---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Republika, 12 Juli 2000 Intervensi Internasional di Maluku Keterlibatan pihak asing dalam masalah dalam negeri suatu negara mengurangi kedaulatan negara tersebut. Apapun alasannya. Dan, itulah yang ingin dicegah oleh sebagian besar rakyat negeri ini atas seruan Parlemen Eropa bagi intervensi internasional di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Konflik SARA yang menelan banyak korban jiwa masih tetap berlangsung di kedua provinsi itu sejak satu setengah tahun lalu. Memang, harus diakui terus berjatuhannya korban jiwa di daerah produsen rempah-rempah itu menunjukkan kekurangmampuan bangsa kita, terutama pemerintah untuk mengatasinya. Walau berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pemberlakuan Darurat Sipil sejak dua minggu lalu. Wakil Presiden Megawati dan Panglima TNI Laksamana Widodo telah mengunjungi daerah itu. Tapi, 'perang saudara' antara pemeluk agama Islam dan Nasrani tak kunjung berhenti. Apalagi yang harus dilakukan? Ada usul agar Amerika Serikat dan PBB melakukan intervensi. Semuanya mengundang pro dan kontra, sementara rakyat daerah itu terus menderita. Terhadap seruan Parlemen Eropa itu, Menlu Alwi Shihab telah memberikan peringatan keras agar masyarakat internasional tidak melakukan intervensi dalam urusan dalam negeri Indonesia. Namun, Indonesia tidak menolak bantuan kemanusiaan. Sikap pemerintah ini patut didukung. Sebab, sekali kita mengizinkan pihak asing terlibat martabat bangsa kita merosot. Tapi, itu tentu saja tidak berarti korban dibiarkan berjatuhan. Yang diperlukan kini bukan hanya sikap menolak campur tangan asing, tetapi kemampuan untuk menyelesaikan perang saudara itu. Tidak cukup hanya dengan 'statement', tetapi dengan 'action' atau tindakan cerdas dan tegas. Rakyat menunggu-nunggu tindakan itu. Oleh karena itu, muncul usul penggunaan hak interpelasi terhadap Presiden dalam penyelesaian kasus Maluku. Reaksi Parlemen Eropa untuk ikut campur tangan di Maluku itu patut dicermati. Alasannya, telah bertiup informasi di Eropa tentang telah terjadinya pembantaian saudara kita kaum Nasrani oleh pemeluk Islam. Padahal, yang terjadi tidaklah demikian. Umat Islam juga banyak yang dibantai. Bahkan, menurut laporan jumlahnya lebih besar. Disinformasi terjadi karena saudara- saudara kita kaum Nasrani tampaknya lebih cekatan dan mempunyai akses yang lebih baik kepada masyarakat Eropa. Apalagi, banyak orang Indonesia keturunan Maluku, termasuk pendukung gerakan separatis RMS (Republik Maluku Selatan), tinggal di Negeri Belanda. Kepedulian masyarakat Eropa terhadap pertumpahan darah di Maluku patut kita hargai dan harus menjadi cambuk bagi kita untuk segera menyelesaikannya. Tapi, kepedulian itu hendaknya lahir bukan karena keberpihakan kepada kelompok tertentu, melainkan untuk kedua belah pihak atas dasar alasan kemanusiaan. Bantuan kemanusiaan, kita sambut baik. Tapi, terjun langsung dengan operasi militer? Jawabnya tegas: No! *** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Jul 2000 jam 12:33:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
