----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

detik.com, 27 Juli 2000

Juwono: Jangan Sudutkan Indonesia Atas Gugurnya Manning
Reporter: Shinta NM Sinaga

detikcom - Jakarta, Ini peringatan buat kalangan internasional.
Atas gugurnya prajurit PBB Selandia Baru William Manning di
Timtim, Juwono menegaskan agar sebaiknya internasional tidak
menyudutkan Indonesia. Sebab bukti apapun hingga saat ini belum
ada ditemukan.

Menhan Juwono Sudarsono menegaskan bahwa sampai dengan
pengusutan dan ditemukannya bukti-bukti tentang siapa
sesungguhnya pelaku peristiwa yang menewaskan prajurit Manning,
kalangan internasional sebaiknya tidak mengeluarkan pernyataan-
pernyataan yang menyudutkan Pemerintah RI maupun pimpinan TNI di
Jakarta maupun di Denpasar perihal perlunya menindak unsur-unsur
milisi yang berada di Nusa Tenggara Timur.

Demikian juga tentang peristiwa kontak senjata antara sipil
bersenjata dan pasukan UN-PKF (Pasukan Penjaga Perdamaian PBB)
yang terjadi di Maliana 3 pekan yang lalu yang dituduhkan kepada
TNI sebagai pendukung kegiatan pro-Indonesia.

"Sampai bukti-bukti nyata belum terungkap, adalah tidak adil
menuding TNI sebagai pihak yang seakan-akan selalu bertanggung
jawab," tukas Juwono dalam rilis yang ditandatanganinya sendiri
yang diterima detikcom, Kamis (27/7/2000).

Menurut Juwono, sehubungan dengan pemberitaan gugurnya prajurit
Manning di Timtim pada 24 Juli yang lalu, pemerintah RI melalui
kantor Urusan Seksi Indonesia di Dili telah menyampaikan
belasungkawa atas gugurnya prajurit Manning.

Pangdam Udayana, lanjut Juwono, telah melaksanakan koordinasi
dan kerjasama dengan pimpinan UN-PKF untuk mengusut dan menindak
secara hukum pelaku peristiwa yang mengakibatkan gugurnya
prajurit Manning.

"Demikian pula Menhan dan Panglima TNI telah menyampaikan
ketetapan hati serupa ketika menerima Panglima PKF dan rombongan
di Jakarta 25 Juli 2000 yang lalu," tutur Juwono.

Juwono juga mengingatkan masyarakat internasional bahwa ketika
seorang anggota polisi Indonesia tewas tertembak oleh pasukan
PKF asal Australia di wilayah Indonesia dekat perbatasan,
kalangan internasional termasuk UNTAET dan PKF sama sekali tidak
mengeluarkan pernyataan belasungkawa atau permintaan maaf atas
kejadian tersebut. (sss)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 10:43:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke