---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 28 Agustus 2000 DITEMUKAN SEBELAS PUCUK SENJATA DI PERBATASAN NTT-TIMTIM Denpasar, 28/8 (ANTARA) - Menyusul `joint investigation` antara TNI dan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN-Peace Keeping Force/PKF), terkait kasus pembunuhan terhadap anggota PKF asal Selandia Baru beberapa waktu lalu, TNI menemukan sebelas pucuk senjata di daerah perbatasan NTT-Timor-Timur. Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kiki Syahnakri di Denpasar, Senin mengungkapkan, sebelas senjata milik eks milisi tersebut terdiri atas 10 jenis SKS dan satu pucuk senjata jenis G3. "Penimbunan senjata di sekitar perbatasan oleh eks milisi tersebut, sebenarnya sudah diperkirakan sejak lama, karena setelah beberapa kali dilakukan pengecekan ke kamp pengungsi, tidak ditemukan senjata," ukapnya. Berdasar informasi dari masyarakat setempat yang ditindaklanjuti pengecekan oleh TNI yakni batalyon 502, ditemukan sebelas pucuk senjata yang ditanam di sekitar daerah perbatasan. Sebelas pucuk senjata tersebut, kini telah diamankan oleh aparat dan TNI akan terus melakukan razia di sekitar daerah perbatasan NTT-Timtim yang diperkirakan menjadi tempat penimbunan senjata eks milisi. Selain ditemukan sebelas pucuk senjata, penyelidikan bersama antara TNI-PKF tersebut, pihak Pasukan Penjaga Perdamaian PBB telah menyerahkan sepuluh nama yang diduga pelaku pembunuhan terhadap anggota PKF asal Selandia Baru, Leonard William Manning akhir Juli 2000. Namun, setelah diteliti lebih jauh, TNI menilai PKF tidak memiliki dasar kuat untuk mengajukan sepuluh nama tersangka yang ternyata adalah para mantan pucuk pimpinan milisi, seperti komandan batalyon milisi. "TNI berpendapat, PKF tidak memiliki dasar kuat untuk membuktikan keterkaitan sepuluh nama tersangka tersebut dengan kasus pembunuhan Manning di Kabupaten Suae beberapa waktu lalu, atau masih terbatas pada dugaan atau perkiraan PKF," ujar Kiki. Berdasar pemeriksaan sepuluh nama yang diajukan PKF, TNI tidak dapat menemukan bukti keterkaitan mereka dalam kasus pembunuhan terhadap anggota PKF asal negara kiwi tersebut. Sementara TNI dalam `joint investigation` mendapatkan informasi dari masyarakat setempat, bahwa para pelaku tersebut adalah eks milisi yang sudah kembali ke Timtim dan hingga kini masih berada Bumi Lorosae dan tidak akan kembali ke Indonesia. Sampai saat ini TNI belum mengetahui dengan jelas, proses kembalinya eks milisi ke Timtim, apakah diorganisir oleh Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) atau atas kemauan sendiri melakukan infiltrasi ke Timtim, ungkap Pangdam. "Tetapi yang jelas, berdasarkan keterangan penduduk setempat pembunuhan terhadap anggota PKF asal Selandia Baru itu dilakukan oleh eks milisi," tambah Panglima. Untuk itu, TNI dan PKF akan terus melakukan kerjasama melalui pertukaran informasi secara berkesinambungan dan berkelanjutan, dengan rapat bersama di perbatasan, yang selanjutkan akan diteruskan di tingkat Kodam pertengahan September mendatang, demikian Pangdam Kiki. (U.DPSRU/DPS01/b) 2808001200 NNNN ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Aug 2000 jam 07:49:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
