----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

KONTAN: EDISI 44/IV Tanggal 31 Juli 2000

Misteri Aset Salim Group
Kontroversi penjualan aset Holdiko
Bambang Aji, Christiantoko, Eddy Suprapto

Tiba-tiba saja BPPN mau mengobral aset eks Salim Group di Holdiko
Perkasa. Negara berpotensi rugi Rp 31 triliun. KKSK tak mau memutuskan
dan membawanya ke DPR.

Gunjang-ganjing politik yang menerpa Presiden Abdurrahman Wahid
tampaknya belum akan berhenti. Begitu masa persidangan DPR dimulai lagi
September nanti, bakal ada lagi serangan baru dari DPR di luar kasus
Yanatera-Bulog atau sumbangan Sultan Brunei. Kasus itu adalah rencana
penjualan aset-aset bekas milik Salim Group yang saat ini terkelompok ke
dalam PT Holdiko Perkasa, sebuah induk perusahaan milik BPPN.
Rencananya, aset ini akan diobral murah dalam bentuk paket borongan
senilai Rp 20 triliun. Padahal, aset-aset tadi adalah jaminan pembayaran
utang Salim Group kepada pemerintah yang saat ini nilainya masih
tercatat Rp. 51 triliun.
Seperti diketahui, utang-utang Salim ini bermula dari suntikan duit dari
Bank Indonesia (BI) berupa Bantuan Likuiditas BI (BLBI) kepada Bank BCA
yang dulu kepunyaan Grup Salim. Selain itu, utang-utang ini juga
mencakup utang Grup Salim kepada BCA sendiri yang melampaui ketentuan
Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang mestinya cuma 20% dari modal
bank. Lantaran Salim tak bisa membayar tunai utang-utang ini, maka
selain BCA berpindah tangan menjadi milik pemerintah (kepemilikan Salim
di BCA tinggal 7%), keluarga Liem Sioe Liong juga harus merelakan
aset-aset terbaik mereka sebagai pembayar utang. Inilah yang menjadi isi
perut  Holdiko.

Bisa sampai ke sidang pleno DPR

Menurut sumber KONTAN, rencana penjualan ini sudah dilaporkan oleh Ketua
BPPN Cacuk Sudarjanto kepada Gus Dur. Cuma, laporan tersebut kabarnya
tak menyebut angka-angka. Walhasil, Gus Dur menyetujui penjualan aset
tersebut secara borongan kendati negara berpotensi rugi sampai Rp. 31
triliun.
Ketika persoalan di bawah ke Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK)
yang diketuai Menko Ekuin Kwik Kian Gie, persoalan menjadi mentah
kembali. "Kwik tak mau menyetujui rencana penjualan itu," kata sumber
KONTAN di KKSK. Maklum saja, kalau KKSK menyetujui, berarti KKSK
merealisasikan kerugian negara senilai Rp 31 triliun tadi. Sementara
Cacuk sendiri sebagai Ketua BPPN bakal lepas dari tanggung jawab. "Yang
membuat keputusan kan Pak Kwik sebagai Ketua KKSK," kata sumber ini.
Tentu saja persoalan ini menggantung. Nah, rupanya, Kwik mengajukan
solusi lain agar persoalan bisa terselesaikan. Persoalan sebesar ini
harus diputuskan oleh DPR. Menurut sumber KONTAN yang lain, Kwik sendiri
bahkan sudah mengadakan pertemuan langsung dengan Ketua DPR Akbar
Tanjung untuk membicarakan masalah ini. Kabarnya, Akbar pun sangat
setuju bila masalah ini dibawa ke sidang-sidang parlemen.
Lebih jauh lagi, keputusan penjualan aset Holdiko ini, lantaran skalanya
sedemikian besar, tidak akan cuma dibahas dalam sidang komisi seperti
misalnya keputusan tentang rekapitalisasi Bank Bali. "Ini, bila perlu,
harus diputuskan pada tingkat sidang pleno DPR karena negara rugi sampai
Rp 31 triliun," kata sumber ini. Bisa jadi, persoalan penjualan aset ini
akan kembali menjadi agenda politik yang sangat riuh rendah .
Apalagi kalau ternyata benar bahwa Presiden sudah memberikan
persetujuannya. Mengingat hubungan presiden dan parlemen yang masih
genting, bukan tak mungkin para seteru politik Gus Dur akan menunggangi
masalah ini untuk kembali memelonco presiden.
Terlebih lagi, belakangan terdengar bisik-bisik bahwa salah satu calon
pembeli adalah keluarga Salim sendiri. Kalau betul demikian, ibaratnya
mereka bisa menebus kembali jaminan mereka dengan diskon sampai 60%.
Hebat betul.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Aug 2000 jam 10:11:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke