----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

KONTAN: EDISI 44/IV Tanggal 31 Juli 2000

Tak Ada Penjara bagi Konglomerat
"Bonus" BPPN bagi konglomerat nakal
A. Reza Rohadian, Titis Nurdiana, Anang P.S., Djumyati P.

Konglomerat yang tidak kooperatif terhadap BPPN digiring ke Kejaksaan
Agung. Tapi, bukan untuk disidik. Kejaksaan Agung cuma akan menjalankan
perannya sebagai pengacara negara: menuntut debitur brengsek itu secara
perdata.

Enak betul menjadi konglomerat. Walau sudah menilap duit rakyat miliaran
bahkan sampai triliunan rupiah, mereka tak perlu masuk penjara.
Bandingkan dengan rakyat lapar yang terpaksa mencuri motor. Mereka
banyak yang hangus dibakar massa. Untuk tindakan yang sama, yakni
mencuri harta kekayaan masyarakat, konglomerat cukup
mempertanggungjawabkannya secara perdata. Tak perlu duduk di kursi
terdakwa, apa lagi masuk penjara.
Sudah tergolong ringan, eh, pemerintah juga tak berani bersikap tegas
terhadap konglomerat yang mbalelo. Buktinya, pemegang saham Bank Aspac,
Bank Orient, Bank Dewa Rutji, dan Bank Central Dagang. Meski sudah
menyerahkan berkas mereka ke Kejaksaan Agung, toh BPPN bersedia kembali
menegosiasi piutang Rp 4,6 miliar dengan mereka. Padahal, sebelumnya
mereka sudah jelas tidak kooperatif terhadap tawaran yang diajukan BPPN.
Hal itu juga terjadi terhadap empat bank beku operasi yang segera
diajukan ke meja hijau. Jaksa Agung boleh saja bilang tidak akan
bernegosiasi lagi dengan pemilik Bank Pelita, Bank Istimarat, Bank Deka,
dan Bank Centris. Tapi, Kepala Divisi Hukum dan Perundang-undangan BPPN
Pandu Djajanto bicara lain. Katanya, karena ini kasus perdata, negosiasi
di luar pengadilan bisa saja terjadi.
Pantas jika di zaman reformasi ini korupsi tumbuh makin subur. Siapa
takut? Hukumnya bisa dimainkan, kok.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Aug 2000 jam 10:11:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke