---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Foto Presiden Abdurrahman Wahid di Majalah Tidak Bicara Apa-apa Senin, 28 Agustus 2000, 19:00 WIB Jakarta, Kompas Kepala Biro Protokol Kepresidenan Wahyu Muryadi menyatakan foto Presiden Abdurahman Wahid pada sebuah majalah berita mingguan dengan seorang perempuan bernama Aryanti, tidak berbicara apa-apa dan tidak bisa dijadikan bukti. "Foto itu 'kan tidak bisa berbicara apa-apa dan tidak bisa dijadikan suatu bukti. Apakah betul foto itu otentik, " kata Wahyu di Jakarta, Senin. Dijelaskannya, sebenarnya informasi di majalah itu tidak ada nilai berita sama sekali. "Itu bukan berita, tetapi rumor, gosip murahan yang di 'blow up' sedemikian rupa mendiskreditkan Presiden," kata orang yang dekat dengan Presiden Wahid itu. Ketika ditanya apakah ada pertemuan Presiden dengan Aryanti, Wahyu menyatakan tidak tahu, tetapi kalau terjadi itu adalah pertemuan pribadi karena sebagai kyai, Presiden terbuka menerima siapapun. Kepentingan orang yang ingin bertemu dengan Presiden juga berbagai alasan, mulai dari orang yang mengadukan soal tanah yang pelik, keluarga, perceraian dan sebagainya. "Itu 'kan katanya disebut-sebut pada tahun 1996, ketika Presiden menjabat Ketua Umum PBNU. Tetapi kalaupun terjadi pertemuan, saya tidak yakin efeknya bisa jauh begitu. Apalagi kalau dilihat dari segi jurnalistik, 'nggak ada isinya," kata Wahyu. "Apa ada tanggapan dari Gus Dur?" tanya pers. "Tidak, tidak, saya tidak bertemu. Tapi kalau saya menyarankan kepada Presiden untuk tidak menanggapi rumor sampah seperti itu. Apalagi saya mendengar akan banyak lagi gempuran-gempuran isu yang akan ditujukan kepada Presiden yang sifatnya memang tendensius," katanya. Menurut Wahyu, sebelumnya juga beredar "video compact disc" (VCD) berisikan Presiden melakukan ruwatan di Parangtritis, Jateng, yang dilakukan Ki Tunggul Panuntun sebelum SU MPR 1998. "Padahal Gus Dur sendiri sudah menjelaskan soal itu kepada para ulama-ulama, itu sama sekali tak terkait dengan prosesi ruwatan, hanya sekedar menghormati saya," katanya. Dijelaskannya, beberapa hari lalu juga dilakukan ruwatan nasional di Balairung UGM Yogyakarta, yang juga diikuti sejumlah tokoh nasional.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Aug 2000 jam 07:38:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
