---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Awas! Golkar ancaman nyata Pemilu 2004 Jum'at, 18 Agustus 2000 Bangkit Online TERUS dihujat banyak orang, ternyata, tak mengendorkan semangat Partai Golkar untuk tetap mengincar puncak kekuasaan. Seberapa besar peluang partai yang pernah identik dengan Orde Baru ini untuk kembali berkuasa melalui Pemilu 2004? GOLKAR pasti menang pemilu tahun 2004 mendatang! Strategi untuk berkuasa kembali, menurut sumber di partai beringin tersebut, dirancang saat Golkar menggelar Rapim IV, Juli lalu. Caranya, partai pemenang nomor dua Pemilu 1999 ini menjadi oposisi dulu; atau, minimal, memerankan diri sebagai pengkritik pemerintah. Strategi seperti itu dimaksudkan juga untuk memperbaiki citra 'Golkar baru'. Sebab, citra 'Golkar baru' yang coba ditonjolkan sejak beberapa waktu lalu -sesudah Soeharto terjungkal- dianggap belum efektif. Buktinya, hujatan ke Golkar masih kencang; bahkan bendera-bendera Golkar terus dibakar di berbagai tempat. Dengan strategi itu sejumlah petinggi Golkar mengharapkan, empat tahun lagi -lewat Pemilu 2004- mereka bisa memetik kembali puncak kekuasaan yang saat ini dipegang Gus Dur (dan Megawati). "Pendeknya, target kami 2004 adalah presiden!" tegas sumber di Partai Golkar. Namun, ketika hal itu dikonfirmasikan ke tokoh Golkar yang juga anggota DPR RI, Hajrianto Y Tohari, dibantah. Menurutnya, Golkar secara khusus belum membahas strategi menghadapi Pemilu 2004 (baca debat partai). Mengomentari isu strategi Golkar, tokoh PDI Perjuangan, Haryanto Taslam, mengakui, sebagai partai politik Golkar punya hak untuk ingin berkuasa. Namun, tegasnya, kalau ingin melakukan kritik, atau menyampaikan ketidaksetujuan terhadap hal-hal yang dilakukan pemerintah mengatasi kerusakan bangsa, Golkar harus bercermin dulu. "Karena, tak sedikit andil Golkar terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi sekarang -yang tidak mudah dirampungkan," sergah anggota Komisi II DPR RI ini. Tentang dosa masa lalu Golkar, Hajrianto menjawab, biar saja kalau ada orang menganggap seperti itu. Hanya, pintanya, perlu diperjelas, yang berdosa itu institusinya ataukah orang-orangnya? Kalau institusinya, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhamamdiyah ini, tentu harus diproses sesuai hukum -Golkar secara kelembagaan dibawa ke pengadilan- sedangkan kalau yang dianggap berdosa orang-orangnya, seret saja orang-orang yang memikul dosa masa lalu. "Kalau dari segi itu, maka termasuk juga orang-orang Golkar yang sekarang di partai lain -ada yang di PKB, di PDIP, PKP, dan lain-lain. Itu semua diusut. Kalau orang-orangnya, jangan disalahkan anak-anak muda di Golkar; yang masuk Golkar baru-baru saja, dan yang memperoleh tempat di parlemen juga baru-baru saja," tandasnya. *** KECENDERUNGAN Golkar menang pemilu mendatang diteropong pengamat politik CSIS, Kusnanto Anggoro. "2004 mereka bisa menang. Tahun 2002, Agustus, kalau ada sidang tahunan lagi, Golkar sudah dominan," paparnya. Bagaimana penjelasannya? Macam-macam, kata Kusnanto. Misalnya, selain kecenderungan-kecenderungan itu, mereka mulai sekarang lebih banyak mengkritisi pemerintah, juga beberapa tokoh PDIP seperti Arifin Panigoro pun makin dekat. Bersamaan dengan itu, ucap Kusnanto, kemungkinan terjadi perubahan di PPP dengan digantikannya Hamzah Haz oleh Zainudin MZ sebagai Ketua Umum DPP PPP. Dengan kondisi itu, Kusnanto memprediksi, Golkar akan memperoleh tambahan dari sebagian PPP dan sebagian PDIP. Pendapat Kusnanto itu diperkuat dengan pendapat Laode Ida, pakar politik sekaligus kandidat doktor dari UI. Peluang Golkar untuk menang, sangat besar sekali kalau Gus Dur tidak membabat habis akar-akar Golkar dengan mengganti pemimpin-pemimpin yang dipilih sewaktu di masa Orde Baru. "Utamanya adalah posisi bupati dan gubernur atau wali kota. Kalau tidak mengganti mereka secepat mungkin dan mencoba melakukan perombakan ke bawah dengan menampakkan orang-orangnya Gus Dur dan Megawati, agak sulit, untuk mengalahkan mereka," kata Laode. Alasannya, selain Golkar bisa menjadi ancaman, partai itu masih memiliki kekuatan di luar Pulau Jawa, terutama di kawasan Indonesia Timur. Pendapat Laode itu diamini Haryanto Taslam. Cuma, kata Haryanto, selain mempunyai kekuatan di luar Pulau Jawa, "Golkar masih memiliki banyak uang, karena masih banyak koruptor -yang selama ini berlindung di Golkar- belum ada yang dijerat hukum," kecam Hartas, panggilan akrab Haryanto. Namun, tokoh PKB yang juga anggota DPR RI, Khalik Ahmad, tak sependapat. Menurutnya, rakyat sudah tak bodoh lagi sehingga bisa melihat seperti apa Golkar sebenarnya. (baca debat partai). Mengenai kekuatan Golkar, Wakil Sekjen DPP PDIP, Pramono Anung, menyatakan, sebagai satu dari lima besar partai politik Golkar pasti akan cukup signifikan untuk bisa bertahan tahun 2004. Tapi, lanjutnya, konstelasinya tak seperti pemilu lalu. "Dan ini akan ada perubahan, yang sangat bergantung performance dan kinerja masing-masing partai. Makanya, kalau partai lebih mengedepankan orientasinya kekuasaan, saya yakin partai-partai seperti ini akan ditinggalkan rakyat," tegasnya. Ia juga yakin, cara yang ditempuh Golkar untuk menggapai puncak kekuasaan tidak akan bisa dilakukan dengan baik. Bagaimanapun, katanya, konstelasi politik sudah berubah. "Sekarang ini partai-partai yang betul-betul mempunyai grass root -mempunyai massa riil- itu boleh dikatakan PKB dan PDIP dan PPP serta PAN. Kalau Golkar dulu kuat kan karena didukung birokrasi; sekarang ini birokrasi kan sudah berubah," ucap Pramono Anung. Hajrianto sendiri, selaku fungsionaris Golkar, optimis dengan masa depan Golkar, yang platform politiknya partai modern -tak menggunakan simbol-simbol agama, simbol-simbol suku, sehingga tak punya problem-problem primordial. "Tetapi, kalau saya ngomong sebagai pengamat, optimisme itu syaratnya sangat banyak. Di antaranya, Golkar harus betul-betul memperbarui dirinya -termasuk kelembagaannya- dan paradigma politiknya," papar Hajrianto.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 12:17:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
