----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Sri-Edi Swasono: Wapres Harus Berani Koreksi Kinerja Kabinet

SUARA PEMBARUAN
Jakarta, 28 Agustus

Wakil Presiden, Megawati Soekarnoputri yang sekarang ini mengemban
tugas-tugas teknis pemerintahan harus memiliki keberanian untuk mengoreksi
kinerja 26 menterinya dalam beberapa bulan mendatang. Bahkan kalau perlu,
berani mengusulkan penggantian sejumlah menterinya kepada Presiden Gus Dur
manakala kinerja beberapa menterinya dinilai buruk.

Hal itu dikatakan pengamat ekonomi, Prof Dr Sri -Edi Swasono ketika ditanya
Wartawan, Sabtu (26/8) seusai diskusi politik, yang diprakarsai organisasi
massa PDI-P di Jakarta.

Hadir pembicara lainnya, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Fajari
Iriani M Sophian, Pramono Anung dan Heri Ahmadi.

Masalah ini ditanyakan berkaitan tugas-tugas teknis pemerintahan sehari-hari
yang diemban Wapres Megawati untuk memimpin kabinet tetapi Wapres tidak
diberikan kewenangan untuk menyusun menteri-menterinya.

Menanggapi hal itu, kata Edi, tidak ada alternatif lain bagi Megawati selaku
Wapres harus menjalan tugas-tugas pemerintahan sesuai dengan Keppres No
121/2000. Persoalannya sekarang bukan pada penyusunan kabinet tetapi
bagaimana kinerja kabinet dapat memberi- kan ketenteraman kapada rakyat.

"Rakyat Indonesia saat ini sudah capek dan bingung dengan ketidakjelasan
kabinet. Rakyat butuh ketentraman dan rakyat butuh makan. Sekarang
persoalannya, bagaimana kinerja kabinet dapat memenuhi kebutuhan dan
tuntutan rakyat inilah yang lebih penting. Kita jangan terlalu optimis
tetapi juga jangan terlalu pesimis dengan kinerja kabinet baru ini," ujar
Edi.

Soal Teknis

Perkara menyangkut posisi Menteri Keuangan (Menkeu), Prijadi Prapto dinilai
tidak lulus fit and proper test, kata Edi, masalahnya terlalu teknis
walaupun harus diakui pengangkatan menteri yang satu ini merupakan bagian
dari kebingungan masyarakat.

Untuk itu, diperlukan kemampuan para dirjen -dirjen guna menutupi berbagai
kelemahan yang melekat dalam kinerja Menkeu.

Begitu pula menyangkut kemampuan Rizal Ramli selaku Menko Ekuin selama ini
dinilai masih konsisten terhadap perjuangan ekonomi rakyat. Sikap Rizal
Ramli juga sangat selektif sehingga tidak mudah terpengaruh oleh bantuan
asing.

Meski demikian, persoalan bangsa ini bukan semata-mata pada kabinet tetapi
juga pada kemampuan Presiden Gus Dur mengatasi berbagai krisis, yang saat
ini sedang dihadapi rakyat Indonesia.

Karena itu, posisi Wapres Megawati yang telah diserahi tugas-tugas untuk
menjalankan pemerintahan ini harus berani mengamati dan mengevaluasi kinerja
para menteri.

"Tugas Megawati selaku Wakil Presiden bukan sekadar menjalan tugas-tugas
rutin atau sekadar memukul "gong" tetapi jika menemukan kinerja beberapa
menterinya buruk maka Wapres harus berani mengajukan usul pergantian menteri
kepada Presiden Gus Dur. Jika tidak berani melakukan koreksi, Megawati bukan
Wakil Presiden yang baik, karena telah membiarkan bangsa ini menjadi rusak,"
kata Edi.

Dalam pandangannya, penyusunan kabinet yang dibentuk Gus Dur berlandaskan
hak prerogatif Presiden sah-sah saja sepanjang aspirasinya bersumber dari
persembahan rakyat. Karena itu, hak prerogatif Presiden dapat dibenarkan
sepanjang sesuai dengan keinginan rakyat.

Menurut Sekjen DPP PDI-P, Pramono Amung, penyusunan kabinet yang dibentuk
Presiden Gus Dur tidak memuaskan partainya. Salah satu penyebabnya, tidak
ada kader-kader PDI-P yang telah "dijagokan" duduk dalam kursi kabinet, yang
nota bene kabinet ini dipimpin langsung sendiri oleh Ketua Umum PDI-P.

Menanggapi hal itu, Fajari Iriani mengatakan, partai memang seharusnya tidak
ikut campur duduk dalam kabinet dalam sistem pemerintahan presidensial.
Masalahnya menjadi krusial, karena demokrasi yang dibangun pemerintah saat
ini lewat cara-cara kompromi sehingga partai politik ikut ambil bagian
sehingga menimbulkan kerancuan dalam kabinet.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Aug 2000 jam 13:49:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke