---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Jadi Oposisi, Golkar Disarankan Ganti Nama Jakarta, Buana Ketegasan sikap Partai Golongan Karya (Golkar) untuk menjadi partai oposisi sebaiknya dibarengi dengan keputusan mengubah nama organisasi sosial politik itu. Mengubah identitias penting bagi Golkar, guna menghapus citra buruk akibat perilaku tidak terpuji para elite Golkar di masa lalu. Mantan Sekjen DPP Golkar, Rakhmat Witoelar, mengatakan hal itu kepada Buana di Jakarta, Jumat (21/7) pagi. "Soal pilihannya untuk menjadi partai oposisi, saya sambut baik. Sebab, memang peran seperti itulah yang harus diambil Golkar dan juga partai lain. Sehingga, yang menjadi partai pemerintah itu hanya PKB. Sedangkan Golkar menjadi oposisi dengan tidak terlibat dalam pemerintahan," katanya. Namun, Rakhmat Witoelar menambahkan, untuk lebih meyakinkan massanya agar punya kepercayaan diri dan tidak terus-menerus dikaitkan dengan kebobrokan pemerintahan Orde Baru, Golkar lebih baik ganti nama. "Dengan begitu, kesan negatif Golkar di masa lalu bisa putus. Sehingga, Golkar bisa lebih maksimal memerankan perannya sebagai oposisi. Apalagi, secara pribadi, saya ikut menyayangkan karena Golkar-lah sebenarnya partai yang punya SDM terhebat," tegas Sekjen Barisan Nasional ini. Salah satu hasil Rapat Pimpinan (Rapim) IV Partai Golkar adalah keputusan untuk siap berada di luar pemerintahan dan menjadi partai oposisi, jika momentum ke arah itu sudah sampai. Momentumnya itu tercapai jika pemerintah dinilai berseberangan dengan visi, misi, doktrin dan platform Partai Golkar. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengemukan hal itu ketika membacakan 11 pernyataan politik Golkar hasil Rapim IV di Jakarta, Jumat (21/7) dini hari. Dari 11 butir pernyataan itu, pernyataan kedua menyatakan 'Partai Golkar tidak pernah ragu bersikap kritis dan korektif dalam menyikapi perkembangan keadaan, melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara dan siap berada di luar pemerintahan dan menjadi partai oposisi.' Kepada wartawan, Akbar menegaskan, posisi oposisi Golkar akan mengacu pada perkembangan politik sepanjang jalannya pemerintahan ini. "Kalau memang momentum itu datang dan harus kita ambil, dengan tidak ragu-ragu kami akan mengambil posisi itu," kata Akbar. Mengenai penarikan kader dari kabinet sebagai konsekuensi pilihan posisi itu, Akbar jelaskan, hal itu akan dibicarakan lagi dengan kader Golkar di kabinet. "Terpenting, kita akan mencermati kabinet atau pemerintahan (Presiden) Gus Dur. Hasil pencermatan itulah yang akan menentukan sikap kami untuk menjadi partai oposisi," katanya. Menanggapi sikap Golkar itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Mahadi Sinambela, yang juga Ketua DPP Golkar, menyatakan siap mundur dari kabinet. "Saya dikirim ke kabinet oleh DPP Golkar, oleh Pak Akbar. Kalau masyarakat menghendaki saya tidak berada di sana, sebagai konsekuensi logis, saya harus keluar. Saya masuk ke lingkungan pemerintahan itu karena partai. Bukan semata karena kehebatan saya. Jadi, karenanya saya tunduk pada partai," tegasnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Jul 2000 jam 04:36:55 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
