----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 07 Agustus 2000 14:40 UTC

** GUS DUR MINTA MAAF KEPADA RAKYAT INDONESIA

** DELAPAN BELAS REMAJA MALUKU TERLANTAR DI JAKARTA

** PARA PETINGGI CINA ADAKAN PERTEMUAN RAHASIA

** TOPIK GEMA WARTA: MENTERI PERTAMA: YANG DIPILIH YUDHOYONO TAPI
YANG AMBISI KONON MEGAWATI

** TOPIK GEMA WARTA: WEWENANG GUS DUR DIKURANGI, KEBIJAKAN
PEREKONOMIAN DIUTAMAKAN

* GUS DUR MINTA MAAF KEPADA RAKYAT INDONESIA

Dalam pidatonya di depan ST MPR hari ini Presiden RI Abdurrahman
Wahid meminta maaf kepada rakyat atas ketidaksanggupannya menangani
segala masalah selama sepuluh bulan pemerintahannya. Gus Dur berjanji
akan berusaha sekuat tenaga untuk masa-masa mendatang. Pidato
progress report Presiden itu dibacakan oleh Sekretaris Kabinet
Marsilam Simanjuntak  pada pembukaan Sidang Tahunan MPR pertama.
Selain itu kepada tujuh ratus anggota MPR, Wahid menyatakan bahwa ia
akan mengurangi campur tangannya dalam urusan pemerintahan
sehari-hari. Ia terutama akan memfokuskan diri pada masalah-masalah
luar negeri. Selanjutnya Presiden menyatakan akan mengadakan
perubahan dalam kabinetnya yang kini banyak dikritik. Namun ia tidak
menjelaskan kapan hal itu akan dilaksanakan. Meski banyak menerima
kritikan, namun Gus Dur diduga tetap akan bertahan. Mayoritas anggota
MPR kuatir akan terjadi desintegrasi bangsa, kalau Gus Dur dipaksa
mundur. Sementara itu pelbagai pihak telah mengeluarkan reaksinya
atas pidato Presiden tersebut. Menurut anggota komisi IX DPR Theo F
Toemion, pidato presiden dari segi ekonomi cukup bagus dan
menjanjikan. Namun menurut Ketua DPR Akbar Tandjung, pidato Gus Dur
itu tidak menyinggung hal-hal yang konkret yang sudah dihasilkan
pemerintah. Tindakan keamanan dalam rangka ST MPR ini sangat luar
biasa.

* DELAPAN BELAS REMAJA MALUKU TERLANTAR DI JAKARTA

Sekitar 18 remaja  Maluku terkandas dan terlantar di Jakarta tanpa
orang tua. Demikian diberitakan koran Belanda Algemeen Dagblad.
Mereka dikirim oleh orang tua mereka ke Jakarta untuk meneruskan
perjalanan ke Belanda untuk tinggal bersama sanak saudara di Belanda.
Namun mereka tidak bisa bertolak ke Belanda karena tidak memiliki
paspor. Mereka semestinya diberi paspor oleh pemerintah Indonesia,
tapi sampai sekarang hal itu belum terjadi. Saya tidak tahu bagaimana
nasib mereka selanjutnya. Demikian tegas A. Fanggidei dari Biro
Perjalanan Aurora Travel Service di Amsterdam. Karena mereka masih
anak-anak, untuk mendapatkan paspor harus ada izin dari orang tua.
Sementara orang tua mereka tidak bisa dilacak, karena kebanyakan
mengungsi di gunung-gunung. Untuk sementara para remaja Maluku itu
ditampung di rumah-rumah saudara di Jakarta.

* PARA PETINGGI CINA ADAKAN PERTEMUAN RAHASIA

Para petinggi Cina mengadakan pertemuan rahasia tahunan di sebuah
kota pantai. Dalam pertemuan itu mereka antara lain membahas masalah
kebijakan ekonomi dan politik untuk tahun mendatang. Perundingan
rahasia tahun ini dianggap sangat penting karena Cina tidak lama lagi
akan masuk Organisasi Perdagangan Dunia WTO. Menjadi  anggota WTO
bisa berdampak besar bagi industri Cina, yang kini justru sudah
mengalami kesulitan. Masalah Taiwan juga merupakan masalah yang peka
bagi Beijing yang menganggap pulau itu sebagai pembangkang. Hubungan
antara Cina dan Taiwan mendingin sejak Taiwan Maret lalu memilih
presiden yang mendukung kemerdekaan Taiwan dari Cina.

* PEMIMPIN ROHANI YAHUDI ORTODOKS PERLUNAK UCAPANNYA TENTANG
HOLOCAUST

Pemimpin rohani partai ultra ordotoks Israel Shas memperlunak
ucapannya tentang holocaust. Rabi Ovadia Yosef Sabtu lalu dalam
pidato mingguannya mengatakan bahwa enam juta orang Yahudi yang tewas
pada perang dunia kedua, adalah akibat dosa mereka sendiri. Malam
kemarin Yosef menarik ucapannya dengan menyatakan bahwa semua korban
nazi itu orang-orang suci. Ucapan Yosef akhir pekan lalu sempat
menggemparkan. Perdana menteri Israel Ehud Barak menyatakan, ucapan
itu menyakitkan hati kerabat korban holocaust dan semua orang Yahudi.
Yosef dianggap sebagai pemimpin rohani yang sangat berpengaruh di
Israel. Bulan lalu partainya, Shas, keluar dari kabinet koalisi
pimpinan Barak, karena tidak setuju dengan perundingan perdamaian
dengan Palestina.

* TUJUH PETUGAS ANTI RANJAU PBB TERBUNUH DI AFGANISTAN

Tujuh orang pemusnah ranjau PBB terbunuh di sebuah penghadangan di
Afganistan Barat. Dua mobil yang dikendarai petugas program anti
ranjau PBB itu ditembaki oleh kelompok oposisi dan kemudian dibakar.
Akibatnya tujuh orang meninggal dunia dan seorang luka berat.
Kelompok oposisi yang bermarkas di Iran itu menyangkal terlibat dalam
serangan itu. Ahad kemarin di Afganistan Barat Laut terjadi
pertempuran sengit. Milisi Taliban konon mengawali ofensif untuk
merebut Taloqan, ibu kota propinsi, dari tangan oposisi. Pertempuran
itu dikabarkan menewaskan 16 orang tentara Taliban.

* DEMONTRASI MASSA DI WASHINGTON TUNTUT PENCABUTAN EMBARGO TERHADAP
IRAK

Sekitar tiga ribu massa di Washington mengadakan demonstrasi
menentang sanksi ekonomi terhadap Irak. Sanksi itu diberlakukan
sepuluh tahun lalu setelah Irak mencaplok Kuweit. Di antara para
demonstran terdapat  pelbagai artis,  yang minggu lalu mengimbau
lewat koran untuk mencabut sanksi. Calon presiden dari kelompok
alternatif Green Party (Partai Hijau), Ralph Nader, menyampaikan
pidatonya di depan masa. Ia mengatakan bahwa sanksi hanya memperparah
kondisi rakyat Irak yang semakin ditekan oleh presiden Sadam Hussein.
Menurut Nader tiap bulan 5 ribu anak-anak meninggal dunia akibat
penyakit dan kekurangan pangan, yang merupakan dampak langsung dari
sanksi.

* MENTERI PERTAMA: YANG DIPILIH YUDHOYONO TAPI YANG AMBISI KONON
MEGAWATI

Meski ada pro dan kontra laporan Gus Dur, sementara ini keadaan di
ibukota Jakarta masih tenang-tenang saja. Pengamat politik Daniel
Sparingga lega karena ternyata Gus Dur bersedia untuk berbagi
kekuasaan dan hanya akan menangani masalah luar negeri saja. Tetapi
bagaimana dengan Megawati yang sangat ingin memegang posisi semacam
Perdana Menteri semasa Soekarno-Hatta pada awal kemerdekaan?
Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Gedung MPR di
Senayan, Jakarta:

Sebagaimana sudah dapat diduga sebelumnya di kalangan anggota MPR ada
yang mendukung dan ada yang mengecam laporan yang disampaikan
Presiden Abdurrahman Wahid yang dibacakan Sekretaris Kabinet
Marsillam Simandjuntak di hadapan Sidang Paripuna MPR kemarin.
Sekretaris Fraksi PDKB Seto Haryanto  misalnya menilai, laporan
tersebut cukup komprehensif dan bagus. "Lengkap dan sesuai harapan
kita bahwa Presiden mengungkapkan hal-hal, termasuk kekurangan yang
dimiliki pemerintah," ujar Kak Seto. Ia menambahkan, dalam laporan
tersebut Presiden telah menyampaikan apa yang telah dilakukan dalam
kerangka GBHN. Mengenai tidak dicantumkannya data kuantitatif, Seto
menganggapnya sebagai masalah teknis. "Karena tidak mungkin
disampaikan dalam sidang yang singkat ini. Itu akan disampaikan
pemerintah dalam lampirannya," kata Seto. Seto menggarisbawahi
otokritik pemerintah yang menyadari kekurangan, selain disebutkan
juga kesulitan pemerintah karena berhadapan dengan persoalan masa
lalu yang berat. "Tapi tetap ada upaya," tandas Seto. Ia  yakin,
pidato presiden tadi cukup positif artinya bagi pasar dengan
penegasan-penegasan komitmen pemerintah pada ekonomi pasar serta
prioritas pada usaha kecil dan menengah. Yang jelas pasar mendapat
isyarat bahwa ke depan akan lebih baik.

Sebaliknya, Ketua Fraksi KKI Sutradara Gintings menilai, Presiden
tidak memakai tolok ukur yang jelas, sehingga menyulitkan
fraksi-fraksi untuk membahas laporannya secara rasional dan mendalam.
"Kurang begitu jelas, mana yang menjadi fokus atau prioritas," kata
Sutradara. Selain itu dikemukakan juga oleh Sutradara, pidato yang
dibacakan sama sekali tidak didukung oleh data kuantitatif. "Hanya
dilampirkan, dan untuk membacanya dalam satu hari tentu menyulitkan
fraksi-fraksi atau anggota untuk membuat analisis," ujarnya.
Ditegaskan kembali, bahwa laporan itu tidak memberi fokus yang tajam
sehingga dalam pandangan F-KKI laporan itu seakan-akan berpretensi
untuk membahas dan menangani semua soal. "Tidak dikemukakan hal-hal
urgen yang perlu diberikan energi lebih besar," katanya.

Sementara itu,anggota MPR dari FPDI Perjuangan Laksamana Sukardi
menilai, laporan kemajuan yang disampaikan Presiden Abdurrahman Wahid
sangat dangkal. Menurut Laksamana, isi pidato Gus Dur lebih merupakan
policy direction ketimbang achievement. "Dan, lebih bersifat
apologis," ujarnya. Lebih lanjut mantan menteri itu mengatakan, ada
banyak masalah yang tidak diungkapkan dalam laporan tersebut. Antara
lain, bagaimana pertumbuhan ekonomi, pembenahan hukum, penegakan
hukum, dan lain-lain. Laksamana menjelaskan, yang lebih parah adalah
krisis politik akibat pemecatan dua menteri yang menimbulkan
destabilitas selama 10 bulan terakhir ini tidak dijelaskan Gus Dur.
"Padahal, krisis di kalangan elite menyulitkan proses konsolidasi di
kabinet," katanya. Laks juga menuturkan, dalam laporan tersebut tidak
dijelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi dan proses pulinya
perekonomian, termasuk soal inkonsistensi beberapa kebijakan ekonomi
yang bahkan kini menunjukkan sinyal yang membingungkan. Ia menunjuk
contoh belum terjadinya penyelesaian utang-utang swasta, dan tidak
adanya penjelasan mengenai dukungan investasi.

Sementara politisi senior PDI-P, Sabam Sirait menilai pidato Presiden
itu hanya cerita tentang Indonesia, dunia, dan masalah-masalah yang
sudah lampau. "Pidato beliau 70 persen hanya sebagai pengantar,"
ujarnya. Menurut Sabam, Presiden belum menemukan bagaimana bentuk
laporan dan cara memberi laporan. Sabam menunjuk pidato tentang
militer, yang menurut dia, mengenai soal itu Presiden malah cerita
tentang militer kita di masa datang. "Bukannya apa yang telah dia
lakukan untuk pembenahan militer," demikian Sabam Sirait.

Orang yang mengkoordinir laporan Presiden tersebut adalah Susilo
Bambang Yudhoyono. Yudhoyono memang merupakan menteri yang paling
ambisius dan mungkin karena itu paling disenangi Presiden Gus Dur. Ia
yang selalu paling rajin menawarkan diri untuk menyusun laporan untuk
Gus Dur, jelas seorang  menteri yang nampaknya akan keluar dari
kabinet. Saat ini memang sudah  bergulir isyu bahwa Yudhoyono akan
menjadi orang ketiga terkuat di dalam pemerintahan.

Isu Menteri Pertama berkembang setelah pidato Presiden Gus Dur di
Sidang Tahunan MPR dinilai banyak kalangan tidak memuaskan. Sejak
bulan-bulan pertama berkuasa, Gus Dur sudah pernah mengemukakan
kepada kalangan NU, bahwa ia sebenarnya menginginkan agar suatu saat
Yudhoyono menggantikannnya sebagai RI I.  Untuk sementara ini
tampaknya Yudhoyono akan magang sebagai M I. Kedudukan Menteri
Pertama atau M I ini mulai disosialisasikan di Senayan. Yudhoyono
proyeksikan sebagai pengendali pemerintahan sehari-hari dan presiden
hanya berfungsi sebagai kepala negara saja yang mengkhususkan diri
dalam menangani masalah-masalah luar negeri dengan dibantu Menteri
Luar Negeri.

Mentamben Susilo Bambang Yudhoyono sehubungan dengan itu kemarin
meminta agar isu tersebut tak dikembangkan karena bisa
disalahtafsirkan. "Sebaiknya soal Menteri Pertama itu tak usah
dilanjutkan. Saya khawatir, masyarakat bisa salah tafsir. Saya
sendiri tak tahu menahu dengan ide itu," kata Bambang Yudhoyono
merendah usai sidang paripurna MPR, Senin. Ketika ditanya mengenai
peranannya yang begitu besar, dalam menyusun pidato Presiden, Bambang
menyebutkan hanya sebatas koordinasi belaka. Memang, dalam taraf
finalisasi pidato hanya dirinya yang dipanggil oleh Presiden dan
Wapres di Bina Graha. "Semua menteri ikut memberikan masukan, dan
kami hanya mengkoordinasikan saja. Tugas yang diberikan kepada saya
itu, tak ada hubungannya dengan 'magang' pemerintahan," tegasnya.
Rencana Gus Dur untuk menjadikan Yudhoyono sebagai M I jelas mendapat
dukungan dari kalangan Fraksi TNI-Polri. Bahkan para pendukung
Wiranto pun sangat gembira mendengar rencana itu.

Sehubungan dengan itu, kalangan sipil pun memunculkan nama-nama lain.
Di antaranya ialah Juwono Sudarsono, Marsillam Simandjuntak dan
Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Mereka ini dianggap dekat dengan Gus Dur
dan bersih dari KKN. Utamanya Marsillam dan Dorodjatun pernah
dipenjarakan oleh rejim Soeharto. Tetapi menurut suatu sumber, yang
kurang diperhatikan orang adalah keinginan kuat kelompok pendukung
Megawati yang menginginkan Wapres itu sekaligus memegang peranan M I
dengan dibantu empat menteri senior yang bertanggungjawab untuk
bidang politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan. Artinya Wapres yang
menyusun kabinet.

Dalam sejarah Indonesia, menurut Ryas Rasyid pernah terjadi Wakil
Presiden Mohamad Hatta merangkap jabatan Perdana Menteri. Hal yang
sama pun sempat diusulkan oleh pengamat politik Arbi Sanit, pekan
yang lalu. Ini berarti karena keterbatasan pancainderanya, Gus Dur
hanya akan berfungsi seperti Ayatolah Khomeini di Iran dahulu.

* WEWENANG GUS DUR DIKURANGI, KEBIJAKAN PEREKONOMIAN DIUTAMAKAN

Intro: Sidang Tahunan MPR dimulai hari ini. Pemerintahan Presiden
Abdurrahman Wahid yang baru saja berusia sembilan bulan harus
mempertanggungjawabkan kinerjanya selama ini dan menegaskan rencana
empat tahun ke depan. Gus Dur mengatakan akan lebih berkonsentrasi
kepada masalah luar negeri sementara politik dalam negeri diserahkan
kepada tim yang masih harus dibentuk. Ulil Abshar Abdallah, tokoh
muda NU, mengatakan solusi paling bagus bagi Gus Dur adalah
mengangkat seorang perdana menteri atau menteri utama. Mengenai
rencana Gus Dur menjabat sebagai semi menteri luar negeri, Ulil
mengatakan dalam keadaan ini hal itu bisa-bisa saja.

Ulil Abshar Abdallah [UAA]: Saya melihat sekarang ini tampaknya
Presiden memang mau melepas urusan praktis sehari-hari itu, entah
kepada wakil presiden atau kepada menteri utama. Karena di Jakarta
rumornya memang kuat bahwa opsi seperti itu akan diambil.

Radio Nederland [RN]: Tapi apakah itu sebuah langkah yang tepat bagi
seorang presiden?

UAA: Mungkin dalam keadaan normal tidak tepat, tetapi di dalam
kondisi Gus Dur yang mempunyai banyak kendala saya kirab itu salah
satu opsi praktis yang masuk akal sekarang ini. Jadi tidak langsung
menangani day to day business (urusan sehari-hari, Red.) dari urusan
kabinet dalam segala macam. Kalau dia bisa mengkonsentrasikan diri
untuk hal-hal yang sifatnya mendasar mengenai berapa hal di negara
ini saya kira itu jauh lebih baik. Karena terus terang memang figur
Gus Dur ini dulunya diharapkan menjadi pemersatu. Nah fungsi itu
sebetulnya menjadi kacau karena dia disibukkan dengan hal-hal kecil
tiap hari.

RN: Apakah presiden hanya berkonsentrasi pada politik luar negeri,
kebebasan pers dan tegaknya hukum gitu?

UAA: Saya tidak tahu. Tetapi saya kira bukan begitu yang baik buat
Gus Dur. Yang tepat buat dia adalah simbol pemersatu kemudian
mengkonsentrasikan pada urusan rekonsiliasi, dialog nasional,
mempersatukan bangsa dan segala macam. Nah urusan recovery economy
(pemulihan perekonomian, Red.) secara teknis itu akan diurus oleh
orang lain.

RN: Tapi bukankah akan timbul kesan bahwa dengan demikian kekuasaan
presiden akan menjadi sangat dibatasi bahkan?

UAA: Terus terang ini membatasi wewenang eksekutif. Tetapi dalam
situasi yang mendesak seperti sekarang ini, kita tidak bisa
membiarkan keteledoran Gus Dur kemarin itu berlanjut terus.

RN: Jadi, apakah itu merupakan kompromis jalan keluar yang bisa
dilakukan sekarang untuk tidak memecat dia?

UAA: Jadi saya sebenarnya mengusulkan apa yang saya sebut dalam
sejumlah forum di Jakarta sebagai in between solution (solusi
antara), bukan sekedar memecat Gus Dur begitu saja, tapi juga tidak
mempertahankan tanpa ada satu syarat yang ketat. Nah jalan tengah itu
bagi saya memang adalah: ia menjadi simbol pemersatu bangsa, kemudian
ada seorang menteri utama atau wakil presiden yang mentake over tugas
dia. Atau kalau tidak begitu, ya, harus ada tim yang betul-betul kuat
di Ekuin dan kemudian di Sekneg dan di sekitar dia. Jadi, dia tidak
dipreteli kekuasaannya, tapi dikawal dengan ketat oleh sejumlah
pembantu yang betul-betul cakap. Nah saya kira hanya solusi ini yang
bisa masuk akal. Kalau dia dipecat begitu saja, itu saya kira akan
membukan kotak pandora lain yang jauh lebih serius. Tapi
dipertahankan tanpa suatu persyaratan yang ketat juga tidak bisa.

RN: Jadi anda setuju dengan pengangkatan seorang menteri utama?

UAA: Saya kira saya setujun itu. Jadi itu jalan tengah yang paling
praktis, masuk akal dan tidak serta merta menghentikan Gus Dur di
tengah-tengah priode ini.

RN: Tapi apakah jabatan menteri utama itu tidak akan juga mengurangi
wewenang wakil presiden?

UAA: Ini juga keragu-raguan di kalangan sejumlah orang bahwa kalaupun
kekuasaan itu didelegasikan kepada ibu Mega secara penuh, belum tentu
juga ada jaminan bahwa ibu Mega akan bisa membereskan semua ini. Ibu
Mega dan Gus Dur secara in tandum diperlakukan sebagai simbol
persatuan bangsa. Pada level praktisnya akan ditake over
(diambilalih, red) oleh seorang menteri utama atau sejenis itu. Saya
kira ini jalan keluar yang praktis, masuk akal dan tidak menimbulkan
gejolak sosial yang lebih serius. Menurut saya sekarang ini tampaknya
dari pihak Gus Dur sudah ada semacam kerelaan untuk menerima kritik
bahwa dia memang tidak bisa secara sungguh-sungguh memperhatikan
soal-soal kecil. Dia sudah rela menerima kritik itu dan tampaknya
memang dia ingin lebih mengonsentrasikan pada hal-hal yang sifatnya
menyangkut hubungan keluar dan rekonsiliasi bangsa. Momentum ini saya
kira harus segera ditangkap oleh orang-orang di MPR untuk segera
mencari solusi yang bijaksana.

Demikian Ulil Abshar Abdallah, seorang tokoh muda NU.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Aug 2000 jam 16:45:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke