----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Bom Dahsyat Guncang Jakarta
* Dua Orang Tewas dan 21 Orang Mengalami Luka-luka, Termasuk Dubes Filipina

Rabu, 2 Agustus 2000
Jakarta, Kompas

Sebuah bom, diduga TNT (trinitrotuluene), berkekuatan dahsyat meledak di
depan rumah Duta Besar (Dubes) Filipina Leonides T Caday di Jalan Imam
Bonjol, Jakarta Pusat, tepat di seberang kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU),
Selasa (1/8) siang.

Selain meluluhlantakkan berbagai bagunan dalam radius 300 meter, ledakan
yang guncangannya terasa hingga radius 2-3 kilometer itu menewaskan dua
orang dan membuat sekitar 21 orang mengalami luka parah, termasuk Dubes
Filipina Leonides T Caday. Dubes Filipina mengalami luka-luka terkena
serpihan logam dan ada beberapa tulang kakinya yang patah.

Dahsyatnya bom yang meledak sekitar pukul 12.30 itu ditandai dengan luluh
lantaknya bangunan di sekitar lokasi kejadian, termasuk deretan rumah di
Jalan Imam Bonjol. Hampir semua gedung yang letaknya berdekatan dengan rumah
Dubes Filipina mengalami kerusakan. Bukan saja genting-genting dan kaca
jendela pecah, sebagian bangunan pun retak-retak. Bahkan, pintu-pintu maupun
plafon jebol.

Salah satu gedung yang mengalami kerusakan berat adalah Kedutaan Besar
Bulgaria, yang terletak di sisi timur rumah Dubes Filipina. Bank Bumi
Putera, Dunkin' Donuts, dan sebuah show room mobil di Jalan HOS Cokroaminoto
(Menteng) kaca-kacanya pecah berantakan.

Pohon-pohon di dekat pusat ledakan meranggas terbakar. Sedangkan pohon-pohon
lainnya, daunnya rontok memenuhi jalanan di kawasan Imam Bonjol.

"Luar biasa dahsyat! Bunyi menggelegar, disusul api dan kilatan. Panas
menyergap dan hempasannya terasa hingga ke kantor," kata seorang pegawai
KPU, yang berlokasi di depan lokasi ledakan. Sekitar 25 mobil yang diparkir
di halaman KPU rusak berat. Kaca-kaca jendela berantakan dan bodinya
penyok-penyok. Sejumlah karyawan KPU juga mengalami luka akibat pecahan kaca
jendela.

Bom mobil

Sejumlah saksi mata menyebutkan, bom meledak sekitar pukul 12.30. Diduga
kuat bom berasal dari sebuah mobil Suzuki-diduga Katana-yang diparkir di
depan rumah Dubes Filipina.

Ada beberapa versi yang beredar tentang kapan persisnya bom mobil itu
meledak. Versi pertama menyebutkan, bom di dalam mobil yang diparkir di
trotoar itu meledak bersamaan dengan saat Dubes Filipina akan memasuki
rumahnya. Jadi, pada saat mobil Dubes Filipina dan mobil yang memuat bom itu
berada dalam posisi sejajar tiba-tiba bom meledak. Versi lain, mobil yang
diduga berisi bom itu sempat menghalangi jalan masuk Dubes Filipina sebelum
meledak dengan dahsyat.

Ledakan itu ditandai dengan hancur leburnya mobil yang diduga membawa bom.
Serpihan rangka, mesin, pelek, maupun badan mobil tersebar dalam radius
puluhan meter.

Di bekas tempat mobil yang meledak itu terdapat lubang sedalam hampir satu
meter dengan diameter hampir dua meter. "Diameternya hampir sepanjang mobil
Suzuki itulah," kata Kepala Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Brigjen
Pol Erwin MAP, sambil kedua tangannya memeragakan cekungan akibat ledakan
bom mobil tersebut. Di cekungan itu, penyidik menemukan berbagai komponen
mobil yang menancap di situ. Ledakan tersebut juga memecahkan pipa air
minum.

Begitu ledakan terdengar, kepulan asap putih mirip cendawan terlihat hingga
kawasan Blora, Hotel Indonesia, sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Sebuah mobil Taft Ranger tampak menabrak pohon. Falima (24), pengemudi Taft
itu, mengatakan, kerasnya ledakan bom membuat ia tidak bisa mengendalikan
kendaraannya. Sebuah taksi Koperasi Taksi juga teronggok di pinggir jalan
dengan kaca-kaca pecah berantakan.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Nurfaizi
mengemukakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui motif peledakan tersebut.
Dia pun tidak bersedia mengaitkan peledakan tersebut dengan peristiwa
peledakan di Kejaksaan Agung ataupun dengan situasi politik yang memanas
menjelang Sidang Tahunan MPR. Kepala Polda juga menyatakan masih menyelidiki
kemungkinan bom mobil tersebut memang ditujukan untuk menyerang Duta Besar
Filipina.

"Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tetapi saya tidak memasuki tataran
politik," kata Nurfaizi di lokasi kejadian.

Korban

Akibat kejadian tersebut, dua orang tewas, masing-masing Sofyan Hendrawan,
seorang anggota satuan pengamanan (satpam) rumah Duta Besar Filipina, yang
tewas seketika, sedangkan korban lainnya seorang wanita.

Pejabat Direktur RSCM Dr dr Ichramsyah AR menjelaskan, unit Instalasi Gawat
Darurat (IGD) RSCM menerima 21 korban yang menderita luka akibat ledakan bom
tersebut.

"Dubes Filipina masih sadar dan kondisi umumnya baik. Bagian badan beliau
baik, tidak ada trauma di daerah paru-paru dan jantungnya. Sopirnya juga
masih dalam pemeriksaan tetapi juga sadar," jelas Ichramsyah sambil
menyebutkan Dubes Filipina itu atas permintaan sendiri minta dipindahkan ke
RS Medistra.

Dari korban-korban yang masuk ke IGD RSCM itu, lanjut Ichramsyah, hanya satu
yang menderita luka parah dan tidak sadarkan diri sehingga harus mendapatkan
perawatan khusus. Salah seorang korban yang usianya diperkirakan di atas 50
tahun, ketika keluar dari IGD, tampak mengalami luka bakar di bagian
kepalanya. Namun, korban tersebut masih sadarkan diri.

Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Rusdihardjo, yang didampingi Komandan
Korps Reserse Inspektur Jenderal Pol Chaerudin Ismail, usai menjenguk Dubes
Filipina mengatakan, Duta Besar Filipina itu tidak pernah menerima ancaman
atau hal-hal lain yang mencurigakan. Justru Duta Besar selama bertugas di
Indonesia merasakan suasana damai dan tenang.

Rusdihardjo menyesalkan kejadian ini karena pasti bisa merusak citra
Indonesia di mata internasional. "Saya tidak mengerti, mengapa ada orang
yang sampai hati berbuat sadis seperti itu," katanya.

Mengenai jenis bom yang digunakan, Kepala Polri mengatakan polisi masih
menyelidikinya.

Sedangkan mengenai pelaku pengeboman, menurut Kepala Polri, sejauh ini tidak
ada petunjuk berhubungan dengan kelompok-kelompok yang ada di Filipina.
"Tetapi berbagai kemungkinan bisa saja. Kami masih terus menyelidikinya,"
katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Aug 2000 jam 08:08:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke