---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, 25 Juli 2000 Pangdam Minta Kapal, Hercules. Untuk Memulangkan Laskar Jihad dari Maluku JAKARTA (Media): Pangdam XVI/Pattimura Brigjen I Made Yasa merasa perlu agar para anggota Laskar Jihad yang ada di Maluku segera dipulangkan ke daerah masing-masing. Pihaknya telah mengajukan surat ke Mabes TNI, supaya disediakan kapal TNI-AL untuk memulangkan mereka. "Bahkan kalau bisa pemulangan Laskar Jihad itu menggunakan pesawat Hercules TNI-AU," kata I Made Yasa seperti dilaporkan Antara, kemarin. Menurut Pangdam, di Maluku saat ini ada sekitar 1.900-an orang Laskar Jihad yang perlu dipulangkan. Menanggapi pertanyaan mengenai ratusan senjata dan ribuan butir peluru yang diambil dari gudang Brimob oleh para perusuh di Maluku, Pangdam mengatakan baru sekitar 100 senjata yang disita aparat. Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok massa perusuh di Maluku berhasil membobol gudang senjata milik Brimob dari kepolisian dan menyita ratusan senjata dan ribuan butir peluru. "Hingga saat ini baru seratusan senjata yang disita oleh Kodam, TNI-AL, dan polisi," ujar I Made Yasa. Saat ini pihaknya sedang melaksanakan upaya perdamaian melalui komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai di Maluku. Sudah diketahui Kapolda Maluku Brigjen Firman Gani menyatakan 98% dari sekitar 2.000 personelnya di Pulau Ambon telah diketahui keberadaannya, menyusul diserangnya Markas Brimob dan asrama polisi di Tantui serta Polres Pulau Ambon dan Polres Pulau Lease belum lama ini. Ketika dihubungi Antara di Ambon, Senin, Kapolda menyebutkan dirinya belum bisa menyebut bahwa yang dua persen itu tergolong sebagai perusuh karena terkontaminasi saat terjadi penyerangan oleh kelompok massa tersebut. Sekitar 30% personel polisi, menurut dia, saat ini masih berada di luar Pulau Ambon dan sekitar 60% lainnya di markas komando yang tersebar di Polda, Tantui, KP3, Polres Pulau Ambon, Polres Pulau Lease, Sekolah Polisi Negara (SPN), Air Besar, dan Passo. Tentang pengembalian senjata yang dijarah di Tantui, ia menjelaskan, baru dikembalikan 43 dari sekitar 800 pucuk senjata berbagai jenis. "Kami masih melakukan inventarisasi karena mungkin saja senjata tersebut masih dipegang personel polisi yang belum melapor," tandasnya. Sementara itu Kepala Staf TNI-AD (KSAD) Jenderal Tyasno Sudarto menegaskan, konflik SARA di Maluku dan Maluku Utara harus segera dituntaskan. "Jika penyelesaiannya tidak segera dituntaskan, maka tidak tertutup kemungkinan adanya intervensi asing melalui pengagendaan masalah itu dalam Sidang Umum PBB," katanya di Malang, Jawa Timur, Senin. Kepada 321 komandan satuan (dansat) di jajaran TNI-AD, dia mengemukakan bahwa hal itu tidak diinginkan sama sekali. "Apabila hal itu terjadi akan memperkeruh upaya bangsa Indonesia dalam menyelesaikan kasus kerusuhan Maluku dan Maluku Utara," tambahnya. Dari Ternate dilaporkan sebanyak 30 wartawan media cetak dan elektronik, bersama sosiolog dari Universitas Indonesia Imam B Prasojo dan staf Puspen TNI dipimpin Kapuspen TNI Marsekal Muda Graito Usodo, mengadakan kunjungan ke Maluku Utara guna melakukan kegiatan peliputan suasana yang mulai kondusif di kawasan itu. Kapuspen TNI Graito Usodo menjelaskan, Minggu, sasaran utama para wartawan dari berbagai media itu untuk mengangkat situasi dan kondisi di Provinsi Maluku Utara yang sudah kondusif. Selama di Maluku Utara, tim peliputan menggunakan helikopter milik TNI-AD telah mengunjungi Kecamatan Bacan, Pulau Marotai dan Kecamatan Kao di Halmahera, sebagai daerah yang sebelumnya dilanda konflik. Mereka juga melihat langsung ratusan pengungsi korban kerusuhan Maluku Utara di Desa Panambuang, Kecamatan Bacan, Kecamatan Kao, dan di beberapa tempat lainnya. Berdasarkan data, pengungsi Maluku Utara ada sekitar 167.242 jiwa tersebar di Tertane, Tidore, Halmahera, Marotai, Bacan, sementara yang mengungsi ke Manado dan Bitung diperkirakan 20.000 jiwa lebih. Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku Mukmin Retra mengatakan pemerintah harus secara tegas menyikapi persoalan konflik di Maluku. Pada kenyataannya masyarakat Maluku sudah tidak bisa mengatasi sendiri dan setiap ada pernyataan mengenai kawasan tersebut justru memicu pertikaian baru, katanya kepada Media, Senin, di sela-sela acara Muktamar I PKB di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. "Harus saya akui kondisi lokal masih tegang," katanya. Dia mengatakan siapa pun berharap konflik SARA di Maluku segera terpungkasi. Akan tetapi kondisi itu baru bisa diselesaikan jika pemerintah mampu mengendalikan situasi melalui pernyataan- pernyataan yang menyejukkan serta tindakan konkret, kata Retra. (FM/FL/Has/X-5) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jul 2000 jam 08:08:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
