----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, Rabu, 23 Agustus 2000

Dinyatakan di Hadapan Presiden
Warga Poso Sepakat Damai

Poso, Kompas

Warga Kabupaten Poso, Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng),
bersepakat mendukung upaya perdamaian di wilayah yang tengah
dilanda konflik horizontal itu. Kesepakatan damai disampaikan
sedikitnya 14 pemuka adat se-Kabupaten Poso di hadapan Presiden
Abdurrahman Wahid, Selasa (22/8), di halaman Kantor Bupati
Poso.Majelis Adat se-Kabupaten Poso, dalam naskah kesepakatan
menyatakan, seluruh masyarakat Kabupaten Poso ikut bertanggung
jawab menciptakan kedamaian atas dasar persaudaraan dan
kekeluargaan. Mereka bertekad menjadikan Sintuwu Maroso (bersatu
kita teguh), sebagai ikatan moral tanda kesatuan dan persatuan
serta kekeluargaan seluruh warga Poso.

Kesepakatan tersebut dijadikan sebagai awal dari upaya menuju
Rujuk Sintuwu Maroco, yang dikuatkan secara adat. Kelompok mana
pun yang memulai kerusuhan di kemudian hari, disepakati untuk
ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Naskah kesepakatan yang dibacakan dua tokoh adat dalam bahasa
Pamona dan bahasa Indonesia, kemudian diserahkan langsung kepada
Presiden oleh Pemangku Adat Pamona, A Tobondo. Sebelumnya,
Presiden beserta Ibu Negara Shinta Nuriyah, disambut dengan
prosesi adat Pekasiwiang, upacara penyambutan tamu secara adat
Pamona.

Turut serta dalam rombongan Presiden, Mendagri Surjadi
Soedirdja, Menteri Agama Tolchah Hasan, Panglima TNI Laksamana
Widodo AS, dan Kepala Polri Jenderal Polisi Rusdihardjo. Hadir
pula Gubernur Sulteng H Bandjela Paliudju, Gubernur Sulsel H
Zainal Basrie Palaguna, dan Gubernur Sultra Laode Kaimoeddin.

Disambut Presiden

Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan menyambut baik komitmen
yang sangat kuat yang lahir dari masyarakat sendiri. "Pada
akhirnya masyarakat Poso sendiri yang dapat mengatasi keadaan,
memulihkan situasi. Masyarakat Poso tidak hanya membangun
kembali yang sudah ada, tetapi juga melanjutkan perjuangan dan
kehidupan yang sudah kita jalani bersama," ujarnya di depan
ribuan rakyat yang memadati alun-alun depan kantor bupati.

Apa yang telah dilakukan warga Poso, kata Presiden, merupakan
hal yang menggembirakan, di mana masyarakat yang majemuk
bersedia bergabung untuk memulihkan keadaan, dan membangun
keadaan ke arah yang sangat baik bagi para warganya. "Kesediaan
masyarakat untuk mengembangkan hal ini sangat penting, dan harus
dicatat sebagai sesuatu yang berharga bagi kepentingan bangsa
kita. Bukan hanya kepentingan untuk daerah Poso, tetapi sesuatu
yang harus dimiliki setiap warga bangsa ini," tuturnya.

Presiden mengajak bangsa Indonesia untuk belajar dari pengalaman
yang telah ada ini untuk kemudian dijadikan cara mengatasi
gejolak yang masih ada, terutama sebagai langkah antisipasi.
Bangsa Indonesia diminta agar mementingkan arti persatuan
nasional dan kesatuan sebagai bangsa. "Sebab hal itu sangat
menentukan bagi kehidupan kita, meski tetap beragam dan tetap
mengalami kemajemukan yang sangat tinggi.

Kemajemukan bukan hanya bersifat etnis, bahasa ibu, budaya, dan
sebagainya, melainkan juga kemajemukan yang timbul dari
tantangan kehidupan modern yang kita hadapi," paparnya.

Sementara itu, untuk menunjang pemulihan fisik dan mental
masyarakat di Poso, menurut Bupati Poso Muin Pusadan, dibutuhkan
biaya sedikitnya Rp 67 milyar. Pemda Poso mengalokasikan dana
APBD Rp 7 milyar, sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp 60 milyar
yang diharapkan dari bantuan pemerintah pusat.

"Sejauh ini, pemda telah melakukan rehabilitasi fisik melalui
TNI Masuk Desa dengan membangun 100 petak barak penampungan
pengungsi. Kami menargetkan akan membangun 4.000 petak barak,"
kata Muin. (lam)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Aug 2000 jam 05:52:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke