---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Komunisme Ambruk, Tap MPRS/XXV/1966 Harus Dicabut Media Indonesia - 2 September 2000 JAKARTA (Media): Tap MPRS NO XXV tahun 1966 harus dicabut, jika ingin mewujudkan rekonsiliasi nasional. Karena pada dasarnya keberadaan Ketetapan MPR itu telah menjadikan adanya sikap diskriminasi terhadap sebagian bangsa Indonesia. ``Pada sisi lain, komunisme telah ambruk di berbagai belahan dunia. Dengan begitu sangat tidak relevan mempertahankan Tap MPRS NO XXV tahun 1966 itu,`` ujar Dr Asvi Warman Adam dalam diskusi bertema `Rehabilitasi -Langkah Awal menuju Rekonsiliasi` yang diadakan Komite Aksi Pembebasan Tapol/Napol, di Gedung Juang 45, Jakarta, kemarin. Selain itu, menurut staf peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) itu, kalau ketetapan itu berkaitan dengan ideologi Komunisme dan Marxisme Leninisme yang dilarang penyebarannya di Indonesia, sekarang buku-buku tentang itu sudah beredar sangat luas di Indonesia. Dan, orang bisa dengan mudah mendapatkan dan memahaminya. "Sehingga tanpa dicabut pun, selama buku-buku itu masih beredar, maka Tap MPRS NO XXV tahun 66 itu sebenarnya telah impoten," ujarnya. Sementara semua eks tapol dan napol sampai saat ini tidak diberi kesempatan di banyak lapangan pekerjaan karena adanya peraturan perundangan yang mengacu kepada Tap MPRS tersebut. ``Ini jelas melanggar HAM," ujar Asvi. Dia mencontohkan adanya instruksi Mendagri NO 32/tahun 81 yang melarang para mantan tapol dan napol bekerja sebagai PNS (pegawai negeri sipil), ABRI/TNI, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), bahkan mereka juga dilarang menjadi anggota parpol. ``Itu sangat diskriminatif,`` tegas Asvi lebih lanjut. Menurut Asvi, ajaran komunisme, sebenarnya sudah beredar di masyarakat melalui buku-buku tentang Karl Marx, Gramsci, dan Tan Malaka. Buku-buku ini dapat membuka mata orang yang membacanya tentang komunisme, selain juga dapat dijadikan alat analisis yang tajam untuk melihat berbagai ketimpangan sosial. Mengenai kenapa usaha pencabutan terhadap Tap MPR tersebut sulit dicabut, As vi mengatakan ada beberapa kemungkinan. Pertama, karena ketetapan tersebut sudah mengakar di masyarakat yang terus dicekoki oleh penguasa Orde Baru selama 34 tahun mereka berkuasa. Entah melalui penataran P-4 ataupun melalui pendidikan Moral Pancasila dan sebagainya. Pada sisi lain, sisa-sisa rezim Orde Baru masih kuat pada barisan eksekutif dan legislatif. Yakni adanya tiga pilar dengan kelompok Soehartois di puncaknya, sementara di kaki kanan dan kirinya terdapat militer dan Golkar. ``Tiga pilar itu harus diruntuhkan, jika ingin mencabutnya. Pak Harto sedang diadili. ABRI atau TNI telah dicoba dikembalikan pada fungsinya sebagai alat pertahanan negara. Sayangnya, Golkar masih dibiarkan melenggang bahkan mendominasi di DPR,`` ujar Asvi seraya menambahkan, partai lain justru bisa ikut-ikutan Golkar. ``Ironis sekali,`` tambahnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Sep 2000 jam 10:54:18 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
