----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

HUT Ke-2 PAN
Amien: Reformasi Terhuyung-huyung

SUARA PEMBARUAN
Jakarta, 28 Agustus

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Prof Dr Amien Rais mengatakan,
perjalanan reformasi bangsa Indonesia saat ini terhuyung-huyung dan dapat
dikatakan macet karena supremasi hukum masih menjadi impian belaka,
sementara KKN merebak dimana-mana.

Untuk mencapai reformasi yang diharapkan, bangsa Indonesia harus kembali ke
jalan konstitusi, ke model demokrasi yang sudah disepakati dengan memberi
kebebasan berbicara seluas-luasnya kepada rakyat dan kebebasan
sepenuh-penuhnya kepada media massa.

Hal ini dikatakan menjawab wartawan di sela-sela acara HUT Ke-2 Partai
Amanat Nasional yang diselenggarakan di Sekretariat DPP PAN, Cilandak Timur,
Jakarta Selatan, Minggu (27/8) malam.

Menurut Amien, sebagai anak bangsa kita harus mengakui bahwa derap
perjalanan reformasi di negeri ini pada saat ini tertegun-tegun,
terhuyung-huyung dan dapat dikatakan macet. Supremasi hukum masih menjadi
impian, otonomi daerah yang didambahkan belum direalisasikan dan masih
berada dalam tataran konsep, clean government dan pemberantasan KKN macet
total bahkan anehnya KKN lama belum diatasi, KKN baru mulai meluas.

"Inilah kenyataan sejarah yang perlu dicermati dengan kesabaran dan
keuletan. Ternyata reformasi itu mudah diucapkan dan sulit untuk
dipraktekkan," katanya.

Hilang

Dikatakan, beberapa tokoh reformasi yang dahulu sangat militan
memperjuangkan reformasi total, kini hilang perlahan-lahan dan tidak tampak
lagi ketika sudah masuk ke partai-partai politik. Akibatnya, kesadaran untuk
mengawasi perjalanan reformasi tersendat-sendat.

"Saya tidak mengingkari kenyataan itu bahwa banyak orang yang tidak
konsisten dengan perjuangan reformasi. Tetapi belakangan ini ada fenomena
yang mengkhawatirkan, dimana masyarakat sudah mulai jenuh kalau DPR bersuara
kritis. Padahal tanpa suara yang keras dari DPR, eksekutif bisa melenceng
lagi dan jatuh kembali, seperti zaman Orde Baru dan Orde Lama," katanya.

Dikatakan, dalam tahapan latihan demokrasi seperti ini kita harus berani
menerima risiko seperti apa adanya. Karena demokrasi itu memang berat.
Tetapi kalau kita mau menerobos jalan pintas, bisa saja kembali ke jalan
otoritarianisme, dimana semua urusan negara diserahkan kepada penguasa. Tapi
kalau mau mempertahankan demokrasi, inilah jalan pelik yang harus kita
lalui.

Menurut Ketua MPR RI, untuk mencapai demokrasi dan reformasi yang
dicita-citakan, interaksi antara eksekutif, legislatif dan lembaga
pengawasan lainnya harus terus berjalan. Dan rakyat selanjutnya diminta
bersabar melihat proses demokrasi yang sedang berjalan ini. Kalau rakyat
tidak sabar, bangsa ini akan kembali terbenam dalam lumpur-lumpur
otoritarianisme.

Untuk mencapai reformasi yang diharapkan lanjut dia, kita harus kembali ke
jalan konstitusi, ke model demokrasi yang sudah disepakati dengan memberi
kebebasan berbicara seluas-luasnya kepada rakyat, kebebasan pers
sepenuh-penuhnya kepada media massa.

"Itu merupakan pendidikan politik yang paling penting. Kalau model
pemberdayaan ini direduksi maka pendidikan politik akan macet dan kita bisa
set-back dalam hal berdemokrasi," katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Aug 2000 jam 13:48:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke