---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Lagi, Baku Tembak di Kutamakmur LHOKSEUMAWE - Baku tembak antara pasukan kepolisian dengan kelompok sipil bersenjata kembali pecah di dua titik di Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara, Selasa (11/7). Seorang anggota polisi, Baruda Mansyah, dari Resimen I Brimob, tertembak dan sampai malam tadi masih menjalani operasi pengeluaran peluru di Rumkit Kesrem Lhokseumawe. Sedangkan di Aceh Besar, tiga sipil berpakaian loreng, ditangkap oleh aparat ketika sedang melakukan sweeping. Menurut keterangan, laga senjata berantai itu pertama kali berkecamuk di Desa Pulo Barat sekitar pukul 12.30 WIB, dan disusul di Keude Beureughang pukul 15.00 WIB. Selain melukai seorang aparat, dua unit mobil yang dikendarai aparat keamanan berlubang- lubang diterjang peluru senjata api yang diperkirakan jenis M-16 dan AK-47. Kapolres Aceh Utara Superintendent Drs Syafei Aksal yang dikonfirmasi tadi malam menjelaskan, peristiwa penghadangan dan pemberondongan itu terjadi pada saat dua mobil, truk dan minibus aparat yang dipimpin Senior Inspektur Tumpal Sitinjak, sedang dalam perjalanan ke Nisam untuk mengantar logistik kebutuhan pasukan. Dalam keterangan yang dilanjutkan Perwira Penghubung Senior Inspektur Drs AM Kamal, kapolres menambahkan setiba di Desa Pulo Barat, iringan kendaraan roda empat dihadang dan diberondong dari sisi kiri dan kanan jalan. "Tembakan paling gencar berlangsung dari sisi kiri yang mengakibatkan seorang anggota kita tertembak di paha kiri," ungkap Syafei. Menurutnya, aparat sengaja mengambil jalan melalui Kutamakmur untuk menuju Nisam untuk menghindari peristiwa penyanggongan. "Ternyata melalui jalur ini kita diberondong juga," kesal kapolres. Pasca pemberondongan itu, dua truk aparat keamanan yang dipimpin Inspektur Polisi II Agung meluncur dari Nisam memberi pertolongan. Saat melintasi kawasan Keude Beureughang, pasukan ini juga diberondong. Namun, dalam kontak senjata selama 15 menit itu tidak ada korban jiwa. Atas kejadian itu, tim modalitas keamanan yang mewakili pemerintah RI segera mengajukan protes keras ke Furom Bersama di Jenewa. "Kami sangat menyesalkan atas kejadian penghadangan anggota Brimob yang sedang mengantar anggotanya ke Polsek Nisam. Pelanggaran berat yang terjadi pekan lalu, ternyata kini terulng lagi. Nampaknya penghadangan itu ada unsur kesengajaan. Kami akan layangkan kembali protes keras untuk kedua kalinya ke Forum Bersama di Jenenwa," kata Ketua Tim RI Senior Superintendet Ridwan Karim kepada Serambi tadi malam. Sedangkan dari pihak GAM, belum ada pernyataan resmi terhadap peristiwa tersebut. Sipil Loreng Ditangkap Sementara itu, tiga warga sipil berseragam loreng yang sedang melakukan sweeping terhadap pengguna jalan di kawasan Desa Blang Preh, Kecamatan Sukamakmur, Senin tengah malam (10/7), diringkus tim BKO Brimob dan Gegana dari Banda Aceh. Kapolres Aceh Besar, Superintendet Sayed Husaini kepada wartawan kemarin mengatakan, penangkapan itu terjadi setelah adanya laporan masyarakat. Ketiga lelaki berpakaian loreng itu, kata Sayed Husaini menirukan laporan masyarakat, memeriksa setiap kenderaan yang lewat. Berdasarkan laporan itu, Polres menurunkan tim BKO Brimob dan Gegana dengan menggunakan tiga mobil preman. Persis di lokasi sweeping, mobil petugas segera distop oleh sejumlah sipil berseragam loreng. Pada saat pintu mobil dibuka, ketiga lelaki berseragam loreng itu mencoba memeriksa. Namun tangannya segera ditarik ke dalam mobil hingga tak berkutik. Pada saat bersamaa, sejumlah pasukan Brimob turun dengan senjata siap tembak. Akibatnya, sejumlah lelaki berpakaian preman yang ikut melakukan sweeping, segera berlarian menyelamatkan diri. "Anggota tidak melakukan pengejaran terhadap teman-temn tersangka lainnya. Apalagi, yang lari itu sebagian besar tidak berseragam loreng. Kita khawatir mereka itu hanya penduduk setempat yang hanya nonton saja," kata Kapolres. Ketiga sipil berseragam loreng yang diringkus itu, masing-masing bernama Syaiful (24), Supriadi (23), keduanya warga Desa Lampreh. Sedangkan Anwar (22) berasal dari Desa Tumpuk Teungoh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar. "Dari ketiga tersangka, tidak ditemukan senjata api ataupun senjata tajam. Tapi, petugas hanya menyita sebuah HT dari salah seorang tersangka," ujar Kapolres. (tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Jul 2000 jam 03:55:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
