---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Wapres Harus Berani Bersikap Reputasi Megawati Dipertaruhkan koridor.com [21 Aug, 8:55] Sejumlah pengamat politik menegaskan Wapres Megawati Soekarnoputri harus berani menyatakan sikap mengenai orang-orang yang direkrut Presiden Abdurrahman Wahid masuk kabinet, karena dialah yang akan berinteraksi sehari-hari dengan kabinet baru itu. Hal tersebut merupakan kesimpulan percakapan dengan pengamat politik Anak Agung Oka Mahendra dan Dr Pratikno secara terpisah di Jakarta, Minggu. Menurut Oka Mahendra, sekarang saat yang tepat bagi Megawati membuktikan kemampuan sekaligus mempertaruhkan reputasinya. Karena itu dia harus proaktif dan terbuka terhadap Gus Dur dalam penyusunan kabinet. "Keppres memang belum terbit, tapi tidak perlu terpaku pada formalitas. Semangat Sidang Tahunan harus menjadi pegangan agar pemerintahan lebih kompak di masa mendatang," kata Oka Mahendra. Oka juga mengatakan, rapor Gus Dur untuk Agustus 2001 tergantung pada Megawati dan kabinet baru nanti. "Karena itu kalau ada nama yang dipandang tidak bisa bekerja sama harus secara terbuka disampaikan kepada Gus Dur. Jangan menjadi kendala di kemudian hari," kata Oka. Pada bagian lain dia mengatakan Megawati harus segera menyusun Propenas (Program Pembangunan Lima Tahunan) dengan mencantumkan prioritas-prioritas dan langkah-langkah serta strategi untuk mencapainya. "Kalau itu bisa disusun maka akan segera terjawab arah dan tujuan perjalanan bangsa ini lima tahun ke depan. Saat ini belum ada. Mega berkesempatan membuktikan kemampuan dan visinya," katanya. Senada dengan itu pengamat politik dari Fisipol UGM Dr Pratikno mengatakan penunjukan Megawati untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari tertuang dalam Keppres sehingga toleransi pembagian tugas maupun toleransi pembentukan kabinet harus juga tercermin di dalamnya. Pembantu Dekan I Fisipol UGM itu juga berharap, susunan kabinet pasca-Sidang Tahunan (ST) MPR lebih ramping dan efisien sehingga mempermudah koordinasi, mengombinasikan antara legitimasi politik dan legitimasi teknokratik, mempunyai forum komunikasi internal kabinet yang lebih hidup, dan mempunyai prioritas penyelesaian masalah dengan jelas. Dia juga mengingatkan agar perombakan kabinet itu tidak menimbulkan perasaan kecewa politik di luar arena parlemen terhadap kabinet baru. Sementara itu Menristek dan Kepala BPPT Muhammad AS Hikam, tidak memasalahkan siapa yang bakal menempati posnya itu. Bagi dia yang penting kementerian yang kini dipimpinnya tidak digabung hanya karena memenuhi keinginan politis untuk merampingkan kabinet. "Di negara mana pun, termasuk di negara-negara maju di Eropa, kementerian ristek itu tetap ada. Pemerintah harus menunjukan komitmennya terhadap pengembangan ristek," tambahnya. Kalaupun terpaksa digabung, Hikam menurut Media tidak setuju dimasukkan ke Depdiknas. "Kalau ada merger, ristek lebih tepat masuk ke Kementerian Pendidikan Tinggi. Sedang Diknas tetap ada untuk menangani pendidikan dasar dan menengah," kata Hikam, Minggu malam. Di lain pihak, Ketua DPP PPP Tosari Widjaya mengatakan idealnya Jaksa Agung dijabat jaksa karier, atau setidak-tidaknya yang pernah berpengalaman sebagai jaksa dengan rentang waktu yang cukup, integritas yang baik, dan reputasi yang teruji terutama kejujurannya. Dari figur demikian, dapat lebih diharapkan setiap penanganan perkara pendekatannya lebih bersifat teknis yuridis yang berintikan kebenaran dan keadilan ketimbang pendekatan politis.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 07:53:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
