----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Satu Lagi Bayi Trumon Meninggal

TAPAKTUAN-Situasi belasan ribu pengungsi Trumon, Aceh Selatan, yang
menempati lokasi kamp bola kaki Desa Jambo Dalem kini cukup memprihatinkan.
Selain becek, sejak tiga hari terakhir pengungsi mengalami krisis pangan.

Selain itu dilaporkan, seorang bayi berumur satu tahun meninggal dunia di
kamp pengungsian, Rabu (26/7) pagi. Korban diserang penyakit diare berat
dengan komplikasi Ispa. Menurut catatan sejumlah pengungsi, setidaknya kini
sekitar 1.500 orang terserang penyakit diare, dan sekitar 1.000 orang
lainnya menderita Ispa dan demam. Sedangkan wanita yang melahirkan di lokasi
pengungsian hingga kemarin sudah mencapai delapan orang.

Sementara itu, kondisi 5.109 jiwa pengungsi yang tersebar di Kecamatan
Bakongan, dilaporkan sedikit lebih baik. Karena kebutuhan pangan dan
obat-obatan untuk persiapan 3 - 4 hari masih cukup.

Wartawan Serambi yang turun langsung ke lokasi pengungsian Bakongan dan
Trumon, kemarin, melaporkan, suasana perkampungan yang ditinggalkan warga
karena ikut mengungsi bagaikan daerah tak bertuan. Rumah penduduk dan
sekolah semuanya tutup.
Hingga kemarin, jumlah pengungsi di dua kecamatan Trumon dan Bakongan sudah
mencapai 16.969 jiwa (4.083 KK) dari 18 desa. Mereka mengungsi secara
bergelombang sejak tanggal 16 Juli lalu dengan menempati lima titik
pengungsian.

Para pengungsi di Kecamatan Trumon seluruhnya menempati kamp pengungsian
bola kaki Desa Jambo Dalem dengan luas areal 2 hektar lebih. Mereka hanya
menempati gubuk-gubuk yang terbuat dari beberapa lembar papan sampingan,
beratap plastik, dan nyaris tanpa dinding pengaman.
Gubuk pengungsi ini sangat renta akan terpaan angin dan bocor sehingga
ketika hujan sangat mudah masuk air. "Bila hujan kami semuanya basah,"
ungkap salah seorang pengungsi dengan nada sedih.

Karena hujan pula, lokasi pengungsian sudah sangat becek. Seluruh pengungsi
terlihat harus berjalan di atas lumpur. Akibat keadaan lokasi pengungsi
begini, kata dr Zulfadli, masyarakat sangat rentan akan serangan berbagai
penyakit seperti diare, ispa, demam, bahkan malaria.
Apalagi, tambahnya, sarana sanitasi yang tersedia sangatlah minim seperti,
air dan MCK. Bahkan sumber air yang mereka pergunakan selama ini baik untuk
mencuci, mandi dan buang air besar adalah sungai yang berada sekitar 100
meter dari lokasi. "Masalah sanitasi ini perlu segera diperhatikan," pinta
Kepala Puskesmas Trumon yang setiap hari bersama delapan para peramedisnya
selalu siap melayani pengungsi di lokasi.

Dijelaskan, akibat kondisi lokasi kamp pengungsian yang cukup memprihatinkan
hingga kemarin, para pengungsi sudah terserang diare ringan sekitar 1.500
orang (dewasa dan anak-anak), sedangkan demam dan ispa sekitar 1.000 orang.
Bahkan, Nur Azizah, bayi berumur 1 tahun meninggal dunia, Rabu (26/7)
kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB.

Anak dari Arsya (40) asal Desa Jambo Dalem ini menghembus napas terakhir
setelah diserang diare berat dan komplikasi ispa yang tidak dapat tertolong
lagi.

Pengungsi Kecamatan Bakongan yang berjumlah 5.109 jiwa (1.225 KK) mengungsi
di empat titik pengungsian, lapangan bola kaki Seubadeh, SD 1 Seubadeh,
kantor persiapan camat pembantu Seubadeh, dan Masjid Seulekat. Mereka yang
mengungsi secara bergelombang sejak tanggal 16 Juli lalu berasal dari
delapan desa. Masing-masing, Desa Seubadeh 1.471 jiwa (335 KK), Ladang Rimba
372 jiwa (97 KK), Simpang 491 jiwa (123 KK), Sawah Tingkeum 753 jiwa (211
KK), Seuleukat 937 jiwa (242 KK), Ujong Pulo Cut 343 jiwa (77 KK), dan Desa
Ujong Pulo Rayeuk 742 jiwa (140 KK).

Kondisi kamp pengungsian di Bakongan terlihat sedikit agak lumayan bila
dibandingkan dengan Trumon. Karena selain lokasinya ditata rapi, juga
persediaan pangan dan obat-obatan masih mampu bertahan untuk jangka waktu
3 - 4 hari. Karena berbagai bantuan baik Pemda Aceh Selatan, maupun putra
daerah yang berada di luar serta sejumlah LSM sudah mulai mengalir. (tim)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jul 2000 jam 09:27:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke