----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Arifin Tewas Keracunan

LHOKSEUMAWE - Seorang pensiunan, Arifin (55), warga Jalan Tenggiri Kampung
Jawa Lama, Lhokseumawe, Rabu (26/7) sekitar pukul 11.15 WIB menghembus nafas
terakhir di RSU Cut Meutia Lhokseumawe. Ia diduga keracunan setelah mengisap
rokok Long Beach.

Keterangan yang dikumpulkan Serambi di RSU kemarin, korban merasa mual,
lemas, dan muntah-muntah setelah mengisap sebatang rokok Long Beach di
pinggir laut. Lalu dibawa pulang ke rumah dan diberikan susu. Karena
kondisinya semakin melemas dibawa ke RSU, ungkap petugas medis di Unit Gawat
Darurat (UGD) mengutip keluarga korban.

Menurutnya, Arifin tiba di RSU sekitar pukul 11.00 WIB, dalam keadaan tidak
sadar diri. Dari mulut keluar buih dan jari-jari tangan mulai kaku. Sekitar
15 menit sesudah mendapatkan perawatan serius, yang dipimpin oleh dr Faisal,
Arifin menghembus nafas terakhir di ruang UGD.
Arifin pernah mengalami serangan darah tinggi. "Namun, kami menduga ia
meninggal akibat keracunan, namun tidak terlacak keracunan apa yang
sebenarnya menyerang korban," tegas piket jaga yang tidak mau disebut
namanya.

Selain Arifin, yang tercatat di RSU Cut Meutia, diduga keracunan rokok dan
makanan, juga dalam empat hari terakhir sedikitnya tujuh warga Lhokseumawe
mengalami hal yang sama. Namun, ketujuhnya dapat diselamatkan dan sekarang
sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.
Menurut kepala piket UGD, sejak kasus keracunan rokok dan makanan hingga
Rabu (26/7), sedikitnya sudah tercatat 54 orang korban.

Ada pun korban yang mengalami keracunan selama empat hari terakhir
masing-masing: Akhyar (22), Rajes (22), Heriadi (20), Akbar (18), Marliah
(20), Muhammad, dan Jhoni Irwansyah (24).
Sementara Bupati Aceh Utara Tarmizi Karim melalui lembaran seruan
mengharapkan masyarakat harus hati-hati dan waspada dalam mengkonsumsi
berbagai jenis makanan, minuman serta buah-buahan, agar terhindar dari
keracunan. "Sudah banyak kasus keracunan terjadi di Aceh Utara dan menelan
korban," pesan bupati dalam selebarannya, dua hari lalu.

Ditambahkannya, masyarakat hendaknya memeriksa setiap produk atau bahan
makanan dan minuman menyangkut tanggal kedaluarsa. "Jangan mengkonsumsi
makanan yang kemasannya robek, rusak, dan keadaan sudah berubah."

Khusus kepada distributor, retailer, dan pedagang makanan hendaknya
menjauhkan penyimpanannya dari zat-zat berbahaya, antara lain obat nyamuk,
pembasmi hama, dan pupuk. Pedagang juga harus mengawasi mata dagangan
sehingga tidak merugikan masyarakat.

Tarmizi A Karim mengimbau, masyarakat yang mengetahui makanan atau minuman
sudah tercemar, segera menyerahkan kepada instansi yang berwenang. Sedangkan
bagi masyarakat yang terkena keracunan segera muntahkan yang sudah tertelan,
minum susu sebanyak-banyaknya, dan minum Norit serta segera bawa ke
puskesmas terdekat. (h/ib/u)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jul 2000 jam 09:26:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke