---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- detik.com, 27 Juli 2000 RI Siap Lakukan Investigasi Soal Tewasnya Prajurit PBB Reporter: D. Sangga Buwana detikcom - Jakarta, Menhan Juwono Sudarsono menegaskan, soal tewasnya pasukan PBB dari Selandia Baru di Timtim, pada intinya pemerintah RI belum mau berkomentar. "Tapi pemerintah bersedia untuk melakukan investigasi," tukas Juwono. Hal ini diungkapkan Juwono menjawab pertanyaan wartawan di Bina Graha, Jakarta, Rabu (26/7/2000) mengenai desakan dari Selandia Baru kepada Indonesia untuk menyelidiki kasus tewasnya prajurit Selandia Baru anggota pasukan perdamaian PBB di Timor Timur (Timtim), Prajurit Leonard William Manning, yang diduga ditembak oleh milisi pro-Jakarta, Senin (24/7/2000) lalu. "Kita akan melakukan penyelidikan apakah benar yang melakukan penembakan itu milisi atau kelompok lain. Pemerintah juga menyatakan belasungkawanya kepada korban yang meninggal," ujar Juwono. Apakah pemerintah Indonesia mau bertanggungjawab? "Ya, itu kita selidiki dulu. Tapi kenapa kok masyarakat internasional mempermasalahkan penembakan ini. Padahal beberapa saat yang lalu, 2 orang pasukan Brimob kita juga ada yang tewas di perbatasan Timtim," ungkap Juwono. Seperti dilaporkan AFP dan Reuters, Prajurit Leonard William Manning (24 tahun), ditemukan tewas tertembak, Senin (24/7/2000) lalu. Sebelumnya, telah terjadi kontak senjata selama lima menit antara Manning dan kelompoknya yang sedang berpatroli dengan sekelompok orang yang diduga kelompok milisi. Hal itu dijelaskan Komandan Pasukan Selandia Baru di Timor Timur, Brigadir Jerry Matepare di Wellington (Selandia Baru). Jerry mengatakan, kelompok patroli tersebut ditembaki saat sedang melacak jejak kelompok milisi di daerah perbatasan yang berbukit-bukit di dekat Kota Suai. Diawali dengan empat atau lima tembakan, lanjut Jerry, kelompok patroli itu lalu diberondong dengan tembakan senapan mesin. Kelompok patroli tersebut lalu membalas sambil mencari perlindungan. Saat inilah diperkirakan Manning terpisah dari kelompoknya. Mayatnya ditemukan kira-kira tiga jam kemudian di tempat yang sama, dengan bekas tembakan di kepala dan pundak. Seluruh senjata dan amunisinya hilang. Selain itu terdapat bekas-bekas penganiayaan di tubuhnya. Manning adalah korban pertama akibat tembak-menembak sejak pasukan perdamaian PBB tiba di Timor Timur bulan September lalu. Menurut Komandan Sektor Pengamanan Perbatasan NTT-Timtim Letnan Kolonel Indra Hidayat, Manning ditembak oleh 'pasukan ekstremis' dari arah wilayah yang dikuasai PBB. "Para ekstremis tersebut tampaknya datang dari wilayah Timor Timur. Selama tembak-menembak, pasukan TNI yang berada di pos perbatasan berjaga-jaga jika mereka masuk ke wilayah Indonesia," kata Hidayat. Sementara itu, Komandan Pasukan Perdamaian PBB di Timor Timur, Letjen Boonsrang Niumpradit menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Boonsrang mengaku bertemu Menhan Juwono Sudarsono di Jakarta dalam suatu pertemuan yang telah direncanakan sebelumnya. (sss) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 10:44:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
