---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http: under construction Xpos, No 25/III/20-26 Agustus 2000 ================================================ TEROR UNTUK GARIS KERAS (POLITIK): Dua tokoh Islam garis keras dibunuh dalam dua hari di Jakarta dan di Serang. Kelompok khusus Kopassus diduga terlibat di salah satu pembunuhan tadi. Habib Soleh Abdullah (65), tewas ditembak dua lekaki tak dikenal di masjid dekat rumahnya di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/7). Habib Soleh adalah salah seorang tetua Front Pembela Islam (FPI), kelompok Islam garis keras yang belakangan ini rajin melakukan perusakan-perusakan tempat-tempat hiburan. Apakah kematian Habib Soleh berhubungan dengan aktifitasnya di FPI? Keluarganya menarik dugaan, bahwa kematian Habib Soleh karena persoalan rebutan wariran yang memang tengah terjadi di keluarganya. Namun, benarkah kesimpulan sementara itu? Polisi memang masih mengejar keponakan Habib yang menghilang setelah peristiwa. Habib dikuburkan. Namun, selang dua hari, seorang pimpinan kelompok Islam garis keras lainnya KH Cecep Bustomi, Panglima Front Hizbullah, Kab. Pandeglang, Jawa Barat, tewas diberondong senjata otomatis oleh empat pria kekar bertopeng. Peristiwanya terjadi Selasa (25/7). Para saksi menggambarkan pencegatan itu seperti dalam film-film mafia. Kiai Cecep tewas bersama sopirnya dengan tubuh berlobang. Tercatat 30 butir peluru menembusi mobil sedan merek Mazda. Dengan tumpahan puluhan putir peluru, para algojo bertopeng itu jelas menembaki Kiai Cecep dengan penuh amarah dan dendam. Siapa musuh Kiai Cecep sehingga ia harus tewas dengan tragis seperti ini? Pembunuhan Kiai Cecep memang bukan berdiri sendiri. Sebelumnya ada peristiwa pembunuhan yang melibatkan Laskar Front Hisbullah. Kebetulan korbannya seorang anggota Kopassus Grup I/Para Komado, Serang. Prajurit Satu Ajat Suyatma, anggota Kopassus Grup I/Para Komando, Serang tewas dikeroyok massa Front Hisbullah yang menyerbu hajatan di Desa Tambiluk, Kec. Petir, Serang, Minggu (23/7). Hajatan yang diselenggarakan oleh warga setempat, Mohammad (58) diisi acara jaipong dangdut (pongdut). Di kalangan Front Hisbullah, pongdut adalah hiburan maksiat. Maka, lebih dari 500 anggota laskar menyerbu hajatan itu. Pratu Ajat berusaha mencegah dengan tembakkan pistol ke udara. Namun, ia malah tewas dengan luka-luka yang mengenaskan. Selang sehari, setelah Pratu Ajat dimakamkan dengan upacara kemiliteran, sekelompok pria berambut cepak dan berbadan tegap mendatangi Markas Komando Front Hizbullah di kompleks Hotel Sri Agung. Kelompok pria yang amat mirip sepasukan tentara ini mencari Ustad Ujaja Husein, Pemimpin Front Hisbullah setempat. Tak ketemu mereka merusak Markas Front Hizbullah, mengobrak-abrik bengkel Sri Agung yang masih milik Hotel Sri Agung, dan membunuh salah seorang karyawan bengkel itu. Pada saat bersamaan di pusat Kota Serang, Ustad Cecep terbunuh. Selain sebagai Panglima Front Hizbullah Pandeglang, Ustad Cecep adalah pengurus Ikhwanul Muslimin, organisasi yang dideklarasikan menjelang Sidang Umum MPR 1999. Ikhwanul Muslimin, diprakarsasi oleh Habib Idrus Jamalullail, salah seorang tokoh FPI. Markas organisasi ini di Masjid Nurul Abrar, Jl Mangga Dua. Ketua Umum Ikhwanul Muslimin, Habib Husein Al Habsy dan Sekretaris Jenderal Drs Subaidillah. Sedangkan Panglima Lapangan diketuai KH Cecep Bustomi. Ikhwanul Muslimin dibentuk untuk menolak Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI dan mendukung Habibie menjadi presiden. Front Hizbullah Banten adalah organisasi Islam garis keras yang rajin menyerbu, merusak dan membakar tempat-tempat hiburan, termasuk hotel di wilayah Banteng yang menurut mereka sarang maksiat. Padahal, umum diketahui, tempat-tempat seperti itu selama ini menjadi sumber penghasilan sampingan para anggota tentara. Di Serang dan sekitarnya, tempat itu memberi penghasilan tambahan bagi para prajurit dan perwira Kopassus yang memang penghasilannya dari dinas militer tidak mencukupi untuk hidup di atas layak. Tak hanya di Serang, di Jakarta, tempat-tempat hiburan juga memberi penghasilan tambahan bagi anggota-anggota militer. Kasus terakhir misalnya penggerebegan di Kafe Jimbani, Kemang oleh Polsek Mampang Prapatan dibalas dengan serbuan serupa oleh sekelompok anggota Marinir Angkatan Laut ke markas Polsek itu. Namun, kafe itu kemudian balik diserbu Front Pembela Islam yang merusak dan mengobrak-abrik tempat itu. Pertanyaannya: apakah pembunuhan Habib Soleh Abdullah berkaitan dengan penyerbuan kafe Jimbani dan tempat hiburan lainnya yang selama ini memberi tambahan kesejahteraan para anggota militer? Bagaimanapun, musuh FPI tidak sedikit. Di belakang tempat hiburan itu, ada pemodal yang berduit banyak, anggota militer yang mencari tambahan penghasilan, dan jaringan mafia internasional. (*) ========================================================= Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ----------------------------------- SiaR WEBSITE: http://www.minihub.org/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 06:48:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
