---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http: under construction Xpos, No 25/III/20-26 Agustus 2000 ================================================ EGGY SUJANA MENGHILANG (POLITIK): Sejumlah aktor politik Islam garis keras tiba-tiba hilang dari "peredaran" di tengah momentum politik penting tahun ini: Sidang Tahunan MPR. Ke mana Eggy Sujana, aktor politik yang menyebut dirinya macan demonstran di tengah hiruk pikuk Sidang Tahunan MPR? Ke mana juga pasukan Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), organisasi pekerja berbasis gerakan Islam pimpinan Eggy yang belakangan ini gencar berdemonstrasi? Juga "pasukan" Humanika? Jalanan Jakarta, dalam sepekan terkahir ini sepi dari aksi-aksi demonstrasi yang digerakkan Eggy. Selain Eggy, aktor politik Islam garis keras lainnya, seperti Al-Chaidar, pemuda yang pernah aktif di gerakan Negara Islam Indonesia, juga tak menampakkan dirinya atau pernyataannya di seputar Sidang Tahunan MPR. Padahal, Sidang Tahunan MPR kali ini membahas hal penting, yakni amandemen UUD 1945. Kalangan Islam garis keras tercatat gencar melancarkan tekanan agar Piagam Jakarta dimasukkan lagi di konstitusi yang akan diamandemen, juga usulan dari partai-partai Islam, termasuk PPP agar pasal 29 UUD 1945 diubah dengan menambahkan kewajiban bagi pemeluk Islam untuk menjalankan syariat Islam. Sebagai aktor politik yang selalu menggunakan jargon Islam untuk tujuan-tujuan politiknya, seharusnya Eggy dan barisannya sudah tampil saat ini. Setidaknya datang ke depan gedung MPR-DPR di Senayan, Jakarta melancarkan dukungan agar pasal 29 diamandemen dan Piagam Jakarta disusupkan lagi di Pembukaan UUD 1945. Selama ini hanya tercatat jumlah yang cukup kecil kelompok masyarakat yang datang ke MPR/DPR melancarkan dukungan menyusupkan Piagam Jakarta di UUD 1945. Beberapa kelompok kecil itupun tak cukup dikenal identitas kelompoknya selain Front Hisbullah, kelompok radikal yang tengah bermusuhan dengan Kopassus Grup I/Para Komando Serang dan FPI, kawan seperjuangan Front Hisbullah yang juga baru saja menyatakan permusuhannya dengan Kopassus karena pembunuhan Panglima Front Hisbullah, KH Cecep Bustomi, yang juga salahsatu deklarator FPI. Gelombang demonstrasi lainnya yang datang adalah dari kalangan mahasiswa yang sama sekali menuntut hal yang berbeda, yakni penghapusan kursi TNI dari DPR dan MPR. Juga PMII, organisasi mahasiswa yang berafilisasi politik ke NU yang datang untuk menyampaikan dukungan ke Gus Dur. Ke mana Eggy dan kawan-kawannya menghilang? Sumber Xpos mengatakan, Eggy yang kini membuka kantor pengacara profit, tengah menjalankan Umroh. Lho, mengapa ia menjalani ibadah itu bertepatan ketika Sidang Tahunan MPR digelar, apalagi MPR tengah membahas isu penting yakni amandemen UUD 1945? Ini pertanyaan yang beredar di kalangan aktifis di Jakarta. Ternyata, Umroh Eggy kali ini bukan sembarang Umroh. "Umrohnya dibiayai para pendukung pemerintah," ujar sumber tadi. Dan, lanjut sumber yang dekat dengan kalangan istana itu, Eggy tak hanya dibiayai Umroh, namun juga diberi pundi-pundi agar tak banyak membuat ulah di seputar Sidang Tahunan MPR. Ternyata tak hanya Eggy yang diberi pundi-pundi dengan imbalan tak mengganggu Sidang Tahunan MPR, namun juga kelompok yang menggunakan bendera Islam lainnya. Tampaknya, cara ini cukup efektif. Terbukti, sejumlah gangguan yang biasanya dibuat oleh kelompok ini nyaris tak ada. Dan, Sidang Tahunan MPR berjalan cukup aman. Termasuk upaya kelompok-kelompok Islam garis keras untuk memaksakan klausul Islam dalam konstitusi, tak berjalan lancar. Keinginan itu sendiri sebenarnya justru ditentang oleh kalangan Islam yang lebih luas. Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi misalnya, bersama sejumlah tokoh cendikiawan Islam seperti Nurcholis Majid dan tokoh-tokoh Islam muda lainnya menentang keras dimasukkannya Piagam Jakarta ke konstitusi. Ketua Umum PP Muhammadyah, Prof Dr Syafei Ma'arif pun menyatakan hal yang sama. Di MPR, gagasan ini akan kandas, karena ditentang PDI-P dan tak didukung Partai Golongan Karya, yang tengah mendekati PDI-P untuk berbagi kekuasaan. Juga akan ditentang PKB. Amien Rais, Ketua MPR dan Ketua Umum PAN pun tak sepenuhnya mendukung. Amien kini tengah berbaik-baik dengan Megawati yang akan mempertahankan konstitusi warisan ayahnya itu. Amien merangkul Megawati, karena ia punya maksud agar tetap diajak berkuasa. (*) ========================================================= Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ----------------------------------- SiaR WEBSITE: http://www.minihub.org/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 06:15:43 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
