---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- detik.com, 24 Agustus Anwar: BI Tak Masalah Dengan Tim Ekonomi Baru Reporter: Umi Kalsum detikcom - Jakarta, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution menyatakan BI tidak ada masalah dengan terbentuknya tim ekonomi yang baru. Anwar yakin BI mampu bekerjasama dengan tim ekonomi yang baru, termasuk dengan Menkeu Prijadi Prapto Suhardjo yang beberapa waktu lalu dinyatakan BI tidak lulus fit and proper test sebagai Dirut BRI. "Kita tidak ada masalah dengan tim ekonomi yang baru. Yang jelas tim tersebut perlu diberi waktu untuk bekerja dengan baik. Rizal Ramli (Menko Perekonomian) itukan pendidikannya bagus, jauh lebih bagus dari Bambang Sudibyo dan Kwik Kian Gie. Dia Dr ekonomi dan tahu masalah makro. Soal integritas, citranya memang harus diubah," kata Anwar saat dicegat di Gedung BI, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (24/8/2000). Anwar juga yakin tim ekonomi kabinet baru tidak akan menyebabkan pemulihan ekonomi terganggu walaupun beberapa di antara tim ekonomi ditanggapi secara kontroversial oleh Pasar. "Kalau kita berpegang pada komitmen dengan dunia internasional saya kira pemulihan ekonomi tidak akan terancam. Kita harus berpegang pada Letter of Intent (LoI), Tap MPR yang lalu dan pidato presiden yang menghormati independensi BI dan kerjasama lebih erat dengan pemerintah untuk menstabilkan rupiah," kata Anwar. Menanggapi sikap Rizal Ramli yang tidak menyukai IMF, Anwar memastikan tidak akan mempengaruhi negosiasi LoI dengan IMF. Anwar yakin LoI yang akan dilakukan akhir Agustus ini tetap bisa berjalan. "Kalau pemerintah langsung membuat konfrontasi, IMF akan kembali menunda bantuan dan itu akan menjadi masalah baru. Saya yakin Pak Rizal akan hati-hati," kata Anwar. Sedangkan menyinggung pernyataan Rizal yang akan memberikan peran lebih pada Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia, Anwar mengaku tidak tahu maksud pernyataan tersebut. Sementara mennyinggung rupiah yang kembali melemah dengan dibentuknya tim ekonomi baru, Anwar memprediksikan hal itu untuk sementara karena pasar belum mengenal tim ekonomi yang baru. Anwar mengakui untuk kurs rupiah memang ada hal-hal yang politis. BI sebenarnya bisa melakukan intervensi untuk memperkuat rupiah. Namun upaya tersebut menurut Anwar sangat terbatas. "Kalau politiknya tak mendukung dan masyarakat tak percaya, kita tumpahkan uang berapapun banyaknya sama saja dengan buang air ke pasir. Jadi penting sikap mereka terhadap ekonomi dan leadership untuk keluar dari kemelut. Kalau upaya itu ada pelan-pelan kepercayaan pasar bisa berubah," kata Anwar. (iy) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Aug 2000 jam 05:52:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
