----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http: under construction
Xpos, No 25/III/20-26 Agustus 2000
================================================

SUSAHNYA MENGUSIR LASKAR JIHAD

(POLITIK): Laskar Jihad mengancam untuk kedua kalinya: akan menyerang
gereja-gereja di Jawa dan Sumatera jika Laskar Jihad dipaksa keluar
Maluku.

Ini ancaman kedua kalinya yang dilancarkan Laskar Jihad Ahlus Sunah
Wal Jamaah. Menyusul, Perintah Penguasa Darurat Sipil Maluku, Saleh
Latuconsina, kepada Laskar Jihad agar keluar dari Maluku. Ketua Forum
Komunikasi Ahlus Sunah Wal Jamaah, Ayip Syafrudin menanggapinya dengan
acaman. "Kami akan menyerang gereja-gereja yang menjadi penyuplai
bahan-bahan yang digunakan untuk berperang di Ambon," katanya kepada
pers di Yogyakarta, Senin (24/7) lalu. Ayip berdalih, kedatangan
Laskar Jihad di Ambon bukanlah bertujuan mengobarkan konflik menjadi
kian buruk seperti yang dituduhkan Saleh Latuconsina. "Saya kira tidak
 masuk akal tuduhan bahwa Laskar Jihad adalah pemicu konflik, karena
kami datang dengan tujuan berdakwah, dan aksi sosial kemanusiaan,"
kata Ayip.

Menurut Forum Komunikasi Ahlus Sunah Wal Jamaah, kini ada sekitar 3000
orang Laskar Jihad yang berada di Maluku. Dan, menurut catatan
organisasi ini, sudah tujuh anggota laskar yang tewas dalam
keterlibatan mereka di pertikaian itu.

Tak hanya Saleh sebenarnya yang memerintahkan Laskar Jihad ditarik
dari Maluku. Namun juga Menteri Pertahanan dan Keamanan, Yuwono
Sudarsono. Permintaan Juwono ini ditanggapi serius oleh Polri dan
Mabes TNI. Kapolri Jendral Rusdihardjo mengatakan akan melaksanakan
perintah itu, demikian pula Panglima TNI Laksamana Widodo AS. Panglima
Kodam IX/Patimura juga sudah bersiap-siap memulangkan Laskar Jihad
dari Maluku, segera setelah perintah itu turun.

Toh demikian, para pemimpin Laskar Jihad yakin aparat militer tidak
akan sungguh-sungguh mengusir Laskar Jihad yang ada di Ambon.
Keyakinan Laskar Jihad ini amat beralasan. Jadi, polanya sama seperti
ketika mereka akan berangkat ke Maluku. Presiden melarang dan
memerintahkan aparat keamanana agar mencegah keberangkatan mereka,
namun aparat militer, terutama di wilayah Jawa Timur, melepaskan
mereka. Hingga, Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Sudi Silalahi
harus berkali-kali membantah bahwa ia dengan sengaja meloloskan Laskar
Jihad dari wilayah teritorialnya.

Kendati demikian, sebenarnya, hubungan Laskar Jihad dengan militer di
Maluku tidak terlalu baik. Misalnya, hubungan Laskar Jihad dengan
Batalyon 509/Kostrad. Laksar Jihad menuduh batalyon yang bermarkas di
Jember, Jawa Timur ini, memusuhi mereka dan menuduh batalyon di bawah
Divisi II/Kostrad yang bermarkas di Malang, itu memihak kelompok
Kristen. Larkar jihad menuduh batalyon ini memuduhi mereka karena
sejumlah anggota laskar ditangkap, ditahan dan dianiaya oleh pasukan
ini. "Mereka makin marah ketika tahu kami anggota Laskar Jihad," ujar
seorang  anggota Laskar Jihad yang sempat ditahan namun dilepaskan
lagi.

Pemerintah belakangan memang menganggap kedatangan Laskar Jihad di
Maluku justru mengobarkan lagi peperangan yang sebenarnya sudah
mereda. Kehadiran Laskar Jihad ini, yang dibiarkan berlayar oleh
aparat keamanan di darat, juga memancing kemarahan TNI Angkatan Laut.
Kelapa Staf Angkatan Laut baru-baru ini mengancam akan melakukan apa
saja, termasuk kalau perlu melanggar HAM, agar Maluku tenang kembali.

Menghadapi ancaman pengusiran itu, Laskar Jihad tampaknya tak mau
menggubris. Malah mereka akan mengirim lagi 1300 orang untuk menambah
personil yang sudah ada di Maluku. Ini jelas menantang aparat dan
keputusan Penguasa Darurat Sipil di Maluku. Masalahnya kini, apakah
pengiriman kali ini akan didukung oleh aparat keamanan, terutama Kodam
V/Brawijaya, dengan jalan membiarkan mereka pergi dari
pelabuhan-pelabuhan di Jawa Timur?

Taktik mengancam gereja-gereja di Jawa dan Sumatera jika Laskar Jihad
diusir dari Ambon, memang membuat cemas kalangan gereja di Jawa dan
Sumatera. Pemerintah sendiri dirasa tak mampu membuat kebijakan yang
kompeherensif soal penindakan Laskar Jihad dan ancaman mereka. Selama
ini penyerangan-penyerangan terhadap sasaran-sasaran Kristen di Jawa
tak bisa dijangkau hukum kendati identitas penyerangnya sudah
diketahui dengan jelas. Laskar FPI yang dengan terang-terangan merusak
sejumlah tempat hiburan dan cafe, dan bahkan menduduki Kantro Gubernur
DKI Jakarta dengan menenteng golok dan pedang pun tak terjangkau
hukum. Jadi, ancaman Laskar Jihad yang hendak menyerang gereja-gereja
dan tokoh-tokoh gereja di Jawa dan Sumatera, tampaknya bukan ancaman
bohong belaka. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- -----------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://www.minihub.org/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 06:32:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke