---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- SS, Anwar, Miranda Terlibat? Pejabat Teras BI 'Tersandung' BLBI koridor.com [21 Aug, 5:52] Hampir seluruh jajaran pejabat dan mantan pejabat Bank Indonesia (BI) sejak periode Juli 1996 hingga Agustus 1999, diindikasikan terlibat dalam pembuatan kebijakan dan pelaksanaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pejabat dan mantan pejabat BI yang terlibat adalah mereka yang duduk di level direksi dan deputi gubernur. Keputusan itu dipastikan berdasarkan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ahmad Deni Daruri, Presiden Center for Banking Crisis (CBC) dalam press release, menurut SMC, Minggu; mengungkapkan dana BLBI sebesar Rp 144,536 triliun hingga kini belum disetujui oleh Menteri Keuangan (Menkeu) untuk dibebankan sepenuhnya ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mengingat dari jumlah tersebut, pemerintah menangkap adanya kesan KKN dalam proses penyalurannya. Karena itu, Menkeu merekomendasikan BPK untuk melakukan investigasi audit terhadap aliran dana BLBI tersebut. Akhirnya dilakukanlah audit investigasi oleh BPK. Hasilnya ternyata cukup menggemparkan, karena sebagian besar, yakni 80% hingga 90% dokumen BLBI itu, sudah hilang atau dihilangkan, bahkan sengaja dirusak oleh Bank Indonesia maupun oleh bank penerima. Dari sisa dokumen yang ada, yakni berkisar 10% hingga 20% setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dari total dana BLBI sebesar Rp 144,536 triliun, sekitar Rp 138 triliun berbau KKN. Tindak KKN itu dilakukan oleh pejabat BI maupun oleh pihak bank penerima. Bahkan tragisnya permainan BLBI tersebut sudah dimulai sejak 1996, walau tidak dalam bentuk definitif BLBI namun secara riil adalah generik dari BLBI itu sendiri. "Jadi penyaluran BLBI sudah dimulai satu tahun sebelum krisis ekonomi ini berlangsung," jelas Ahmad Deni. Karena itu BPK merekomendasikan hampir semua pejabat dan mantan pejabat BI level direksi (sekarang dewan gubernur) yang mulai bertugas dari pertengahan 1996 hingga Agustus 1999 yang berindikasi melakukan permainan dalam proses penyaluran BLBI, untuk segera dicekal dan diperiksa sebagai tersangka oleh Jaksa Agung. Sejumlah nama Direksi BI yang direkomendasikan oleh BPK untuk layak dicekal dan diperiksa oleh Jaksa Agung adalah J Soedrajad Djiwandono, Hendro Budiyanto, Paul Soetopo T, dan Mansjurdin Nurdin. Juga Boediono, Haryono, Mukhlis Rasyid, Iwan R Prawiranata, Miranda S Goeltom, Aulia Pohan, Syahril Sabirin, Subardjo Djojosumarto, Achwan, Dono Iskandar Dj. Sementara dari 27 pejabat BI tingkat Kepala Urusan/Deputi Kepala Urusan antara lain mantan Deputi Kepala Urusan Pengawasan Bank I Maulana Ibrahim, mantan Deputi Kepala Urusan Kredit P Puspo Sungkowo, Koesworodjati Mantan Kepala Urusan Pengawasan Bank Umum I. Kemudian Ilham Ikhsan Mantan Deputi Kepala UPB I, Achil Ridwan Mantan Deputi Kepala UPB I, Made Sukanda Mantan Deputi Kepala UOPM, Achmad Basuki Mantan Kepala UPB II , Siti Ch Fadjriah Mantan Deputi Kepala UPB II. Selanjutnya S Budi Rochadi Mantan Kepala UPB III, Bun Bunan Hutapea Mantan Kepala UASP, Abdu Salam Mantan Kepala Urusan Kredit, Veronica W Sulistyo Deputi Kepala Urusan Luar Negeri. Sedangkan dari pihak 43 bank penerima BLBI nama yang layak direkomendasikan BPK untuk dicekal dan diperiksa antara lain Sofjan Wanandi terkait sebagai Komisaris Utama Bank Danahutama, Mari Elka Pangestu yang terkait dengan Sejahtera Bank Umum (SBU), Thomas Suyatno terkait Komisaris Utama Bank Aspac, Al Njoo terkait sebagai Dirut Bank Papan Sejahtera, maupun Bambang Winarso Panutomo yang terkait sebagai Dirut Bank Bira. Sementara, CBC merekomendasikan agar seluruh direksi atau dewan gubernur BI, segera diganti minimal sejumlah nama yang direkomendasikan oleh BPK, dan termasuk Anwar Nasution yang kini menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Central.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 07:53:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
