----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Amien Kembali Serang Gus Dur

JAKARTA---Suara Merdeka

Meski baru selang dua hari dilakukan pertemuan di Yogyakarta, Ketua MPR
Amien Rais kembali melakukan manuver secara terbuka. Kali
ini dia menilai, pemerintahan Gus Dur hingga kini belum ada sisi ekonomi
yang konkret untuk pemulihan ekonomi.

Bahkan, dalam beberapa persoalan penting ekonomi, menurut Amien, justru
terjadi kegagalan. Seperti penjualan aset BPPN, bank-bank
yang masih bleeding walau sudah direkap, dan berkembangnya masalah praktek
KKN.

Pemerintahan Gus Dur saat ini, kata dia, ternyata permainannya sama dengan
saat pemerintahan Soeharto dan Habibie, hanya pemainnya
saja yang diganti oleh wajah baru. "Tapi mereka lebih pandai dan cerdik,"
kata Amien di Hotel Century Park, Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, pemerintahan Gus Dur tak mempunyai sisi yang jelas arah
serta tujuannya. Setelah konglomerat kolaps dan seluruh
kinerja tidak sesuai dengan cita-cita demokratisasi, yang artikel dalam UU
hanya menjadi pajangan, tak jelas lagi arah yang dicapai.

Padahal mestinya, lanjut dia, ada program yang jelas, sehingga visualisasi
konkret bisa diwujudkan. "Saat ini tidak ada koordinasi
antara pengusaha dan pemerintah, ditambah lagi banyak tim tak resmi di luar
kabinet, bahkan mungkin ada tim siluman, sehingga
berbagai resep yang diberikan IMF sulit dijalankan untuk menuju pembangunan
ekonomi."

"Saya iri dengan Malaysia, pembangunan di sana berjalan cukup bagus di
bidang ekonomi, tidak hanya masalah kalangan menengah, tapi
juga konglomerat dapat dikendalikan supaya tidak liar, tapi yang kecil juga
diberdayakan. Sementara di Indonesia, tidak ada.
Orientasinya tidak jelas, UKM akan diberdayakan seperti apa," kata Amien.

Argumen Gombal

Dia juga menilai, argumen berbagai pakar bahwa kondisi ekonomi disebabkan
oleh elite politik yang tidak berhenti bertikai, sebagai
argumen gombal. Karena, menurutnya, bagaimanapun dalam negara demokratis hal
itu memang harus terjadi.

Parahnya kondisi ekonomi, menurut Amien, disebabkan oleh faktor keamanan
yang tidak terjamin seperti yang diungkapkan Menhan bahwa
pemerintah belum bisa memberikan jaminan keamanan kepada rakyat, di samping
stabilitas politik yang belum ada.

Menurut Amien, jika ini terus berlangsung, maka tidak akan ada iklim
kondusif untuk menggerakkan iklim perekonomian.

Sementara itu, secara terpisah pengamat politik LIPI Mochtar Pobotinggi
mengatakan, meski nanti rapor Gus Dur merah tidak sepakat
jika sidang tahunan MPR Agustus 2000 jadi ajang menjatuhkan Presiden.
"Konyol, menjatuhkan Abdurrahman Wahid lewat impeachment,"
kata pengamat politik LIPI itu.

Apalagi sudah ada kesepakatan dari pertemuan Gus Dur, Wapres Megawati, Ketua
MPR Amien Rais, Ketua DPR Akbar Tanjung, plus Sri
Sultan HB X di Yogyakarta 1 Agustus lalu, untuk tidak menjadikan sidang
tahunan MPR menjadi sidang istimewa.

Siasat pun dirancang agar pemerintahan yang legitimate ini tetap
dipertahankan dengan tetap menyelamatkan agenda reformasi. Menurut
Pabottingi, untuk mengendalikan kontroversial Abdurrahman Wahid, maka perlu
dirumuskan sistem demokrasi parlementer. "Harus ada
seorang perdana menteri," katanya dalam diskusi di CSIS.

Penunjukan menteri pertama dalam pemerintahan presidensial bagi dia tidak
menyelesaikan masalah. "Sebab menteri pertama tetap di
bawah presiden," ujar Pabottingi. Artinya, Abdurrahman Wahid masih bisa
mengintervensi keberadaan menteri pertama.

Sejatinya dia sudah sering mengusulkan gagasannya ini. "Tapi nggak pernah
didengar," katanya kecewa. Kekecewaannya juga merembet
kepada Akbar dan Amien. Sebab, kedua pimpinan legislatif itu malah sibuk
mengurusi persoalan presiden.

Padahal, ada tugas utama yang seharusnya dikerjakan Amien, yakni amandemen
UUD 1945, termasuk kemungkinan membicarakan sistem
demokrasi parlementer. PAH I MPR terkesan dibiarkan bekerja sendiri. "Dia
(Amien) malah sibuk ngurusin bagaimana bisa meng-impeach
Abdurrahman Wahid," kata dia.

Saat menanggapi pernyataan Amien pascapertemuan Yogyakarta, Wakil Sekretaris
F-PDI Tjahyo Kumolo menilai memang Amien sengaja terus
melakukan manuver secara terbuka dan tertutup dengan berbagai strategi
komunikasi dan melempar bola secara acak untuk membangun
opini.

Menurut pengamatan Direktur Balitbang DPP PDI-P itu, gerakan poros tengah
secara kontinu dilakukan secara sistematis dengan tetap
melihat momentum yang menguntungkan semua pihak.

"Di sisi lain mereka siap berbenturan langsung dengan posisi Gus Dur, tapi
menghindar jika harus berbenturan dengan NU. Jadi, Amien
itu selalu menyerang setiap gerak dan manuver Presiden Gus Dur," ujarnya.

Masih menurut mantan Ketua DPP KNPI itu, Amien siap dengan aliansi atau
koalisi baru yang sedang dibangun dan siap menghadapi setiap serangan balik.
Di sini tampaknya secara individu anggota fraksi PAN dan PBB dengan aktif
melakukan komunikasi dengan partai lain.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Aug 2000 jam 05:32:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke