----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur Titik Penyeimbang
Bila Dicabut, Timbul Persoalan Besar

Ketua Umum Komite Pusat Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Sudjatmiko
menilai upaya penjegalan terhadap Gus Dur justru makin menimbulkan berbagai
persoalan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia.

"Upaya penjegalan Gus Dur oleh sekelompok elit politik justru akan menambah
persoalan bangsa. Sebab, sejak awal pemilihan Gus Dur sebagai Presiden
didukung oleh berbagai kelompok khususnya dari poros tengah," ujarnya usai
acara dialog Membangun Rekonsilisasi, Mempertegas Transformasi Indonesia
Baru di Fakultas Hukum Unair, Surabaya, Sabtu.

Menurut Budiman, Gus Dur harus bisa lebih memainkan perannya sebagai
penyeimbang secara konsisten utamanya terhadap Megawati, Amien Rais dan
Akbar Tandjung.

"Kalau titik penyeimbang itu dicabut, akan menimbulkan persoalan besar.
Artinya bakal terjadi proses penghancuran di jalur horizontal yang luar
biasa dan semakin memperumit persoalan bangsa. Untuk menyelesaikannya
persoalan tadi, tidak cukup satu generasi," tambah Budiman.

Ditambahkan, bila Gus Dur diturunkan secara tidak konstitusional, maka semua
orang akan marah, khususnya para pendukung Gus Dur termasuk massa NU. "Tapi
kalau Gus Dur diturunkan secara demokratis, saya yakin mereka akan menerima
dengan lapang hati," tukasnya.

Salah satu ukuran Gus Dur diturunkan atau tidak, menurutnya, dengan
mempertimbangan apakah Gus Dur melanggar UUD 45, GBHN atau Ketetapan MPR.
Namun bila Gus Dur diturunkan gara-gara mencopot dua menterinya (Laksamana
Sukardi dan Yusuf Kalla), itu bukan sebuah pelanggaran konstitusi, tapi hak
prerogatif presiden. Begitu juga usulan Gus Dur terhadap pencabutan Tap MPRS
No XXV/1966.

"Saya kira langkah Gus Dur itu bukan sebagai pelanggaran. Jangan-jangan hal
itu sebagai upaya DPR-MPR untuk menurunkan Gus Dur sebagai Presiden,"
tandasnya.

Pihaknya juga menilai, Gus Dur adalah seorang 'tawanan politik' dari sebuah
kompromi instan pada Sidang Umum nanti. Risiko yang paling buruk adalah
menyusun kabinet sesuai keinginan �sipir�.

Gus Dur bisa dikatakan melakukan pelanggaran, bila benar-benar terbukti
melakukan mengkhianati bangsa dan negara seperti dengan menjual negara. Bagi
seorang presiden, tuduhan korupsi bukan sebagai pelanggaran konstitusi.
Namun tuduhan itu bukan berarti tidak harus diusut, meski tuduhan itu belum
tentu akan terbukti, katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Jul 2000 jam 09:10:53 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke