----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 12 Juli 2000 14:40 UTC

** TNI AKAN KIRIM DUA BATALYON KE MALUKU

** JAWA BARAT DILANDA GEMPA BUMI

** MENLU JERMAN, PRANCIS DAN FINLANDIA BERTOLAK KE FILIPINA

** TOPIK GEMA WARTA: SELAIN GINANDJAR, KENAPA KINI AKBAR TANDJUNG DAN
GOLKAR JUGA MERUPAKAN PUSAT SOROTAN?

** TOPIK GEMA WARTA: MUHAMMADIYAH TUNTUT KETELADANAN ELIT NEGARA

* TNI AKAN KIRIM DUA BATALYON KE MALUKU

Panglima TNI Laksamana TNI Widodo AS akan segera mengirim pasukan ke
Maluku sebanyak dua batalyon, walaupun situasi di sana sudah
bertambah baik setelah diterapkannya status darurat sipil. Menurut
Widodo hal itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan di sana.
Demikian tegasnya usai menghadiri Sidang Kabinet di Bina Graha, Rabu.
Widodo AS menjelaskan, setelah dilakukan operasi penyitaan di sana,
telah diperoleh 117 senjata tajam, 3.380 senjata rakitan, 3.009 bom
rakitan serta 305 granat. Walau telah disita ribuan senjata tajam,
namun TNI tetap mengharapkan masih dapat menyita senjata api dan
senjata tajam yang masih dikuasai masyarakat.

* JAWA BARAT DILANDA GEMPA BUMI

Jawa Barat dilanda gempa bumi. Gempa yang berkekuatan 5,1 Skala
Richter itu, banyak menyebabkan kerusakan. Gempa itu sempat membuat
penduduk Jakarta dan Bandung panik. Ratusan orang lari keluar rumah
dan kantor. Pusat gempa terletak di Selat Sunda, antara Sumatra dan
Jawa. Awal bulan lalu 120 orang meninggal dunia akibat gempa di
propinsi Bengkulu. Gempa tektonik yang dahsyat itu disusul sekitar
dua ribuan gempa susulan.

* MENLU JERMAN, PRANCIS DAN FINLANDIA BERTOLAK KE FILIPINA

Menlu Jerman Joschka Fischer,  menlu Prancis Hubert Verdrine dan
menlu Finlandia Erkki Tuomioja besok Kamis bertolak ke Filipina untuk
berunding tentang kasus penyanderaan di pulau Jolo. Mereka antara
lain akan berbicara dengan wakil pemerintah Filipina yang bertindak
sebagai juru runding dengan para penyandera dari Gerakan Abu Sayyaf.
Gerakan ini sudah berminggu-minggu menyandera pelbagai warga di pulau
Jolo, antara lain tiga orang Jerman, dua orang Prancis dan dua orang
Finlandia. Ketiga menlu dari Eropa itu ingin mendesak pemerintah
Filipina agar mempercepat proses perundingan dengan pemberontak.
Mereka juga menghendaki agar Manila tetap menjamin pengiriman
obat-obatan dan pangan. Mereka juga akan meminta pemerintah Filipina
agar tidak menggunakan kekerasan untuk mengakhiri kasus penyanderaan
ini.

* DEMO PRO DAN ANTI CAMP DAVID DI YERUZALEM

Ribuan warga berdemo di depan rumah dinas perdana menteri Israel Ehud
Barak di Yeruzalem untuk menyatakan dukungan terhadap perundingan
perdamaian di Camp David, AS. Di tempat lain di kota itu para kolonis
Yahudi unjuk rasa menentang perundingan tersebut. Sepanjang
pengetahuan tidak ada insiden terjadi. KTT di Camp David diawali
secara tertutup Selasa malam kemarin. Presiden Amerika Serikat Bill
Clinton, yang bertindak sebagai penengah, sudah mengadakan pertemuan
secara terpisah dengan presiden Palestina Yasser Arafat dan perdana
menteri Israel Ehud Barak. Dalam pertemuan itu Clinton mengimbau agar
masing-masing mencari jalan tengah. Pada hari-hari mendatang usulan
kompromi Amerika ini akan dibahas bersama oleh Barak dan Arafat.
Agendanya antara lain tentang status Yeruzalem dan perbatasan negara
Palestina. Target pembicaraan ini adalah untuk menyusun kerangka
perjanjian perdamaian definitif antara Israel dan Palestina. Kedua
pihak berusaha agar perjanjian itu bisa ditandatangani September
mendatang.

* RUSIA TUNTUT PERANAN PENUH DI G-8

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya ingin memegang
peranan penuh dalam perundingan G-8, gabungan tujuh negara industri
ditambah Rusia. Ketika diwawancara televisi Putin selanjutnya
mengatakan bahwa ia bertekad akan meneruskan reformasi menuju suatu
sistem ekonomi pasar yang terorganisir. Ucapan Putin ini disampaikan
menjelang perundingan para menteri luar negeri G-8. Pertemuan dua
hari yang diadakan di Jepang ini, antara lain akan membicarakan
masalah perkembangan di Timur Tengah, di Balkan dan Korea. Masalah
program anti rudal Amerika juga akan dibahas. Pertemuan para menlu
G-8  itu untuk mempersiapkan KTT G-8 yang dijadwalkan sepuluh hari
lagi di Jepang.

* PERUNDINGAN AS-KOREA UTARA TENTANG RUDAL GAGAL

Perundingan antara Amerika Serikat dan Korea Utara tentang program
rudal Korea Utara tidak berhasil membuahkan terobosan. Pada hari
terakhir dari perundingan tiga hari di Kuala Lumpur, Malaysia, Korea
Utara menuntut satu milyar dolar sebagai imbalan menghentikan ekspor
rudal. Uang itu sebagai kompensasi terhadap kerugian Pyongyang akibat
dihentikannya ekspor rudal itu. Setelah Washington menyetujui
kompensasi itu, baru  Pyongyang bersedia kembali berunding. Amerika
serta merta mengatakan tidak bersedia memenuhi tuntutan Korea Utara
itu. Namun Amerika bersedia memulihkan hubungan ekonomi secara
bertahap. Washington berharap bisa melanjutkan perundingan dengan
Korea Utara beberapa bulan lagi.

* SELAIN GINANDJAR, KENAPA KINI AKBAR TANDJUNG DAN GOLKAR JUGA
MERUPAKAN PUSAT SOROTAN?

Akbar Tandjung dan Ginandjar Kartasasmita, para mantan pendukung
Soeharto, adalah tokoh-tokoh penentu Golkar yang  memegang kunci di
DPR dan MPR. Mereka adalah pemegang kunci  gerakan hak interpelasi
dan hak angket yang bisa menjatuhkan Gus Dur nanti. Karena itulah
tiba-tiba bermunculan ranjau-ranjau  untuk melumpuhkan Akbar,
Ginandjar dan Golkar. "Masyarakat reformasi memang akan senang
melihat kedua orang itu dibelakang trali besi", kata seorang anggota
PKB. Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:

Menjelang Sidang Umum MPR Agustus mendatang, perang bongkar
membongkar kasus KKN mulai dilansir pelbagai kekuatan politik di
legislatif. Matori Abdul Djalil, Ketua Umum PKB kemarin menyatakan,
kalau DPR sampai menggunakan hak angket untuk mengusut Brunei Gate,
maka Fraksi PKB akan membongkar masalah KKN Taperum yang menyangkut
Ketua DPR Akbar Tandjung. Namun anehnya, Matori menganggap upaya PKB
ini bukan usaha balas dendam.

Sementara itu tokoh Golkar Ginandjar Kartasasmita kemarin lagi-lagi
membantah bahwa ia telah ikut berusaha menjatuhkan Gus Dur. "Golkar
tidak ada niat menyarankan penyelenggaraan Sidang Istimewa," kata
Ginandjar kepada SCTV kemarin malam. Ginandjar yang belakangan nampak
gugup dan pucat pada setiap wawancara, yakin bahwa tidak ada upaya ke
arah itu dari parpol-parpol lain. "Orang itu hanya melihat
bayangan-bayangan yang tidak ada", kata Ginandjar merujuk pada Gus
Dur. Ginandjar melihat hantu-hantu itu diciptakan sendiri oleh Gus
Dur. Diakuinya bahwa itu memang merupakan permainan yang mengasyikan
untuk mengisi waktu. Lama-lama isyu itu menggelembung dan orang-orang
Gus Dur ini termakan isyu-isyu yang sesungguhnya mereka ciptakan
sendiri. Misalnya bahwa ia ingin menjatuhkan Gus Dur dan menaikkan
Megawati sebagai presiden. Ginandjar menggap isyu itu "mengerikan".
Apalagi jika kita terlena oleh isyu-isyu yang tidak ada itu.
"Akhirnya kita lupa akan persoalan-persoalan yang riil seperti
masalah Maluku, dan masalah perekonomian yang tak kunjung beres",
katanya. Ginandjar mengingatkan pemerintah agar jangan menganggap
remeh perubahan kurs rupiah saat ini. Bukankah karena anjloknya nilai
rupiah, Indonesia terpuruk pada zaman Soeharto, katanya. Soal Maluku
ia mengatakan, "kita lihat saja bagaimana jawaban presiden nanti.
Saya ini hanya satu dari 700 anggota MPR," katanya. Kalau sudah
memperjelas masalahnya, maka Ginandjar yang mantan menteri Soeharto
ini berharap presiden bisa berkonsentrasi pada masalah yang
sungguh-sungguh memerlukan perhatiannya.

Di mata Gus Dur Ginandjar memang perlu ditertibkan karena dianggap
menguasai suara-suara para utusan daerah. Kerjasama utusan daerah,
poros tengah dan fraksi Golkar sudah dianggap cukup untuk menjatuhkan
Gus Dur. Dengan latar belakang itu dapat dimengerti mengapa para
pendukung Gus Dur kini mengincar dosa-dosa KKN Ginandjar dan Akbar
agar para mantan pendukung Soeharto ini tidak ikut-ikut menjatuhkan
Gus Dur. Selama ini mereka dituduh telah mengadu domba Megawati
dengan Gus Dur dan menjalin koalisi dengan Poros Tengah.

Dalam pada itu tokoh Muhamadiyah Dawam Rahardjo kemarin menyatakan
tidak setuju jika kedatangan Mega, lengkap dengan jilbabnya, pada
penutupan Muktamar Muhammadiyah ke 44, Selasa lalu, sampai
dikait-kaitkan dengan SU MPR bulan depan. Namun Dawam percaya bahwa
ada juga dukungan yang diberikan kalangan Muhamadiyah kepada Mega
untuk menggantikan Gus Dur, Agustus nanti. Ia juga menegaskan yakin
bahwa seandainya Mega menggantikan Gus Dur, maka keadaannya akan
lebih aman. "Mega tidak akan sembarangan terhadap kalangan
Muhamadiyah," katanya. Megawati  akan bersikap lebih hati-hati.
Menurut Dawam, situasinya akan semakin sulit kalau Gus Dur tidak
segera mundur. "Kalau Gus Dur terus memimpin, saya kira bangsa ini
akan terus terpuruk," katanya.

Sementara itu permintaan Mega agar diterima sebagai keluarga
Muhammadiyah, ditanggapi lain oleh pengamat politik Hermawan
Sulistyo. Ia menganggap langkah Mega itu bukanlah dalam rangka
mencari dukungan. Sebab, Mega tidak membutuhkannya dan Muhammadiyah
juga belum tentu mendukung Mega, katanya. Hermawan Sulistyo
mengatakan hal itu pada seminar di Hotel Regent Jakarta kemarin.
Hermawan lebih melihat, permintaan itu merupakan langkah Mega untuk
mengambil jarak yang sama dengan semua pihak. Menanggapi pernyataan
Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif yang menyatakan, jika Gus Dur
turun maka Mega yang akan naik, Hermawan tidak melihat hal itu
sebagai dukungan Muhammadiyah kepada Mega. Hermawan berpendapat,
pernyataan tersebut justru merupakan peringatan Syafi'i terhadap
Amien Rais. Menurut dia, pernyataan Syafi'i itu sudah sesuai dengan
konsitusi Indonesia selama ini.

Selanjutnya Hermawan juga menyinggung peran Ketua DPR Akbar Tandjung,
yang dianggapnya sebagai sisa rezim Orba yang tidak memiliki moral
untuk memimpin bangsa ini. Dua tahun lalu, Akbar ikut mengangkat
Soeharto. Setelah itu ikut mendukung Habibie dan kini ikut mengangkat
Presiden Abdurrahman Wahid. "Mungkin banyak orang yang lupa, tapi
saya tidak," katanya. Menurut Hermawan, tidaklah berlebihan jika
Partai Kebangkitan Bangsa berniat membidik Akbar lewat kasus Tabungan
Perumahan Umum (Taperum) semasa menjabat Menpera pada masa rezim
Soeharto. Hermawan menuding Ketua Umum Golkar itu sebagai orang yang
telah ikut menjerumuskan bangsa ini ke dalam krisis ekonomi yang
berkepanjangan. "Termasuk yang bertanggung jawab adalah Golkar secara
keseluruhan," kata Hermawan Sulistyo kepada pers Jakarta. Selanjutnya
Hermawan menyatakan, untuk menyelamatkan agenda reformasi, Gus Dur
harus  membersihkan dirinya dari sisa-sisa Orde Baru. Termasuk di
dalamnya orang-orang semacam Akbar Tandjung. Ia juga menyatakan
keheranannya melihat orang-orang sisa Orba seperti Akbar yang telah
mengangkat Soeharto dan Habibie, kini malah mau menurunkan Presiden
Gus Dur.

Akbar Tandjung  akhir-akhir ini memang sedang disorot pers. Di
kalangan masyarakat pun saat ini sedang beredar sejumlah dokumen yang
berisi dugaan penyelewengan dana Taperum (Tabungan Perumahan) bagi
Pegawai Negeri Sipil. Dokumen-dokumen tersebut menyebutkan
keterlibatan mantan Menteri Perumahan Rakyat pada masa Orba, yaitu
Akbar Tandjung. Yang menarik, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa tengah
menyiapkan draft usulan untuk mengadakan penyelidikan kasus
penyelewengan dana Taperum itu. Usaha ini jelas dianggap pihak Golkar
sebagai upaya menggembosi Ketua Umum mereka. Akbar sendiri
menganggapnya sebagai usaha politik Fraksi PKB untuk merusak
citranya. Akbar tampaknya menjadi bidikan pemerintahan Gus Dur
setelah Ginandjar yang akhir-akhir ini terus menerus sibuk
membersihkan dirinya dari keterlibatan kasus Freeport dan Balongan.
Tetapi data-data mengenai Akbar memang cukup sehingga agaknya sulit
bagi Akbar untuk menghindar dari serangan-serangan ini Fraksi PKB.

Sedangkan Ginanjar ketika kemarin berbicara didepan Komisi VIII
tampaknya berhasil menangkis pelbagai tuduhan selama ini. Tetapi
Akbar Tandjung setelah kasus Taperum diberitakan akan disasar juga
soal dana-dana SDSB yang dikelola pengusaha Didi Darwis. Pada zaman
Soeharto, Akbar diketahui banyak menerima dana SDSB bersama
Gafur,Sudomo dan Alamsyah Ratuperwiranegara.

* MUHAMMADIYAH TUNTUT KETELADANAN ELIT NEGARA

Intro: Muhammadiyah tadi malam mengakhiri muktamarnya yang ke 44
dengan sambutan dari Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri. Megawati,
yang tampil dengan jilbab, mencatat Muhammadiyah dalam rapat Panitia
Persiapan Kemerdekaan pada tahun 45 pernah mencabut usulan menjadikan
Islam sebagai ideologi negara. Dengan demikian Muhammadiya telah
menjadikan dirinya sebagai salah satu pendiri negara ini. Dan
sekaligus telah menyumbang pada kesatuan negara. Inilah sebuah
pelajaran yang penting bagi generasi muda dan para kader
Muhammadiyah. Demikian Wapres Megawati. Sambutan Wapres tersebut
menarik perhatian pada saat beberapa kalangan politisi Partai Amanat
Nasional (PAN) yang dekat dengan Muhammadiyah seperti AM Fatwa,
sekarang bergeser posisi dan memberikan dukungan kepada Megawati
sebagai kemungkinan pengganti Gus Dur. Syafi,i Ma'arif secara
tersirat menilai kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres
Megawati belum memadai. Soalnya keadaan negara dewasa ini, kalau
disingkat dalam satu kata adalah semrawut.

Syafi,i Ma'arif (SM): Semrawut. Semrawut itu artinya tidak karuan.
Memang sebagian besar politisi yang muncul ya sejak gerakan reformasi
ini memang jam terbangnya belum lama. Dan mereka menjadi politisi
secara mendadak yang tidak menghayati kehidupan bangsa ini secara
mendalam. Dan juga pengalaman yang sangat terbatas. Jadi dengan
demikian daya serap mereka terhadap aspirasi masyarakat lemah sekali.
Bagi saya garis demarkasi antara Orde Lama, Orde Baru kemudian Orde
Reformasi itu tidak begitu penting sebenarnya. Yang penting adalah
apakah sudah terjadi transformasi mental . Kalau sudah terjadi, ndak
jadi masalah. Mereka mempunyai komitmen terhadap cita-cita reformasi:
penegakan hukum, demokratisasi, mempercepat otonomi daerah, keadilan
dan segala macam. Keadaan sudah parah ya. Ditambah lagi dengan
pernyataan-pernyataan yang kontroversial, yang tidak konsisten. Itu
menambah parahnya keadaan. Dan saya ndak tahu apakah Gus Dur
menikmati itu. Ya, kontroversi itu apa dinikmati? Orang bingung apa
dia menikmati? Itu saya tidak tahu. Gus Dur adalah sahabat saya. Saya
kenal baik, tetapi di dalam sikap-sikap politik tentunya saya berbeda
dengan dia. ..... Ya memang, orang Muhammadiyah itu tersebar di PAN,
di PPP, di Golkar dan juga di PBB serta di Keadilan.

Radio Nederland (RN): Bagaimana untuk menciptakan suasana kondusif
atau suasana untuk membangun kembali Indonesia ini?

SM: Ya saya rasa itulah proses penyadaran, proses pencerahan dan
proses pencerdasan. Dan ini harus dilakukan, diberi contoh oleh yang
di atas. Karena, dalam sebuah masyarakat yang paternalistik, itu
contoh di atas itu penting sekali. Nah, itu yang tidak ada sekarang
ini. Jadi kita juga mengalami krisis keteladanan. Sudah lama ini,
bukan baru. Seharusnya dengan munculnya Gus Dur, Amien Rais, Akbar
Tandjung yang secara formal mewakili kultur santri seharusnya mereka
bisa berembug bersama, menyamakan visi, menyamakan bahasa ya, tapi
belum terjadi. Itu yang saya .... saya risau itu.

RN: Apakah bapak melihat bahwa antara elit-elit politik ini ada
kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi, atau ambisi pribadi
untuk duduk di kursi RI 1?

SM: Bisa saja, tetapi yang saya kenal dekat Amien Rais. Amien Rais
ini bisa jadi dia punya ambisi untuk menjadi presiden. Tetapi
komitmennya kepada keadilan, kepada penderitaan rakyat itu, kuat
sekali. Saya tahu. Dan kalau dia memang punya ambisi untuk jadi
presiden saya rasa dalam rangka ini. Ia ingin mengaktualisasikan
cita-cita besarnya itu. Ini bukan karena saya teman dengan dia. Saya
sendiri sering mengeritik Amien Rais.

Demikian Syafi,i Ma'arif.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jul 2000 jam 16:45:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke