---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Sarapan bersama Dr. Kastorius Sinaga: Gus Dur Korban Euphoria Politik Legislatif Jakarta, Kompas Cyber Media Pengamat masalah politik dan sosiolog Universitas Indonesia, Dr. Kastorius Sinaga menilai Presiden Abdurrahman Wahid saat ini seperti menjadi korban euphoria politik dari legislatif. "Apa pun yang dilakukannya, baik atau buruk --apalagi yang buruk--, dia akan selalu diganjal," katanya, ketika dihubungi di rumahnya kemarin petang (7/8). Menanggapi komentar dan tanggapan sekelompok anggota MPR yang menilai pidato Gus Dur dalam Sidang hari pertama kemarin sebagai negatif, Kastorius yang juga Dosen Pascasarjana Bidang Ilmu Sosial UI itu mengaku sudah meramalkan. "Saya tidak kaget. Sebagian dari mereka adalah sekelompok orang yang kita kenal sudah punya framework di kepalanya untuk secara apriori menolak isi pidato Gus Dur," katanya. Mereka, dikatakan Kastorius, dengan berbagai cara akan mengganjal Gus Dur. Kastorius mengingatkan bahwa dalam Sidang Tahunan MPR kali ini terdapat terdapat beberapa kepentingan yang tidak dapat dijelaskan sebagai cerminan politik fraksi, tetapi lebih mencerminkan pertarungan kekuatan di dalam diri legislatif sendiri. Kepentingan pertama yang secara apriori menolak laporan Presiden dan bahkan menginginkan impeachment terhadap Gus Dur menurut Kastrius akan datang dari sebagian besar kubu status quo dengan motif proteksi kepentingan historis ditambah dukungan sekelompok kecil, baik Poros Tengah maupun PDI Perjuangan yang secara personal dan secara kelompok dirugikan oleh Abdurrahman Wahid berikut kebijakannya. Kepentingan kedua adalah kelompok moderat dengan berpegang pada konstitusi yang mempertahanan duet Gus Dur-Megawati, namun dengan catatan kritis/obyektif terhadap kinerja Gus Dur khususnya dan pemerintah umumnya. Kelompok ini akan banyak diwakili kubu PDI Perjuangan serta fraksi kecil nasionalis ditambah fraksi TNI/Polri. Sedang kepentingan ketiga kata Kastorius adalah para pendukung kepentingan Gus Dur, yang didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), fraksi terkecil berlandaskan agama dari Poros Tengah serta Utusan Golongan. Apirasi kepentingan mereka adalah kesinambungan reformasi dengan tekanan peningkatan efektifivitas pemerintah di masa di masa datang. Belum Optimal Sementara itu diminta memberi penilaiannya sendiri, Kastorius mengakui, bahwa kinerja pemerintahan Gus Dur sampai saat ini memang belum optimal karena kabinetnya tidak terpimpin secara baik. Bahkan dia juga mengakui, pemerintahan Gus Dur saat ini sangat tidak efektif. "Eksekutif saat ini lemah dibanding legislatif yang semakin hari semakin menunjukkan kekuatannya," katanya. Tapi menurutnya sangat tidak fair, bila penilaian dilakukan tanpa parameter yang jelas. "Kalau mau fair, parameternya dibuat jelas. Kapan Gus Dur disebut berhasil, dan kapan Gus Dur disebut gagal," katanya. Ditambahkan, kinerja pemerintahan Gus Dur sekarang tak bisa dilepaskan dari susunan kabinetnya, yang proses pembentukannya lebih mengakomodasikan dari kepentingan partai politik yang ada. Jadi sangat wajar, menurut Kastorius, bila ada kesenjangan komunikasi antara Gus Dur dengan para menterinya yang jelas-jelas mewakili partai politiknya. "Dengan kondisi ini, kita semua tahu, sulit mengharapkan para menteri itu loyal hanya kepada presiden," kata Kastorius. Karena itu dia tidak sependapat jika kesalahan itu hanya ditimpakan kepada Gus Dur dengan menuding tidak memiliki konsep kepemimpinan. "Saya kira, siapa pun akan kesulitan dalam membangun organisasi semacam itu. Karena itu mestinya tidak dijadikan bahan untuk menyudutkan Gus Dur," katanya. Menurutnya, pemerintahan Gus Dur sudah berada di jalur yang benar, karena seperti dikatakan Gus Dur saat merayakan ulangtahunnya di Istana Cipanas (Sabtu, 5/8) visi pemerintahannya berlandaskan pada tiga hal, yaitu adanya toleransi di antara bangsa, adanya kedaulatan hukum, dan adanya persamaan. Laporan tahunan Presiden yang ditekankan pada pengembangan toleransi dan kebersamaan di dalam membangun landasan stabilitas politik, menurutnya, juga sangat tepat sebagai fokus yang harus diperhatikan oleh elite anggota MPR/DPR dalam rangka mengembangkan demokrasi dan civil society yang kuat. "Saya kira juga bisa kita jadikan entry point untuk membenahi sistem politik kita dan untuk membangun stabilitas yang kita perlukan saat ini," tandas Kastorius. Karena itu Kastorius masih yakin pemerintahan Gus Dur akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan asal diberi iklim yang kondusif. "Tidak seperti selama sepuluh bulan ini, sementara dia dan kabinetnya harus bekerja, mereka juga harus menanggapi berbagai persoalan dalam waktu hampir bersamaan." Karena itu, salah satu cara agar pemerintahan Gus Dur bisa berjalan sesuai harapan rakyat, dia menyambut baik rencana Gus Dur untuk merombak kabinet. Menurutnya perombakan Kabinet Persatuan Nasional yang bisa dijuluki Kabinet Pelangi itu adalah keharusan. Syaratnya, para menteri baru harus terdiri dari kalangan profesional dan nonpartisan serta dapat bekerja sama. Dan tentu saja, kalangan legislatif dan kalangan elit politik lainnya harus menunjukkan sikap kenegarawanannya dengan memberi kesempatan pemerintah bekerja leluasa. "Jangan jadikan Presiden Abdurrahman Wahid sebagai korban euphoria politik," katanya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Aug 2000 jam 09:28:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
