----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Mega Tegur Arifin Panigoro
Mosi Tak Percaya Terus Berlanjut

JAKARTA - Suara Merdeka

Konflik di Fraksi PDI Perjuangan DPR mereda, setelah Ketua Umum DPP Megawati
Soekarnoputri memberi pengarahan ke seluruh anggota fraksi serta menegur
Ketua Fraksi Arifin Panigoro.

Bahkan muncul tuntutan agar Arifin Panigoro digusur dari kursi ketua fraksi
pun reda. Arifin Panigoro mengakui masalah yang terjadi di fraksi sudah
terselesaikan. Bahkan pada kesempatan itu dia membantah ada rencana
pergantian .

Arifin disorot sebagai orang yang mbalelo bersama orang-orang yang disebut
"anak PDI-P indekos". Bahkan kali terakhir Arifin disebut-sebut nyelonong
ketika rapat paripurna DPR tentang hak angket DPR. Bahkan muncul kabar dia
bakal diganti.

"Tak ada isu saya akan diganti dari jabatan ketua fraksi di DPR. Wajar
andaikata ada teguran yang ditujukan kepada saya," kata Arifin Panigoro,
seusai rapat fraksi.

Dia menuturkan setelah Sidang Tahunan MPR, banyak perbedaan pendapat
antaranggota Fraksi PDI Perjuangan. Setelah Ketua Umum PDIP Megawati
Soekarnoputri memberi pengarahan, ketegangan mereda. Arifin mengaku sedang
berupaya mengubah sikapnya selama ini. Tetapi sikap tegas dan keyakinannya
tak akan berubah.

Soal sikap PDI Perjuangan untuk menjadi oposisi, dia mengemukakan cukup
sulit karena Megawati berada di posisi wapres. Namun akan selalu kritis dan
terus mengoptimalkan fungsinya di DPR.

Sementara itu gerakan menggoyang Arifin Panigoro dari kursi Ketua Fraksi PDI
Perjuangan terus berlanjut. Kali ini dengan penggalangan tanda tangan mosi
tak percaya, yang petang kemari sudah ditandatangani sekitar 70 anggota
Fraksi PDI Perjuangan dan akan disampaikan ke DPP PDI Perjuangan.

Para penanda tangan meminta DPP PDI Perjuangan memecat Arifin Panigoro dari
jabatan ketua fraksi. Sebab, mereka menilai Arifin bersikap otoriter dan
selalu berlindung di balik alasan keinginan Ketua Umum Megawati
Soekarnoputri, meski kebenarannya diragukan.

Ada beberapa alasan untuk memberhentikan dia. Pertama, dalam kondisi dan
situasi berbangsa serta bernegara dewasa ini sangat diperlukan pemimpin
fraksi yang punya akseptabilitas tinggi baik dari anggota fraksi maupun dari
masyarakat.

Juga perlu kepemimpinan fraksi yang mampu menjadi perekat bagi sesama
anggota fraksi, sehingga tercipta suasana sejuk serta tak saling mencurigai.
Dengan demikian, dapat terbentuk persatuan dan kesatuan yang mantap dan
solid bagi seluruh anggota fraksi.

Kedua, dari apa yang terjadi akhir-akhir ini, kebijakan pemimpin fraksi
terlalu sering membingungkan anggota. Tindakan-tindakan serta lobi-lobi yang
terlalu memihak ke kekuatan-kekuatan Orde Baru dan pro-status quo serta
pihak lain yang sebelumnya jelas-jelas memusuhi PDI Perjuangan. Bahkan
hingga tindakan-tindakan yang bersifat manipulatif, sehingga mengakibatkan
ketidakkompakan dalam fraksi serta sering kali menimbulkan keributan. Bahkan
menuju ke kekerasan fisik.

Yang lebih menyedihkan, tindakan itu telah membentuk suatu opini bahwa PDI
Perjuangan beraliansi dengan kekuatan-kekuatan lawan dan melupakan
reformasi, yang tentu sangat membingungkan para pemilih.

Ketiga, Tap MPR Nomor VIII/MPR/2000 khususnya mengenai penerimaan atas
pernyataan Presiden yang menugasi Wakil Presiden untuk melaksanakan
tugas-tugas teknis pemerintahan sehari-hari, menyusun agenda kerja kabinet
dan menetapkan fokus dan prioritas pemerintahan.

Penanda tangan mosi tak percaya kepada Arifin antara lain Emir Moeis, Yamin,
Agus Conderi, Sopyan Rahardja, Gusti Basan Burnia, Irmadi Lubis, JB
Soewondo, Haryanto, Bambang Pranoto, Imam Soeroso, I Made Dangan, Marsudi,
Daniel Yoku, Sumaryoto, U Subarno, Sutrisno, Mindo SIanipar, Paulus
Widiyanto, Sudarsono, dan Poltak Sitorus.

Beberapa penanda tangan mengatakan, jumlah 70 orang itu akan terus bertambah
karena ada beberapa anggota yang selama ini kritis kepada Arifin belum
mengetahui ada mosi tak percaya itu.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Sep 2000 jam 08:42:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke