----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Sumber: SUARA PEMBAURAN, Minggu 30 Juli 2000

LINDUNGI HARTA RAKYAT, TINJAU KEMBALI MSAA

Selaku koordinator FAKtor (Front Anti Konglomerasi Koruptor) saya
mendukung
sikap Menko Ekuin Kwik Kian Gie, yang menyatakan bahwa MSAA (Master
Settelement of Acquisition Agreement) pada substansinya justru berpihak
kepada konglomerat nakal. Sikap Bapak Kwik Kian Gie yang juga menjabat
sebagai Ketua KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan) kami nilai sangat
patriotik, penuh muatan nasionalisme, dan menunjukkan keberpihakan yang
sangat kental kepada rakyat.

Oleh karena itu kami sangat bangga memiliki tokoh nasional seperti Bapak
Kwik Kian Gie. Sebaliknya, kami sangat menyayangkan sikap Cacuk
Sudaryanto,
yang lebih berpihak kepada konglomerat koruptor seperti Soedono Salim
dan
keluarganya beserta kroninya. Bahkan, kami sangat malu memiliki tokoh
nasional seperti Cacuk Sudarijnto. Oleh karena itu kami minta Bapak
Presiden
memberhentikan Cacuk dari jabatannya saat ini (Ketua BPPN).

Karena, atas usulan Cacuk Sudarijanto akhirnya Presiden Gus Dur
menyetujui
rencana  penjualan PT Holdiko Perkasa dengan harga paket Rp 20 triliun.
Padahal PT Holdiko Perkasa adalah asset eks Salim Group yang sudah
diserahkan kepada BPPN sebagai jaminan hutang mereka kepada negara, yang
ketika MSAA ditandatangani dinyatakan bernilai Rp 51 triliun. Ini
berarti
negara (dan rakyat) akan mengalami kerugian sebesar Rp 31 triliun.
Apalagi
kemudian diketahui pula, bahwa calon pembeli PT Holdiko Perkasa dengan
harga
murah itu, ternyata keluarga Salim sendiri.

Kami juga sangat menyesalkan sikap beberapa pakar ekonomi yang cenderung
ingin mempertahankan MSAA meski sudah jelas-jelas negara (dan rakyat)
akan
mengalami kerugian sebesar Rp 80 triliun. Kami juga sangat malu memiliki
pakar ekonomi seperti itu, yang sama sekali tidak memiliki keberpihakan
kepada kepentingan rakyat, sehingga mereka lebih cenderung memberikan
nasehat ekonomi yang hanya menguntungkan konglomerat koruptor dan
kantongnya
sendiri.

Para konglomerat yang nyata-nyata sudah mencuri ratusan triliun rupiah
dana
KLBI dan BLBI, dan sudah membuat rakyat sengsara, ternyata seperti tidak
terjangkau hukum. Bahkan oleh pemerintah, mereka masih pula dimanjakan
dengan berbagai kebijakan yang menguntungkan seperti MSAA. Bandingkan
dengan
pencopet di biskota yang harus mengalami penderitaan tragis dan
mengenaskan,
diguyur bensin lalu dibakar hidup-hidup. Seharusnya para konglomerat
koruptor itu mengalami perlakuan yang lebih sadistis dari itu, mengingat
dana yang mereka curi jutaan kali lebih banyak.

Kepada para wakil rakyat (anggota DPR/MPR) kami imbau agar menunjukkan
sikap
patriotiknya sebagaimana telah dicontohkan oleh Bapak Kwik Kian Gie.
Bila
tidak, angin reformasi akan berubah menjadi badai revolusi yang akan
menggilas dan membinasakan para anggota dewan dan majelis.

Rachmat Basoeki Soeropranoto
Koordinator FAKtor
Jakarta

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Aug 2000 jam 10:10:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke