oposisi yang baik. Kalau Yusuf Kalla dan
Laksamana Sukardi bersikap ksatria harusnya mereka menantang Gus
Dur untuk "berkelahi satu lawan satu" dengan cara menuntutnya ke
pengadilan. Demikian juga dengan Golkar dan PDI-P, seharusnya
berani menarik semua orang-orangnya dari kabinet untuk
menjadikan oposisi secara penuh. Bukannya berkomplot untuk
melakukan keroyokan politik demi kepentingan yang sama sekali
tidak berkorelasi dengan perasaan dan kepentingan aktual politik
saat ini, seperti pemulihan ekonomi, peradilan kasus Soeharto,
penyelesaian damai Tragedi di Maluku dan Aceh serta proses
rekonsiliasi nasional.

Pada pandangan saya, Gus Dur tidak perlu menjawab terhadap hak
interpelasi yang dilakukan DPR, karena ia sendiri memiliki
kewajiban untuk mengoreksi penggunaan hak interpelasi itu dalam
rangka mengembalikan tata kontrol legislatif kepada rel
konstitusionalnya yang benar. Menjawab interpelasi DPR hanya
berarti melestarikan kekeliruan yang semestinya dihentikan.

Hendardi
Ketua PBHI, Jakarta

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Jul 2000 jam 10:13:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke