---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Oknum TNI Tadah Kendaraan Curian BANDA ACEH- Teka-teki keterlibatan oknum TNI-AD dalam kasus pencurian kendaraan roda dua di Banda Aceh kini terjawab sudah menyusul pengakuan resmi Komandan Kodim 0101 Aceh Besar, Letkol Inf Ferdinand Setiawan. "Saya mengakui memang ada oknum TNI-AD di Mata Ie, tampung kendaraan curian," kata Dandim. Jawaban yang cukup mengejutkan sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat konsultasi dan diskusi Jeda Kemanusiaan di Aula Pemda Banda Aceh kemarin, mengucur begitu saja dari mulut orang nomor di tubuh TNI-AD Aceh Besar dan Banda Aceh ini. Selaku Komandan Kodim, ia tak ingin melihat Jeda Kemanusiaan dikotori dengan perbuatan dan tindakan yang merugikan masyarakat. Apalagi yang melakukan itu oknum TNI sendiri. Karenanya, kata Dandim yang didampingi Kapolres Aceh Besar, Superintendent Sayed Husaini dan Walikota Banda Aceh, Drs Zulkarnain, ia telah menindak tiga anak buahnya yang bertugas di markas TNI-AD Mata Ie. Selain ditindak, ketiga oknum prajurit yang telah membeli tiga kendaraan roda dua curian, juga diperintahkan segera mencari oknum penjual. Selanjutnya, terang Dandim, kendaraan hasil curian tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya. Kemarahan Dandim atas prilaku oknum prajurit yang menampung tiga kenderaan curian, bukan hanya sebatas menindak oknum bersangkutan. Akan tetapi, perwira pimpinan yang anak buahnya terlibat, ikut ditindak. "Memang atasannya bagus, tapi bawahannya yang parah," ujar Ferdinand Setiawan kesal. Pengakuan Dandim di hadapan puluhan kepala dinas, camat, dan pejabat instansi terkait di jajaran Pemda Kota Banda Aceh itu berkaitan laporan dan sinyalemen Kadis Pertanian Tanaman Pangan, H Anwar Arsyad. Selain minta razia ditingkatkan, Anwar juga melaporkan dua kendaraan roda dua di instansinya hilang diambil orang. Kecuali itu, Anwar juga menginformasikan kendaraan yang hilang itu pernah terlihat di Mata Ie. Tentang kebenaran isu tersebut, Kapolres yang diberi kesempatan pertama menjawab sejumlah pertanyaan peserta, menunda jawaban apa yang dipertanyakan Anwar Arsyad. Khusus pertanyaan yang satu itu, Kapolres minta Dandim yang menjawabnya. Sedangkan Kapolres sendiri menjawab bagian lain dari lima pertanyaan yang mengemuka. "Kalau minta razia ditingkatkan, saya menyambut baik. Tapi kalau masalah kendaraan curian yang katanya terdapat di markas TNI-AD Mata Ie, itu yang menjawabnya Pak Dandim," kata Sayed Husaini. Mendengar permintaan Kapolres, Dandim Aceh Besar tampak tersenyum. Lalu, Kapolres melanjutkan jawaban dari pertanyaan Kadis LLAJ, Kakandepnaker, Kepala BPS, serta Kadis P dan K Banda Aceh. Menurut Kapolres, soal kesemrautan kota, larangan kutipan restribusi dari kendaraan labi-labi di terminal Jalan Diponegoro oleh pihak-pihak tertentu, serta pembangkangan truk-truk barang yang membongkar muatannya di dalam kota, harus dipikirkan bersama- sama. Untuk menertibkan ini, polisi akan mendukung apa yang dikeluhkan Kadis LLAJ, Amri Yahya SH, janji Kapolres. Soal pengangguran yang semakin banyak menyusul tutupnya 106 perusahaan akibat krisis ekonomi yang dikeluhkan Kakandepnaker, Drs Muzzakir Sulaiman, Kapolres belum bisa mencari solusi. Demikian juga soal TKI, khususnya TKI pria yang ditolak beberapa perusahaan di Malaysia. Sedangkan keluhan Kepala BPS yang menemui kendala saat melakukan sensus penduduk akhir Juni lalu, menurut Kapolres itu tak masalah. "Kalau ada larangan sensus, nanti sesudah aman di sensus lagi," ujar Kapolres enteng. Dikatakan, kalau datanya sudah mencapai 90 persen, itu sudah bagus. Selebihnya bisa diulang kapan-kapan jika kondisi memungkinkan. Namun ketika menjawab pertanyaan apakah Jeda Kemanusiaan diperpanjang setelah tiga bulan, Kapolres langsung menyerah. "Itu keputusan politik pemerintah RI-GAM dalam rangka mencari solusi penyelesaian kasus Aceh. Kita tunggu saja apa hasil berikutnya sambil terus melaksanakan apa yang telah diputuskan dalam Jeda Kemanusiaan yang berlaku 2 Juni-2 September mendatang," lanjut Kapolres sehubungan pertanyaan Kadis P dan K Banda Aceh, Naslisyah SH. Menyangkut sinyalemen yang menyebutkan ada kenderaan curian yang dipakai oknum TNI yang kini bermarkas di Mata Ie, Dandim Aceh Besar mengakui memang ada. Sejauh ini, terang Dandim, hanya tiga kenderaan curian yang kedapatan dibeli mereka. Dan itu sudah diakui oknum anggotanya yang sengaja membeli dengan harga murah. Masih menurut cerita Dandim, ketiga prajurit yang kedapatan memiliki kenderaan ilegal, membelinya dengan harga Rp 100.000/unit. Selain harganya murah, mereka juga mengaku tak sanggup membeli yang baru karena gaji mereka rendah. Namun, Dandim tak bisa menerima alasan itu seraya meminta dikembalikan kepada pemiliknya melalui oknum penjual semula. Berkaitan maraknya kasus pencurian kenderaan dan pelanggaran rambu- rambu lalulintas, Dandim menyebutkan mulai hari ini (kemarin-red) pihaknya bersama Polri, POM, serta unsur TNI terkait, melakukan razia gabungan secara besar-besaran. "Siapapun pemilik kenderaan yang tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat, pasti ditindak. Tak terkecuali oknum TNI/Polri," tegas Dandim. Walikota Banda Aceh, Drs Zulkarnain yang ditanyai Serambi sehubungan kinerja jajaran pemerintahan selama jeda berlangsung, menyebutkan sudah baik. Begitupun, ia tidak membantah ada beberapa kendala di lapangan akibat pencurian sejumlah kenderaan operasional sebagaimana dilaporkan sejumlah kadis dan pimpinan beberapa instansi di lingkungan Pemda setempat.(rid) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Jul 2000 jam 04:40:09 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
