---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- "Biarkan Pasukan International datang ke Ambon, Sementata politisi mengurusi Tentara yg tIdak reformis" Politisi Indonesia tidak perlu AROGAN dengan menentang kehadiran pasukan Internasional ke Ambon, karena korban rakyat sipil terus bergelimpangan, dan dendam pun semakin besar dibangun antara 2 kelompok Islam dan Kristen. Alasan nasionalisme sudah tidak penting lagi, karena sudah tidak ada kepastian bahwa konflik di Ambon dan sekitarnya akan segera dapat dituntaskan. Sekarang keadaan sudah begitu mendesak agar secepatnya korban rakyat sipil segera dihentikan. Sudah terbukti dengan jelas, Tentara kita memang IMPOTEN kalau urusannya adalah mengurusi keamanan bangsa. Tentara yg dikirim ke Ambon sudah terbukti selama hampir 2 tahun TIDAK MAMPU meredakan konflik. Dan Waktu 2 tahun bukanlah waktu yg singkat. Kita harus pragmatis dalam berpikir karena tentara kita khususnya TNI angkatan Darat sudah terlalu lama dimanjakan dengan uang, sehingga mereka sudah tidak punya lagi NALURI PRAJURIT untuk menyelesaikan konflik dengan PROFESIONAL. Selama waktu 2 tahun itu bangsa Indonesia telah cukup memberikan kesempatan kepada TNI dan POLRI untuk mengurusi konflik di Ambon. Dan tentunya kepercayaan itu adalah karena kita sebagai bangsa masih memiliki rasa kebanggaan kepada TNI dan POLRI untuk memikul tanggung jawab yg mulia ini. Tetapi ternyata selama waktu yg diberikan itu, TERBUKTI DENGAN JELAS, serdadu tidak mampu menghentikan konflik di Ambon; bahkan sebaliknya TNI, khususnya Kostrad, telah bersembunyi dibalik Laskar Jihad untuk turut serta menembaki rakyat sipil disana. Rakyat Indonesia harus rela TNI kita DIPERMALUKAN dihadapan seluruh bangsa-bangsa di dunia ini dengan kedatangan pasukan Internasional ke Ambon. Urgency Penyelesaian Konflik Ambon bukan lagi berada pada masalah Nasionalime, tetapi sudah masuk kepada dimensi kemanusian dimana korban rakyat sipil diantara ke 2 kelompok bertikai harus segera dihentikan. TNI sudah terbukti tidak mampu menghentikan konflik di Ambon, tetapi sebaliknya justru mem-FASILITASI ke dua belak pihak agar konflik itu terus berlanjut semakin besar. Sejak awal TNI orde Soeharto sudah terlibat dalam konflik itu. Dan ini dapat dibuktikan dari kedatangan Laskar Jihad ke Ambon yg tanpa hambatan. Walaupun laskar Jihad sudah DIUSIR dari Bogor, tetapi Kapolda Jawa Timur dan Pangdam Brawijaya sama sekali tidak PROAKTIF dengan mencegah keberangkatan gerombolan pengacau ini ketika mereka berangkat ke Ambon melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Padahal Presiden Gus Dur sudah menyatakan dengan tegas agar mereka dilarang berangkat ke Ambon dan bilamana perlu mereka disergap di tengah laut. Kita percaya saja terhadap kesungguhan Gus Dur dalam menyelesaikan konflik Ambon. Oleh sebab itu kesalahan harus ditimpakan kepada pihak TNI karena mereka terbukti tidak profesional dalam mencegah konflik. Kedatangan pasukan Internasional akan sangat memukul TNI sekaligus menguji kesungguhan Gus Dur dalam mengurusi konflik di Ambon. Bukankah Gus Dur pun punya kepentingan di Ambon agar Megawati kelihatan tidak mampu dalam mengurusi konflik Ambon, sehingga Gus Dur bisa kelihatan lebih legitimate dimata rakyat ketika dibandingkan dengan Megawati ?!!! Who knows ... ?! Buktinya pun ada, mengapa Gubernur Latuconsina yg sejak awal konflik tidak pernah diganti padahal Pangdam Pattimura sudah 2 kali diganti. Belum lagi jika kita membaca komentar George Aditjondro di Australia, bahwa ada 2 kolonel yg tidak bisa di kontrol oleh Pangdam Pattimura dan disinyalir mereka diperintah langsung dari Jakarta. Ke dua kolonel ini selalu bertindak sendiri, dimana tindakan ke dua kolonel itu telah men-stimulasi ke 2 kelompok untuk terus bertikai, melalui DUKUNGAN MANIPULATIF dimana jika konflik terjadi di daerah Kristen yg kuat, maka TNI akan membantu Kristen, tetapi jika konflik terjadi didaerah Islam yg kuat maka TNI akan membantu Islam. Jadi sudah terbukti TNI kita TIDAK PUNYA KEMAMPUAN untuk menghentikan konflik di Ambon. Kedatang pasukan International akan menghukum TNI sekaligus menguji kesungguhan Gus Dur dalam menyelesaikan konflik di Ambon. Sementara pasukan Jihad pun akan terpotong suplai jalur persenjataan dan logistik dari Tentara yg berkepentingan agar konflik di Ambon terus berlanjut. Mawar Hati [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Jul 2000 jam 08:50:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
