----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PERILAKU PARA JENDRAL DAN KESEJAHTERAAN PRAJURIT

        JAKARTA, (TNI Watch! 12/7/2000). Seorang perwira yang baik, di
manapun ditempatkan, tetap akan memberi arti bagi tempat penugasan
yang baru. Itulah yang mungkin bakal terjadi pada Mayjen TNI Saurip
Kadi, yang bakal memimpin Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP). Salah satu
tugas YKEP, adalah upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit.

        Sudah bukan rahasia lagi, kalau kehidupan prajurit sangat
memprihatinkan. Prajurit di sini maksudnya yang memang benar-benar
prajurit, yakni dari golongan tamtama dan bintara, bukan yang golongan
perwira. Adalah hal biasa, bila seorang prajurit, merangkap sebagai
penarik ojek, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, seperti yang
dilakukan anggota Bataliyon Zeni di Kalisari (Jaktim), anggota
Bataliyon Armed 7 (Bekasi), anggota Yonif 201 (Gandaria, Jaktim), dan
dari kesatuan lainnya.

        Banyaknya anggota (oknum) TNI dan Polri yang terlibat dalam tindak
kriminal, sebagian dilatarbelakangi faktor ekonomi. Sudah tak
terhitung anggota TNI dan Polri, yang terlibat dalam perampokan,
peredaran (dan pemakaian) narkoba, dan peredaran (dan pembuatan) uang
palsu. Memang ada faktor perilaku juga, karena disiplin diri yang
kurang, akhirnya mendorong mereka mencari jalan pintas, untuk
mendapatkan uang.

        Termasuk kasus bom yang meledak di Gedung Kejaksaan Agung baru-baru
ini. Bisa jadi bom itu diperjualbelikan oleh oknum TNI. Atau ada oknum
yang bersedia menjadi "tentara bayaran", untuk memasang bom tersebut.
Dari kasus peledakan bom itu, ada pelajaran yang bisa kita petik,
bahwa soal kesejahteran yang minim dan tindak indisipliner anggota
TNI, bisa mengakibatkan peristiwa yang fatal.

        Sementara di pihak lain, kita bisa menyaksikan segelintir perwira
tinggi yang bergelimang kekayaan luar biasa. Bahkan mereka terkadang
sangat demonstratif dalam memamerkan kekayaannya. Itu misalnya
terlihat pada Letjen TNI Purn Soejono (mantan Kasum TNI) dan Letjen
TNI Purn FX Sujasmin (mantan WAKASAD), yang sangat membanggakan
dirinya sebagai pecinta motor besar, yang berharga mahal. Paling parah
adalah Mayjen TNI Purn Herman Sarens Sudiro, yang memiliki hobi tidak
umum, yaitu berburu dan memelihara kuda. Berapa banyak uang yang harus
dihamburkan untuk kesenangan yang aneh itu, sementara di pihak lain
banyak prajurit TNI yang masih hidup menderita.

        Komitmen para jenderal tersebut pada bangsa, patut dipertanyakan.
Kalau terhadap nasib prajurit bawahannya saja mereka bersikap tak
peduli, bagaimana mereka peduli pada rakyat (miskin) yang jumlahnya
jauh lebih besar. Bagaimana mungkin mereka ingat pada
prajurit-prajurit yang sedang dalam kesusahan, sebab para jenderal
tersebut secara sadar memilih gaya hidup hedonis.

        Oleh karenanya, rencana Dephan untuk mengaudit badan usaha milik
Dephan sangat tepat. Juga rencana Pangkostrad untuk mengaudit Yayasan
Darma Putera. Janganlah yayasan atau badan usaha itu dijadikan mesin
uang untuk memperkaya para elit di TNI dan Polri, namun benar-benar
untuk kesejahteraan prajurit.

        Menurut Dirjen Perncanaan Umum dan Anggaran Dephan Gofar Soewarno,
jika dibandingkan dengan negara-negara lain, anggaran pertahanan
Indonesia relatif rendah. Di antara sesama negara Asia Tenggara,
anggaran militer kita tergolong rendah. Sudah anggarannya rendah, itu
pun masih ditilep sejumlah jenderal nakal. Semoga Menhan Juwono
Sudarsono beserta jajarannya, tetap teguh dalam upaya mengaudit
yayasan dan badan usaha di lingkungan Dephan. Dan kepada Saurip Kadi,
kami ucapkan selamat bertugas, semoga bisa memberi manfaat bagi
kesejahteraan prajurit. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku
TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya.
Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi
bersama-sama.

- --------------------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jul 2000 jam 11:02:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke