---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- DARI SARADAN KE SEBUAH KESATUAN JAKARTA, (TNI Watch! 12/7/2000). PT Pindad beberapa hari lalu menjelaskan bahwa TNT yang tidak meledak dalam kasus peledakan Kantor Kejaksaan Agung sudah diserahkan ke Gudang Amunisi TNI-AD di Saradan, Madiun. Namun, seorang pejabat militer Gudang Amunisi Saradan, instansi militer di bawah Staf Umum Angkatan Darat (SUAD), bom yang diproduksi tahun 1996 itu sudah diserahkan ke sebuah kesatuan yang tidak disebutkan. Perlu diketahui, Gudang Amunisi di Saradan selama ini berfungsi sebagai penyimpan, merawat atau memelihara serta mendistribusikan. Sedangkan operasionalisasinya langsung di bawah kendali Mabes TNI-AD. Tampaknya, tidak akan lama lagi, kesatuan terakhir yang menerima bahan peledak militer itu akan diketahui. Polisi, yang didukung Panglima TNI dan KSAD, sudah memegang nama sebuah batalyon. Informasi ini memang disimpan amat rapi oleh polisi. Namun, kemungkinan besar, batalyon yang menerima amunisi dimaksud berada di wilayah terotorial Kodam V/Brawijaya mingingat gudang amunisi Saradan memang bertugas mendistribusikan bahan amunisi di wilayah itu. Markas Divisi-2 Kostrad ada di wilayah Kodam V/Brawijaya, yakni di Singosari, Malang. Namun, tidak tertutup kemungkinan, peledak itu juga didistribusikan ke wilayah Kodam IV/Diponegoro. Di wilayah Kodam ini ada sejumlah pusat pendidikan bintara dan tamtama (Klaten dan Gombong)yang membutuhkan amunisi, termasuk bahan peledak untuk latihan. Juga, ada sejumlah markas batalyon Kostrad dan sebuah grup Kopassus di Kartosuro. Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Sudi Silalahi membantah, ada bahan peledak yang raib dari kesatuan-kesatuan organik di bawah Kodam V/Brawijaya. Pengumuman kesatuan terakhir penerima bahan peledak itu, tinggal menunggu waktu. Masalahnya, apakah polisi berani mengumumkannya? Daftar Ledakan Bom di Jakarta: 1. Peledakan bom di Pos Jaga Rumah Dinas Sutiyoso, Agustus 1998 2. Peledakan bom di Galeri ATM Atrium Senen, 11 Desember 1998 3. Peledakan bom di Toserba Ramayana, Jl. Agus Salim, 2 Januari 1999 4. Peledakan bom di Toserba Kelapa Gading, Jl. Boulevard Raya, 10 Februari 1999 5. Peledakan Masjid Istiqlal, April 1999. 6. Peledakan bom di Hayam Wuruk Plaza dan Jl. Keamanan Jakarta Barat, 15 April 1999. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - -------------------------------------------------- SiaR WEBSITE: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Jul 2000 jam 10:39:27 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
