---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Vokalis MPR Berebut Jadi Menteri -- Sowan ke Gus Dur dan Mega -- Pengumuman Kabinet Diundur JAKARTA---Suara Merdeka Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri bakal kesulitan menyusun kabinet menghadapi perombakan yang dijanjikan dalam Sidang Tahunan MPR yang ditutup hari ini. Yang menarik dicermati adalah ulah politikus muda yang pada awal Sidang Tahunan MPR, gencar mengkritik dan cenderung menghujat pemerintahan Gus Dur. Sebut saja dari Partai Golkar Ade Komaruddin dan Priyo Budi Santoso, PDI-P Pramono Anung Prabowo. Sikap mereka melunak pada akhir sidang tahunan. Justru orang-orang "vokal" itulah, ujar sebuah sumber, yang sowan ke Istana Negara untuk meminta jatah di kabinet yang ditawarkan Gus Dur dalam rangka perombakan kabinet yang disampaikan dalam jawaban atas pemandangan umum fraksi. Hal itu diakui Priyo Budi Santoso yang dimintai konfirmasi oleh wartawan soal pertemuan dengan Presiden. Namun dia menolak jika disebut menghadap, karena lembaganya sederajat dan setingkat. "Saya bertemu, bukan menghadap," katanya. Namun anggota Fraksi Partai Golkar asal daerah pemilihan Jateng itu mengelak jika pertemuan itu disebut-sebut untuk meminta jatah di kabinet. Dia menyatakan hanya konsultasi biasa. "Kami hanya melakukan konsultasi mengenai masalah-masalah yang berkembang," katanya. Hal serupa dilakukan Ade Komaruddin. Namun, menurut keterangan umber orang dekat Megawati, Ade mendekati Wakil Presiden yang dinilai cukup mempunyai peran dalam penyusunan kabinet mendatang. Yang menjadi polemik di tubuh PDI Perjuangan sekarang adalah Pramono Anung, yang ikut-ikutan mendekati Gus Dur dan meminta jatah di kabinet. "Disayangkan Pramono Anung yang kevokalannya keluar dari garis partai itu sekarang malah berjalan sendiri untuk kepentingan dirinya," ujar sumber di PDI Perjuangan. Ketika dimintai konfirmasi Pramono tak sepatah kata pun menjawab. Dengan sigap dia masuk lift di Hotel Hilton, tempat menginap bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan yang lain. Sumber tersebut menuturkan lantai X di Hotel Hilton, tempat menginap Fraksi PDI Perjuangan, khususnya Ketua Umum serta suaminya, Taufik Kiemas, tak pernah sepi tamu. Seluruh pejabat serta petinggi TNI/Polri juga menempati kamar di hotel itu. Juga Arifin Panigoro, yang masuk dalam sorotan kelompok PDI Perjuangan asli. Di balik permainannya dengan kelompok Partai Golkar, ternyata dia juga sowan meminta jatah di kabinet. Sementara itu, kealotan penyusunan kabinet berkait erat dengan tuntutan profesionalisme. Tuntutan itu perlu diperhatikan agar kinerja kabinet lebih profesional menangani tuntutan keluar dari multikrisis. Satu sisi tuntutan elite politik agar tetap memperhatikan basis partai, sehingga pemerintahan lebih terlegitimasi karena mendapat dukungan dari partai. Dengan dalih, di partai juga banyak profesional. "Jangan dikira di partai tak ada orang-orang profesional," kata Ketua Fraksi Reformasi Hatta Radjasa, menanggapi dikotomi profesionalisme dan partisan dalam kabinet mendatang. Di PKB, kata sebuah sumber, soal nama-nama sudah tak ada masalah dan clear. Gus Dur masih menunggu hasil tim restrukturisasi kabinet yang ditangani Susilo Bambang Yudhoyono, Ryaas Rasyid, dan Erna Witoelar. Kwik Setuju Masih menyangkut anggota yang vokal, Marwah Daud disebut-sebut bakal masuk kabinet. Namun poiisinya belum jelas, karena menyangkut restrukturisasi kabinet yang bakal mengurangi jumlah menteri negara. Marwah bakal masuk berkait dengan mencairnya hubungan kekuatan kelompok Iramasuka dan kelompok Akbar Tanjung di Partai Golkar. Anggota kelompok Iramasuka lain yang bakal diakomodasi Presiden adalah Laode Kamaluddin, Sekretaris Fraksi Utusan Daerah (FUD). Namun problemnya, dia adalah pakar kelautan sehingga harus menggeser Sarwono Kusumaatmadja, yang dikenal sebagai pekerja di bidangnya. Semestinya, kata sumber itu, Sarwono mendapat tawaran sebagai menteri dalam negeri atau menteri sekretaris negara. Namun dia menolak jabatan baru itu karena lebih senang menekuni bidang kelautan yang dikerjakan selama 10 bulan. "Tergantung pada bagaimana nanti tawar-menawarnya." Sementara itu Kwik Kian Gie menyatakan setuju jika Dorodjatun Koentjoro-Jakti menjadi menko ekuin dalam kabinet mendatang. Dia juga menyatakan setuju jika Bambang Sudibyo kembali menjabat sebagai menteri keuangan. Kwik pun kembali menyatakan kesediaan jika ditarik kembali ke dalam kabinet. Demikian ungkap Kwik, seusai mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka, kemarin. Namun dia menyatakan akan melihat dulu konfigurasi secara total. "Tetapi sampai saat ini saya sama sekali belum dimintai kesediaan menjabat menteri lagi oleh Presiden," katanya. Diundur Sekretaris Kabinet Marsilam Simanjuntak kepada wartawan di Istana Merdeka mengungkapkan, ada pengunduran waktu pengumuman kabinet dari 21 Agustus menjadi antara 24-25 Agustus. "Dengan pertimbangan, menurut pendapat Presiden, untuk mengikuti petunjuk MPR, untuk mendengarkan pertimbangan-pertimbangan dari partai-partai politik," katanya. Hal itu dibenarkan oleh Erna Witoelar. Dia mengaku tak tahu pengunduran itu karena Presiden perlu mendengar masukan dari MPR. Yang jelas hal tersebut bukan karena kelambatan kerja tim penyusun. "Nggak. Soalnya kami juga nggak boleh buru-buru menata institusi. Jadi yang terbaik adalah institusi lebih dulu, baru memilih orangnya. Yang kedua ini kan perubahan pahit yang harus dialami dan menyangkut nasib banyak PNS. Hal-hal seperti itu juga harus dipertimbangkan," kata dia. Anggota tim penyusun lain, Yudhoyono, memperkuat argumentasi Erna bahwa mereka tak ingin pengalaman pembubaran Departemen Penerangan dan Departemen Sosial terjadi lagi. Karena itu Menteri Penertiban Aparatur Negara dilibatkan untuk menata agar restrukturisasi kabinet tak menimbulkan masalah kepegawaian. "Kami harus merampingkan dan merestrukturisasi kabinet untuk menghasilkan keputusan yang baik. Kami juga akan merestrukturisasi dewan yang ada. Saat ini banyak dewan. Di masa depan kami akan merampingkan dewan yang ada." Karena itu pihaknya akan segera merevitalisasi Dewan Keamanan Nasional sebagaimana Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Tentang susunan kabinet, Yudhoyono menyatakan tak ada yang mengatakan harus diumumkan setelah Sidang Tahunan MPR berakhir. Pekerjaan itu sedang dikerjakan oleh tim, dan pada saatnya pemerintah akan mengumumkan struktur termasuk siapa yang akan mengisi. Sekarang format kabinet sedang disusun dan secara formal akan dievaluasi bersama-sama oleh Presiden dan Wakil Presiden. Pos Menteri Meski tim tiga menyatakan hingga kini Gus Dur belum menunjuk orang-orang yang akan ditempatkan dalam kabinet, dari sumber-sumber yang dekat dengan Gus Dur beredar nama-nama yang diperkirakan menempati pos menteri. Di jajaran Kabinet Persatuan Nasional yang tampaknya cukup kuat akan dipertahankan adalah Alwi Shihab, Tolchah Hasan, AS Hikam, dan tentu saja tiga menteri yang ditunjuk Gus Dur menyusun format kabinet. Yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Ryaas Rasyid, dan Erna Witoelar. Alwi tetap sebagai menteri luar negeri, Tolchah Hasan sebagai menteri agama. Namun untuk menteri agama muncul nama lain, yakni Rais Syuriah PBNU Said Aqiel Siradj. Seperti disebut-sebut sebelumnya, Yudhoyono kemungkinan bakal menjadi menko polkam, sedangkan satu menko lagi, yakni menko ekuin diisi Dorodjatun Koentjoro-Jakti. Sebagai koordinator tim ekuin, Dorodjatun yang kini menjabat Dubes RI di AS akan bahu-membahu dengan ekonom dari UI Sri Mulyani Indrawati (menteri keuangan), Faisal Basri (menteri urusan BUMN), dan Rizal Ramli yang akan pindah posisi dari Kabulog ke menperindag. Masih di jajaran ekuin, kuat dugaan Gus Dur mempertahankan Nurmahmudi Ismail sebagai menteri kehutanan dan perkebunan yang tampaknya akan disatukan dengan menteri pertanian. Zarkasih Noor, menteri poros tengah lain yang diisukan bakal hijrah ke PKB, tetap dipertahankan sebagai menteri koperasi dan PPK. Di departemen terakhir itu muncul pula nama lain, yakni Didik J Rachbini, ekonom dari UI yang mendirikan lembaga kajian Indef. Ryaas Rasyid sebagaimana disebut akan merangkap menjadi mendagri dan otonomi daerah, Yusril tetap menteri hukum dan perundang-undangan, Marzuki Darusman menteri pertahanan, dan Agum tetap menteri perhubungan. Nama baru yang masuk bursa adalah empat orang dari PDI-P, yakni Arifin Panigoro, Yacob Nuwawea, Dimyati Hartono, dan Muchtar Buchori. Arifin, bos Medco yang cukup lama malang melintang sebagai pengusaha minyak, kabarnya mengisi pos yang ditinggalkan Yudhoyono yakni menteri pertambangan dan energi. Dimyati, ahli hukum laut, sesuai dengan keahliannya ditempatkan sebagai menteri negara eksplorasi laut dan perikanan menggantikan Sarwono Kusumaatmadja. Sarwono bakal ditempatkan sebagai calon alternatif sekretaris kabinet, di samping Marsillam Simanjuntak. Meski peluangnya kecil, nama Yacob beredar untuk memperebutkan kursi menteri tenaga kerja bersama-sama Rozy Munir yang hingga kini masih menjabat menteri pendayagunaan BUMN. Adapun Muhtar Buchori, tokoh Muhammadiyah dari "kandang banteng", berebut menjadi menteri pendidikan nasional dengan Hikam. Ahmad Sujudi tampaknya masih jadi pilihan utama Gus Dur untuk menjadi menteri kesehatan, begitu pula Erna Witoelar sebagai menteri pemukiman dan pengembangan wilayah. Rekan Erna di LSM, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Emi Hafidz, disebut-sebut menjadi menteri lingkungan hidup. Untuk menteri transmigrasi Gus Dur punya dua pilihan: mempertahankan Al-Hilal Hamdi atau memilih Didin S Damanhuri. Jabatan setingkat menteri lain diperkirakan tak berubah, seperti Djoko Mulyono (Sekneg) dan Widodo AS (Panglima TNI).*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Aug 2000 jam 11:25:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
