---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kwik Kian Gie: Gus Dur Lindungi Beberapa Konglomerat Jawa Pos, Senin, 28/08/2000 - 13:05 WIB Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie mengatakan bahwa dalam sidang-sidang kabinet, Presiden Abdurrahman Wahid sering menyebut "konglomerat hitam" Marimutu Sinivasan, Sjamsul Nursalim, dan Prajogo Pangestu sebagai juru selamat pemulihan ekonomi di Indonesia. "Dalam sidang kabinet, Presiden Gus Dur sering menyebut Marimutu Sinivasan, Sjamsul Nursalim dan Prajogo Pangestu sebagai pendekar-pendekar dan juru selamat perekonomian yang tidak boleh diganggu dari kursi manajernya oleh saya sebagai Menko Ekuin pada waktu itu," kata Kwik dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan Menko Perekonomian di gedung Bappenas Jakarta, Senin. Kwik, mengatakan ia merasa tidak percaya akan apa yang disebutkan Presiden Gus Dur pada waktu itu, karena para konglomerat itulah yang justru telah menghancurkan perekonomian Indonesia. "Sering saya tidak percaya apakah telinga saya sudah tuli atau belum mendengar perkataan itu. Beruntunglah hal itu kini sudah berakhir," kata Kwik yang akan kembali menjadi anggota DPR. Dikatakan Kwik, dirinya akan kembali ke Komisi IX DPR untuk memperkuat tim ekonomi di komisi itu. "Senin ini, DPP PDI Perjuangan sudah menulis surat ke sekretariat DPR supaya kursi saya yang kosong dan belum diisi orang supaya diserahkan kepada saya," katanya. Mengenai masalah MSAA, Kwik mengatakan akan tetap memperjuangkan agar perjanjian itu bisa terus diperbaiki, karena bagaimanapun MSAA telah menyalahi falsafah keadilan. Sementara itu, Menko Perekonomian Rizal Ramli mengatakan akan menegakkan poros yang kuat dengan Bank Indonesia yang independen, karena hal itu akan dapat mengendalikan stabilitas keuangan. Rizal juga mengatakan dirinya akan melanjutkan apa yang selama ini dilakukan Kwik Kian Gie seperti mengkonsultasikan setiap masalah yang strategis dengan DPR, seperti pada kasus MSAA. "Kita tidak bisa lagi seperti dulu, di mana sekelompok orang seperti Pak Harto mengatur segala macam. Bagaimanapun waktunya kami akan mengkonsultasikan berbagai masalah strategis dengan pihak parlemen," katanya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Aug 2000 jam 07:38:00 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
