---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Buang Menteri Tak Produktif F-PDIP Siapkan 5 Konsep 'Reshuffle' koridor.com [10 Aug, 14:25] Kabinet mendatang, fokusnya harus ke arah pembangunan ekonomi, dengan memilih orang yang cocok dengan kapabilitas yang memadai. Kementerian yang tumpang tindih tugasnya, digabung satu atap. Menurut anggota Fraksi PDIP Didik Supriyanto, tidak bisa dihindarkan jika menteri-menteri yang tak produktif dilengserkan dan diganti. "Kita ini butuh pemulihan ekonomi yang cepat, makanya departemen harus efisien. Misalnya saja, bidang investasi dan pajak disatukan dalam satu departemen, sementara Departemen Keuangan mengurusi fiskal, moneter dan perbankan saja," kata Didik kepada koridor.com, di sela Sidang Paripurna V di Jakarta, Kamis (10/8). Ditambahkannya, dengan pindahnya kewenangan pemerintahan sehari-hati kepada Wapres Megawati maka harus didukung dengan tim ekonomi yang baik. Diisyaratkannya, perombakan besar-besaran di tim ekonomi tak bisa dihindarkan. Menurut Didik, dalam rapat intern F-PDIP sedang digodok konsep kabinet mendatang. Setidaknya, ada lima alternatif konsep ekonomi yang sedang disusun termasuk di dalamnya menteri yang layak diganti. Pergantian tim ekonomi itu, dibenarkan anggota F-PDIP Zoelvan Lindan. Menurutnya, lembaga pemerintah seperti BPPN dan BUMN harus disatukan. Alasannya, di kedua lembaga itu terdapat perusahaan yang potensial dikelola atau dijual. "Jika ditangani oleh menteri yang sama, lebih bagus. Karena bisa lebih fokus. Selama ini, dalam rapat-rapat di DPR, dua kementrian itu sering bertabrakan. Orang seperti Rozy Munir (Meneg Investasi dan BUMN-Red) itu, tak pantas dipertahankan. Dia tidak cocok di tim ekonomi, kompetensinya tak ada," tuturnya. Dijelaskanya, sekarang ini Indonesia perlu investor asing untuk memulihkan ekonomi. Jangan sampai, perusahaan asing yang mau masuk ke sini dihalang-halangi tanpa alasan yang jelas. "Misalnya saja, ia memasukkan perusahaan dotcom dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). Itu kan tak benar. Kalau itu dibuka, mereka bersaing dan tak merugikan siapa-siapa. Tidak ada investasi dotcom yang merugikan Indonesia. Masuknya investasi, malah menyerap tenaga profesional kita," tegasnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Aug 2000 jam 06:54:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
